
Sebulan sudah berlalu, dan Livia sudah beraktivitas seperti biasa sambil mengasuh Kenzo anaknya. Walau sedikit kewalahan untuk mengurus kios dan Kenzo, tapi Livia tetap semangat dan terus berusaha untuk Kenzo anaknya. Semua ia lakukan agar Kenzo tak kekurangan apa pun dari Livia, ia memberikan kasih sayang penuh dan juga perlengkapan yang Kenzo butuhkan untuk tumbuh kembangnya.
3 tahun telah berlalu...
"Kenzo..., kamu hati-hati jalannya...?!" Livia sedang berada di taman bersama Kenzo putranya.
"Ma, ma, ma..."
"Sini ma..." Kenzo memanggil-manggil Livia untuk datang menghampirinya.
Kenzo sangat Lincah dan aktif bila di suasana yang membuatnya senang. Livia sampai kewalahan mengejarnya untuk bisa menangkap pria kecil miliknya itu. Livia datang menghampiri Kenzo bersama seseorang disana, ia tak lain adalah ayah dari Livia sendiri, dan merupakan kakeknya Kenzo.
"Nama mu Kenzo?"
"Sangat bagus dan cocok untuk mu." ujar pria lansia itu.
"Iya, itu nama ku!"
"Kau sedang apa disini?" Kenzo menatapnya dengan kelam.
"Aku?!"
"Aku hanya menikmati hari tua ku saja."
"Duduk santai tanpa ada pikiran yang mengganggu." ujar Rendy.
"Mana keluarga mu?"
"Kau datang dengan siapa?"
"Mama bilang kita tidak boleh keluar sendirian, itu berbahaya, harus ada orang dewasa yang menemani." Kenzo terus mengoceh cerita tentang mamanya.
__ADS_1
"Keluarga ya?"
"Hem.., aku tak memiliki keluarga lagi. Sekarang hanya tinggal sendiri."
"Beginilah hidup ku sekarang ini." Rendy menyesali semuanya.
"Kenzo, kau cepat sekali berlari. Mama sangat lelah mengejar mu ke sini."
"Hah, hah, hah," Livia menarik nafas dan merasa lelah.
Kenzo tersenyum melihat mamanya berbicara terbata-bata begitu, Kenzo anak yang pintar dan juga suka usil. Namun dirinya sangat menyayangi Livia mamanya, ia tak pernah bertanya tentang papanya sama sekali. Tetapi Livia akan sangat bingung bila nanti Kenzo bertanya tentang papanya kepadanya.
"Ma, kasihan kakek ini tidak ada keluarga."
"Ia hanya sendirian duduk menikmati luasnya taman ini." Kenzo mengatakan hal itu kepada Livia.
Livia pun melihat ke arah Rendy begitu juga dengan pria lansia tersebut. Rendy terkejut selama ini ia terus mencari di Korea dan sempat tak menemukannya lagi setelah Livia pindah ke daerah kota dengan kiosnya juga.
"Mama Kenzo kesana lagi bersama teman-teman di sana ya...?" Pria kecil itu berlari lagi menuju ke sekelompok anak-anak seusianya.
"Ya, jangan jauh-jauh atau pun nakal...?!" Livia membiarkan Kenzo bermain di sana.
Livia duduk di sebelah ayahnya yang terlihat sangat tua dan renta sekali. Rendy terus menatap Livia dengan pandangan yang berkaca-kaca, bahkan tak dapat menahan air matanya yang telah jatuh ke pipinya saat ini. Livia pun melihat Rendy penuh haru dan tak kuasa untuk menatap pria tua itu.
"Itu anak mu Livia?"
"Sekarang ia sudah besar dan begitu pandai berbicara." ujar Rendy menatap Kenzo dari kejauhan.
"Iya, dia anak yang dilahirkan atas bantuan yang kau lakukan yah."
"Terima kasih, dan maaf saat itu aku belum bisa menerima semuanya yang pernah ayah lakukan."
__ADS_1
"Terlalu sakit untuk dapat menerima mu lagi." ucap Livia sambil menangis.
"Ya aku mengerti, aku pun tak mengharapkan kau dapat menerima ku dengan tangan terbuka."
