
"Hai papa?"
"Hai Robby?! Kau kesini juga?!" tanya Maura.
Livia yang mendengarnya langsung berbalik dan menatap Robby dan Alex. Dia hanya terdiam dan tak berkata apa-apa selain menyapa Alex sebagai papa Maura sahabatnya. Alex terus memandangi Livia dan Robby pun mengerti saat melihat semua itu.
Robby menyenggol kaki Alex pelan membuat Alex sadar akan situasi saat itu.
"Hai sayang, kamu sedang apa?" tanya Alex basa basi.
"Oh lagi di ajari Livia buat kue pa, tumben papa pulang cepat ke rumah?!" Maura menyindir papanya.
"Iya papa sangat lelah hari ini dan ingin cepat pulang saja."
"Kebetulan ada teman kamu, kita bisa makan malam bersama nanti."
"Papa mau bersih-bersih dan mandi karena sudah sangat gerah." ujar Alex yang masih curi pandang ke Livia yang sedang menghias kue.
"Oke deh pa, nanti cicipi kue buatan ku ya pa.., pasti enak." Maura memuji diri sendiri.
Robby pun menemani mereka dengan duduk di meja bar kecil di dapur itu. Robby melihat ke arah Livia yang hanya diam tanpa bersuara tengah asik menghias cup cake itu dengan stroberi di sana. Begitu juga dengan Maura yang berada di hadapan Robby menghias cup cake nya dengan potongan jeruk dan berri.
"Kau terlihat cantik hari ini." ujar Robby tanpa sadar.
"Hah?!
"Siapa yang cantik?!" tanya Maura yang tersipu.
__ADS_1
"Kue itu, dia terlalu cantik untuk di makan."
"Aku sangat tidak tega kalau kau suruh memakannya." Robby mulai bertingkah aneh dan berkata aneh juga.
"Oh kuenya yang cantik?!"
"Hem.., kalau kau tidak tega ya tak usah memakannya. Karena aku tak akan memberikannya kepada mu!"
"Mengerti?!" Maura sebal dengan ucapan Robby.
Livia merasa aneh dengan kedua orang tersebut, Robi seperti menggoda Maura sedangkan Maura terlihat marah karena dianggap kuenya lebih cantik daripada dirinya. Livia hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua yang begitu lucu, Robby pun tersenyum tipis melihat tingkah Maura lalu melirik ke arah Livia yang sedang tersenyum juga. Robby merasa malu dan ia menjadi salah tingkah, karena Livia mengetahui perilakunya terhadap Maura anak bosnya itu.
"Maura tante Mira datang."
"Hari ini Tante sangat senang sekali kau mengundang tante ke rumahmu, kau bilang hari ini akan masak kue, tante ingin lihat kue yang kau buat." dari kejauhan Mira sudah berbicara di saat ia tahu ada seseorang di dapur yang sedang memasak.
"Kau ini apa-apaan sih Robby, aku ini bosmu!"
"kau seenaknya saja menarik tanganku!"
"Aku ingin bertemu dengan gadis imut ku." ujar Alex dengan nada lembut.
"Maafkan aku bos hanya saja Aku ingin memberitahu, di sana ada nona Mira yang menemani Maura dan Livia." Robby pun memberitahukan hal itu kepada Alex.
Seketika wajah Alex berubah dan ia menjadi kesal akhirnya Alex pun menuruti perkataan Robby, untuk duduk di taman belakang mereka berdua asyik bermain game di sana. Art mereka yang ada di rumah sedang menyiapkan beberapa masakan untuk dihidangkan di meja makan, Alex sudah memberitahu kepada art itu untuk menyiapkan makan malam mereka semua.
Alex juga memesan beberapa buah dan beberapa botol wine untuk di nikmati bersama Livia di taman belakang nanti malam. Namun ketika kurir datang dan mengantarkan ke rumah Alex, Mira lah yang menerima belanjaan itu. Seketika Mira tersenyum sumringah karena berpikir Alex akan minum wine itu bersamanya malam ini.
