
Akhirnya Maura membuka situs dari internet tentang beberapa idola koreanya, dari sana tanpa sengaja idolanya itu berbelanja barang-barang Indonesia di toko milik Livia. Toko barunya itu dinamakan Kenzo seperti nama anaknya Livia, tetapi Maura tidak tahu bahwa itu adalah toko milik Livia. Ia hanya mencari tahu tentang kehidupan idolanya saja, dan merasa bangga barang Indonesia ada disana.
Maura sambil berpikir bagaimana cara mencari Livia saat ini untuk membuatnya kembali lagi bersama papanya.Biar bagaimana pun Livia lah wanita yang terbaik dan tulus mencintai papanya. Mira sudah pergi setelah semua kedoknya terbuka, tapi Maura belum mengetahui sebuah rahasia Alex, Mira dan mama kandungnya sendiri.
tiba-tiba Maura melihat nama toko itu sangat keren sekali, Maura juga berencana bulan depan akan pergi ke Korea untuk melihat idolanya yang sedang syuting bermain film untuk pertama kalinya. Maura sudah menabung sejak lama ia ingin bertemu dengan idola koreanya di sana. Alex sudah memberi izin kepada Maura apabila ia telah dewasa ingin pergi dan mengiringi dunia kemanapun ia mau. asalkan Maura dapat menyisihkan uangnya sendiri untuk pergi ke mana yang ia inginkan.
kebetulan di Korea akan diadakan sebuah festival di mana seluruh idola Maura ada di sana, sudah lama Maura mengetahui bahwa festival itu selalu diadakan di awal tahun sekalian merayakan tahun baru yang sangat meriah di Korea. Mira saat ini sudah tidak hanya di Jakarta, ia lebih memilih ke Singapura untuk menemui Arnold di sana.
Alex dapat sedikit tenang ketika Mira tidak berada di Jakarta bersama putrinya Maura, Mama cari tahun ke tahun Alex tetap memikirkan Livia sampai saat ini. Bahkan kebiasaannya semakin tidak dapat terkontrol untuk tiap hari datang ke klub malam hanya untuk minum dan mabuk di sana. Kehilangan itu terjadi lagi, dan kini Alex menjadi seperti orang yang tidak memiliki semangat hidup.
Bahkan perusahaan Alex selalu Robby yang memegang dan memantau perkembangannya. Alex sekarang jarang sekali masuk ke kantor ya lebih memilih untuk berada di apartemen dan bermalas-malasan. Hidupnya kini seperti tidak memiliki semangat kondisinya belakangan ini sangat memprihatinkan Maura putrinya. Maka dari itu Maura pun berinisiatif untuk ikut mencari dan mengajak Livia untuk kembali kepada papannya.
Kevin pun sudah hampir menyerah selama bertahun-tahun ia mencari namun tidak dapat menemukan wanita yang bernama Livia. Kevin sudah mengembalikan pekerjaan itu kepada Alex, dirinya sudah tidak sanggup mencari Livia di manapun. Namun Kevin sangat khawatir melihat keadaan Alex saat ini, hanya karena wanita Alex yang dulu begitu Playboy kini menjadi patah hati oleh wanitanya sendiri.
Livia yang tanpa sengaja melihat foto Alex
__ADS_1
Saat itu Livia ingin membersihkan seluruh rumahnya, karena sebentar lagi akan tahun baru ia ingin keadaan rumahnya sedikit direnovasi dekorasinya. Livia memang tinggal di Korea, namun dekorasi rumahnya tetap seperti di Indonesia. Berbagai barang yang telah buruk ia buang dan asingkan, lalu mengisi kembali dengan barang yang bagus dengan sedikit rezeki yang ia miliki.
Ketika Livia membereskan laci dan lemari kecil yang ada di samping tempat tidurnya, sebuah kertas kecil jatuh ke lantai di dekat kakinya. Kenzo yang sedang bermain dan ikut membantu, menyadari akan hal itu segera mengambil kertas tersebut dan ingin menyerahkan kepada mamanya.