"Aku hanya ingin menjelaskan kepada mu mengapa aku pergi meninggalkan kalian." ucap Rendy kepada putrinya yang kini sudah dewasa.
Rendy bercerita bahwa ia pergi dengan terpaksa saat itu, dirinya di tuduh menggelapkan uang di tempat ia bekerja. Temannya yang memfitnahnya dan menyuruh atasannya untuk menangkap dan menghabisi dirinya. Sementara uang itu temannya sendiri yang memakainya sampai habis, tapi di ketahui oleh Rendy, sehingga Rendy yang di kejar oleh bodyguard atasannya itu. Temannya ingin sekali membunuh Rendy, karena sudah mengetahui yang sesungguhnya, untuk menghilangkan jejak dan hidup Livia dan ibunya tak terancam, Rendy pun pergi dan tak kembali.
Karena mereka akan menghabiskan seluruh keluarga Rendy bila mereka tahu dimana rumah Rendy sebenarnya. Rendy orang baru dan tak ada yang tahu di mana ia tinggal saat itu, jadi itulah alasan Rendy meninggalkan Livia dan ibunya saat itu. Livia sudah mendengar semuanya, ternyata begitu berat kehidupan ayahnya diluar sana. Setiap hari ketakutan dan di fitnah oleh teman kerjanya sendiri, namun kini mereka di pertemukan lagi dan Livia sudah mengetahui semua alasan ayahnya pergi dan tak kembali.
"Yah, aku akan memanggil Kenzo dulu tuk memperkenalkan ayah kepadanya.
"Mengatakan bahwa kau adalah kakeknya Kenzo." ujar Livia yang berjalan menjauh untuk mengajak Kenzo.
Namun Rendy pergi diam-diam dari mereka, ia tak ingin mendapat kasih sayang dari Livia dan Kenzo saat ini. Bagi dirinya saat ini tak pantas untuk semua itu, karena Livia sudah cukup menderita karena dirinya. Sehingga ia tak ingin Kenzo nanti menderita karena dirinya sama seperti Livia dahulu.
Ketika Livia dan Kenzo datang ingin ke Rendy, ternyata pria tua itu sudah tiada di tempat duduknya. Livia mencari dengan matanya kesana dan kemari, namun ia tak menemukannya. Livia tertunduk dan menangis, menyesali kesalahannya yang tak dari awal mencoba untuk memaafkan ayahnya.
"Mama, kenapa menangis?"
"Apakah ada yang menyakiti mu?"
"Katakan pada ku ma...?" Kenzo memeluk Livia dengan erat.
Kini Livia semakin menyayangi Kenzo, karena saat ini hanya Kenzo yang ia miliki di dunia. Setelah itu Kenzo dan Livia pun pulang kerumahnya, dan mereka makan malam bersama setelah membersihkan diri mereka dengan mandi.
****
Alex semakin hari semakin kurus, wajahnya tampak pucat dan sering sekali tak mau makan. Alex terus saja memikirkan Livia dan anak mereka, Maura sampai kasihan melihat papanya yang terus begitu keadaannya. Hingga suatu hari Maura memutuskan untuk mencari Livia diam-diam dan tanpa di ketahui oleh siapa pun itu. Kevin sendiri juga sudah mencari tapi tak kunjung ada hasilnya, sudah selama 3 tahun terus mencari tapi Livia tak di ketemukan olehnya.
Akhirnya Maura membuka situs dari internet tentang beberapa idola koreanya, dari sana tanpa sengaja idolanya itu berbelanja barang-barang Indonesia di toko milik Livia. Toko barunya itu dinamakan Kenzo seperti nama anaknya Livia, tetapi Maura tidak tahu bahwa itu adalah toko milik Livia. Ia hanya mencari tahu tentang kehidupan idolanya saja, dan merasa bangga barang Indonesia ada disana.
__ADS_1
Maura sambil berpikir bagaimana cara mencari Livia saat ini untuk membuatnya kembali lagi bersama papanya.Biar bagaimana pun Livia lah wanita yang terbaik dan tulus mencintai papanya. Mira sudah pergi setelah semua kedoknya terbuka, tapi Maura belum mengetahui sebuah rahasia Alex, Mira dan mama kandungnya sendiri.