
"Baiklah bila kamu tak ingin kita bersama kembali, tapi setidaknya, izinkan Kenzo mengetahui bahwa akulah papa kandungnya."
"Dan aku sangat ingin mendengar ia memanggil ku papa." Alex meminta izin kepada Livia atas haknya untuk bisa bersama dengan anaknya.
"Papa...?!" Kenzo berlari menghampiri Alex.
Livia terkejut mendengar Kenzo memanggil Alex dengan sebutan papa. Alex pun berlutut menyambut Kenzo dalam pelukannya, Maura tersenyum melihat Alex memeluk anaknya itu. Livia hanya berdiam diri dan tak bisa berbuat apa-apa, karena itu menyangkut kebahagiaan Kenzo putranya.
Kenzo masih memeluk Alex dan tak ingin papanya pergi meninggalkannya malam itu, bahkan Kenzo mengajak papanya untuk menemaninya tidur di kamarnya saat itu juga. Maura dan Alex bermaksud ingin di sana sampai Kenzo terlelap tidur, lalu mereka akan pulang ke hotel mereka.
Akan tetapi kenyataannya lain, Alex malah ikut tertidur bersama putranya itu, dan Livia tak tega untuk mengganggu kebahagiaan mereka di malam itu. Kenzo terlihat tersenyum dalam lelapnya, Livia mengerti putranya sedang bermimpi yang indah karena sangat bahagia dalam pelukan papanya. Maura juga tertidur di sofa sembari menunggu Alex untuk kembali ke hotel mereka, Livia pun tak membangunkan ia segera pergi ke kamarnya untuk beristirahat sendirian malam itu tidak bersama anaknya, Kenzo.
******
keesokan paginya....
Livia terbangun karena mendengar suara yang begitu berisik dari luar kamarnya, hari ini ia terbangun kesiangan, setelah tadi malam ia terlalu banyak berpikir untuk kebahagiaan anaknya.
"Papa aku mau makan yang itu." Kenzo yang begitu semangat di saat mereka bertiga akan segera sarapan.
__ADS_1
Ceklek...
Terdengar suara pintu kamar Livia terbuka dan ia masih mengenakan piyama tidurnya, lalu keluar dan berjalan menghampiri mereka bertiga yang sedang duduk sarapan di meja makan. Livia melihat Alex yang begitu dengan tulus melayani anaknya untuk sarapan dan akan segera berangkat ke sekolah. Begitu juga Maura yang masih sibuk dengan menu makanannya yang ia hidangkan.
"Oh Livia, kamu sudah bangun mari duduk bersama kita akan sarapan pagi dengan keluarga yang lengkap." Maura tersenyum sembari mengambil sebuah piring dan menghidangkan sepiring nasi goreng untuk dinikmati oleh Livia.
"Mama hari ini kak Maura yang masak dan makanannya juga enak tetapi bagi Kenzo makanan yang Mama masak jauh lebih lezat." Kenzo pun mengatakan hal yang begitu mengejutkan sehingga membuat Maura sedikit cemburu.
"Oh manisnya, perkataan adiknya kakak. Tapi kakak belum pernah tuh, dimasakin oleh mamanya Kenzo, masa iya sih? lebih enak dari masakan kakak?" Maura sengaja menggoda adiknya.
Kenzo pun tersenyum dan kembali menikmati sarapan paginya, serta segelas susu coklat yang sudah dibuatkan oleh Alex. Livia pun memperhatikan mereka bertiga yang begitu senang saat sarapan bersama di meja makan tersebut. Alex pun diam-diam mencuri pandangannya ke arah Livia, pria itu sudah lama tidak menatap wanita yang ia cintai setelah beberapa tahun tidak bertemu.
walaupun usia Livia semakin bertambah namun Alex masih sangat mencintai dirinya, kali ini Livia benar-benar seperti wanita dewasa dan bahkan sekarang terlihat jauh lebih anggun dan sangat cocok berada di samping Alex. Alex, Maura, dan juga Kenzo asik bercanda di saat sedang sarapan, tiba-tiba tangan Alex yang berada di bawah meja menggenggam tangan Livia dan membuat wanita itu terkejut.