"Ma, ini siapa? mengapa ada fotonya dari lemari kecil ini?"
"Apakah ia teman mama ya?" Kenzo banyak bertanya tentang Alex.
"Iya sayang, dia adalah teman mama dulunya."
"Kenapa kalian tak berteman lagi?"
"Apakah ia tak baik sama mama?" Kenzo sangat perhatian dengan Livia.
"Tidak bukan seperti itu, dia sangat perhatian sekali pada mama. Hanya saja ada masalah kecil yang membuat mama dan Alex berpisah tanpa berpamitan." tanpa sadar Livia menjawab semua pertanyaan dari Kenzo anaknya.
__ADS_1
"Oh pria itu ternyata Alex namanya, Aku suka mendengar nama itu. Kenzo harap mama dan Om Alex dapat bertemu kembali." ucapkan yang terlalu polos kepada Livia.
"Mama rasa itu semua tidak akan terjadi Kenzo, Mama telah pergi jauh dari dirinya dan juga dari hatinya. Alex itu adalah papamu sendiri, dan mama telah memilih jalan kehidupan lama untuk menjauh dari dirinya." Livia berkata dalam hatinya agar tidak terdengar oleh Kenzo putranya.
Livia masih terus menatapi foto itu, air matanya mengalir tanpa ia sadari jatuh ke atas lantai. Ada hal yang ia sesali setelah bertemu dengan Alex, dia menyesali mengapa ia harus jatuh cinta kepada pria tersebut. Kali ini ia harus menangisi keputusan yang telah ia ambil, dengan memakai hatinya menerima pria yang usianya jauh lebih tua dari dirinya.
Namun semua itu telah terjadi, dan kali ini di sia harus berjuang lagi untuk anaknya, Kenzo. tolong Livia berjuang untuk ibunya namun tidak sendirian ada Alex bersamanya yang terus menemani dan memberi segalanya untuk Livia. Kali ini Livia yang harus berjuang sendiri, untuk memenuhi semua kebutuhan dan keinginan anak dari Alex.
Bulan depan sudah memasuki tahun baru, dan di tahun itu akan genap sudah 4 tahun usia dan Alex tidak bersama. Livia harus dapat menguatkan diri dan jaga hatinya demi buah hati yang ada bersamanya, dia harus benar-benar menjadi orang tua, yang dapat membangun percaya diri dan semangat untuk Kenzo anaknya.
"Di tahun depan nanti aku tak tahu bagaimana jalan kehidupanku bersama Kenzo saat itu. namun aku harus tetap mempersiapkan diri apapun yang terjadi di tahun depan nanti, aku dan Kenzo harus tetap bersama dan berjuang melewati hidup." tekat di hati Livia sembari menatap anaknya yang sedang bermain di atas kasur miliknya.
Mira yang berada di Singapura...
Mira yang sudah hampir seminggu di Singapura namun belum bertemu dengan Arnold, bahkan no ponselnya tidak dapat dihubungi sama sekali oleh Mira. Kali ini Arnold entah ke mana dan entah di mana, Mira sendiri pun tidak tahu keberadaan pria tersebut. Sementara ia berencana akan mengejar dan menikah dengan Arnold karena Alex sudah tak mau bersamanya. Dan begitu juga dengan Maura yang sudah tak bisa menjadi umpan lagi untuk mendapatkan Alex.
__ADS_1
Mira kali ini ditipu oleh apa yang memang hanya ingin mendapatkan keuntungan dari wanita itu. Mira mencoba datang ke perusahaan yang ia ketahui bahwa itu milik Arnold di Singapura. Kamu sayangnya ternyata pemilik perusahaan tersebut bukanlah Arnold sekarang ini. Sesungguhnya perusahaan itu dahulu memang miliknya Arnold, namun Arnold mengalami kebangkrutan dan harus menjual perusahaan miliknya yang ada di Singapura tersebut.