__ADS_1
Alex merasa semua rencananya akan kacau dan berantakan, tapi Alex akan mencari cara untuk menghadapinya.
Cake sudah siap terhidang di atas meja makan, kini Livia dan Maura bersiap-siap untuk mandi di kamar mereka. Livia akan tidur di kamar tamu lantai bawah nanti malam, karena Maura ingin tidur bersama Mira di kamarnya.
Mira sangat kesal sebenarnya, karena tidak ingin tidur bersama Maura. Dia mengincar Alex dan ingin tidur di kamar pria incarannya itu. Mira pun mencari cara agar bisa menjalankan rencananya malam itu juga.
Makan Malam....
Livia dan Maura sudah keluar dari kamar mereka kali ini mereka sudah membersihkan diri dari kegiatan mereka tadi yang membuat kue. Art di rumah Maura sudah menyiapkan juga seluruh hidangan untuk makan malam mereka semua. Robby dan Mira yang duduk bersebelahan, Alex yang duduk sendirian, Maura dan Livia yang duduk bersebelahan yang berhadapan dengan Mira dan Robby.
Mereka pun makan dengan menikmati seluruh hidangan yang ada, Mira sengaja mencari perhatian dengan bertanya kepada Alex, seolah-olah dirinya menempatkan sebagai istri Alex, untuk melayani Alex di meja makan.
"Mas, biar aku ambilkan nasi kamu ya?" tanya Mira sambil tangannya ingin meraih piring Alex yang ada di hadapannya.
" Kau tidak perlu repot-repot, karena aku bisa mengambil sendiri makananku tanpa harus merepotkan orang lain." ucap Alex kepada merah di depan seluruh orang yang duduk di kursi makan itu.
Mira pun merasa malu dan ia segera duduk kembali setelah berdiri ingin melayani Alex, dia hanya terdiam menundukkan kepala lalu melanjutkan aktivitas makan mereka.
saat itu Livia memperhatikan Alex dan juga Mira, tak hentinya Mira menatap Alex dengan mata berbinar dan tersenyum manis di depan pria itu.
Robby terus memperhatikan wi-fi ya yang sedari tadi memperhatikan Alex dan juga Mira, iya sedikit tahu akan isi hati dari gadis belia itu. Rasa cemburu terlihat di raut wajah Livia, namun ia dapat tersenyum ketika Maura menyadarkan Livia untuk segera makan makanannya. Sekali lagi Robby memperhatikan Maura yang sedang menikmati makan malamnya, entah apa yang ada di dalam benak Robby, sampai ia melamun menatap Maura saat itu.
Saat tengah malam pukul 24: 00, seluruh orang yang ada di rumah itu telah tertidur pulas kecuali Alex dan Mira. Robby sudah pulang dari tadi setelah selesai makan malam ia pun segera pamit pulang beberapa menit kemudian. Livia telah tidur di kamar tamu di rumah Alex, pria paruh baya itu tidak dapat tidur di dalam kamarnya. terlihat ia begitu gelisah sampai ia keluar dari kamar dan ingin menuju ke kamar tamu yang ditempati oleh Livia.
Sialnya ketika Alex turun dari lantai 2, menyusuri anak tangga satu demi satu, Mira muncul dari belakang sambil menyapa pria itu. Dengan pakai yang tidur malamnya Mira menghadang Alex di tangga tersebut, tanpa rasa canggung kedua tangan Mira merangkul leher pria bertubuh tinggi itu. Mira menggoda Alex tanpa rasa canggung karena hanya ada mereka berdua di sana.
Alex sangat kesal melihat Mira muncul di hadapannya, akhirnya Alex mengikuti dan menuruti permintaan Mira yang mengajaknya ke meja bar kecil di rumahnya. Mira pun membuka botol wine yang dibeli Alex tadi sore, menuangkan segelas kecil anggur berwarna merah, lalu memasukkan sesuatu ke dalam gelas milik Alex.
__ADS_1