Sarapan Kenzo sudah habis dan ia pamitan bersama mamanya yang ingin di antar ke sekolah oleh Alex papanya. Kenzo juga ingin memamerkan papanya yang tampan kepada teman-teman sekolahnya yang suka mengejeknya. Hari ini Livia tak ingin ke tokonya, Livia ingin beristirahat di rumahnya karena memang hal ini adalah hari Sabtu yang biasa Ia berikan waktunya untuk anak semata wayang. Hanya sebentar saja berada di sekolah dan hari ini merupakan hari dimana ia dan Lusia akan pergi berjalan-jalan. Livia sudah berjanji kepada anak-anak akan membawakan gue menaiki kereta api dan mengunjungi tempat-tempat yang belum Kenzo ketahui.
Hal itu diketahui oleh Alex, kenzo lah yang memberitahu kepada pria itu sehingga ia pun berencana akan ikut serta pergi bersama Kenzo dan Livia. Livia di rumahnya sedang menyiapkan keperluan dirinya dan Kenzo saat nanti mereka akan tamasya. Alex meminta Maura anaknya untuk menyiapkan beberapa pakaian dan juga camilan untuk Kenzo.
Maura mengantar barang-barang tersebut ke rumahnya Livia, di saat itu barang-barang itu hanya ada letakkan saja di depan teras rumah Livia dan Maura tidak memberitahu apapun atau mengetuk serta membuka pintu rumah Livia. Alex dan Maura sengaja melakukannya agar livia tidak mengetahuinya, sehingga ketika dia mengetahuinya secara tiba-tiba, tidak dapat menolak untuk membawa Alex Papa Kenzo bersama mereka.
__ADS_1
******
Kenzo pun pulang bersama Alex, Livia ternyata bukan menjemput Kenzo di sekolahnya karena Alma sibuk menyiapkan semua barang bawaan untuk pergi bertamasya dengan anaknya.
Livia berencana untuk membawakan hasil bertamasya langsung dari sekolahnya tanpa pulang kembali dan berganti pakaian. Namun ternyata rencana Livia tidak berjalan seperti yang ia inginkan.
Ting, tong...
"Ma, Kenzo sudah pulang!"
"Ayo kita berangkat bersama papa, Kenzo ingin bertamasya dengan kalian berdua." Kenzo mengatakan secara langsung ketika pintu rumah dibuka oleh Livia.
Livia terkejut dan ia juga merasa bersalah karena lupa untuk menjemput anaknya di sekolah, mata Livia mandi ke arah jam dindingnya ada di ruang tamu.
"Oh tidak?!" dalam hati Livia bergumam.
"Kenzo sayang, maafkan Mama yang lupa menjemputmu di sekolah, sehingga kau harus pulang dengan Papa Alex." Livia berbicara sambil melirik ke arah Alex saat itu.
"Kenzo tidak masalah ma..., Kenzo senang ada Papa yang menjemput Kenzo. Bahkan menunggu Kenzo di sekolah." Kenzo mengatakan secara langsung isi hatinya yang saat ini sangat senang ditemani oleh Alex.
__ADS_1
Livia sedikit menekuk wajahnya, dan ia merasa cemburu karena kali ini Kenzo selalu memuji papannya di depan dirinya. Kenzo segera bersiap dan berbentuk pakaian karena ingin cepat pergi bertamasya dengan kedua orang tuanya. Kenzo ingin Alex pergi bersama mereka, namun Livia tidak mengizinkan Alex untuk ikut serta bertamasya dengan mereka.
Berbagai alasan yang dilontarkan oleh Livia agar Kenzo mengerti dan membuat Alex tidak ikut bersama. Namun Alex tidak menyerah Bahkan ia sudah memasukkan barang-barang miliknya ke dalam mobil milik wanita itu, tanpa sepengetahuan Livia. Diam-diam Alex memandang kucing mobil milik Livia yang terletak di atas meja makan mereka.