Terpaksa Jadi Simpanan

Terpaksa Jadi Simpanan
Bab 33. Kecurigaan Robby


__ADS_3

Kevin pun datang ke kantor Alex


Kevin mengetuk pintu dan dipersilahkan oleh Robby yang membuka pintu ruangan kerjanya Alex. Alex dan Kevin pun mulai membahas dan membicarakan tugas yang diberikan oleh Alex saat ini. Alex sempat kecewa karena Kevin menolak tugas yang ia berikan, sementara Alex tak ingin Livia menghilang begitu saja darinya.


Alex terus meminta Kevin dan memberinya sebuah imbalan yang ia inginkan.


Namun Kevin tak berjanji bahwa dari pencariannya akan berhasil, karena mencari Livia akan sangat sulit daripada mencari Maura putrinya yang dulu hilang pergi dari rumah. Tetapi Kevin akan berusaha untuk mencari Livia dan juga anak yang ada di dalam kandungannya. Walaupun banyak anak buah Kevin berada di mana-mana, namun tidak semudah itu dalam mencari seseorang yang bukan berada di wilayah kekuasaan Kevin.


Akhirnya Kevin pun setuju untuk mencari Livia, segera Alex mengirim foto Livia ke ponselnya Kevin, agar pria itu dengan mudah dapat mencari wanita yang Alex cintai tersebut. dalam hati Alex pun berharap Kevin dapat menemukan gadis yang ia cintai tersebut.


Alex juga tidak tinggal diam ia juga mencari dan menyuruh Robby untuk memantau keberadaan Livia ada di mana.


"Ternyata kali ini Alex pun melemah hanya karena wanita, begitu juga denganku sekarang keadaanku pun tidak sedang baik-baik saja saat ini."


"Aku terkena penyakit oleh Putri Alex sendiri, penyakit yang dikirimkan oleh wanita memang sangat sulit dan tidak ada obat penawarnya." gumam Kevin dalam hatinya.


"Livia, kau akan aku cari sampai ke ujung dunia sekali pun keberadaan mu."


"Kita akan tetap terus bersama selamanya bersama anak kita." ujar dalam hati Alex.


*****


Di sebuah Cafe Maura dan Robby sedang duduk bersama dalam satu meja siang itu. Maura sengaja mengajak Robby dengannya dan Alex saat ini pun menyuruh Robby lebih banyak ke Maura. Alex tahu bahwa Maura lagi sangat butuh teman di sisinya, dan Alex juga takut kalau Muara akan pergi lagi entah kemana.


"Hai Robby, kau tak ada niat untuk pergi dan tak bekerja lagi dengan papa ku?"


"Lagian tak bosan kau harus menghadapi semua keinginannya?"

__ADS_1


"Aku saja sangat sebal." Maura menggerutu sambil memakan kentang gorengnya.


"Aku sudah biasa bekerja dengan tuan Alex, bagi ku dia orang yang paling terbaik disaat aku bukan siapa-siapa saat itu."


"Dia yang pertama kali mengulurkan tangannya ketika aku terlantar di jalanan dan di pukuli orang."


"Kini aku bisa berdiri dan menjadi sekarang ini, semua berkat tuan Alex." Robby teringat masa dimana dia kehilangan segalanya saat itu.


Maura pun tertegun dan diam sejenak, dalam hatinya penuh dengan begitu banyak pertanyaan. Bahkan ia tak tahu bagaimana sifat dari papanya yang sebenarnya, yang ia tahu papanya hanya seseorang yang terlalu egois ke putrinya sendiri. Namun kali ini Robby membuka mata Maura tentang sisi lain dari papanya sendiri.


Di Cafe itu dari ke jauhkan Kevin menatap Maura yang duduk bersama Robby sedang menikmati makanan dan minuman mereka. Pandangan mata Kevin sangat tajam ke arah Maura berada saat ini, namun Maura belum menyadarinya sama sekali keberadaan Kevin di sana.


"Heh..." Maura menghela nafasnya.


"Aku tak tahu bila papa ku sangat membuat mu terkesan dan begitu mengaguminya."


Robby tersenyum kecil melihat tingkah Maura itu, tanpa sengaja sepasang kedua bola mata gadis itu menangkap keberadaan Kevin di sana. Maura terlihat panik dan berpaling kembali ke arah Robby berada. Robby yang sedang menikmati kopinya tak mengetahui gerak kepanikan dari Maura saat itu.


Kevin datang menghampiri Maura di mejanya, gadis itu tak ingin melihat Kevin di sana. Dia segera berdiri dan ingin pergi saat itu juga, Robby terkejut melihat Maura yang pergi begitu saja saat ada Kevin di hadapannya.


"Maura?!"


"Maura tunggu!"


"Aku ingin bicara pada mu Maura!" Kevin terus memanggil lalu dengan cepat menangkap tangan Maura di saat sedang berjalan ingin menghindar.


"Lepas!"

__ADS_1


"Lepaskan aku!" Maura meronta sambil menggerakkan pergelangan tangannya.


"Aku tidak ingin mendengar semua penjelasan atau apa pun itu dari mulut mu!" Maura kembali berkata kasar kepada Kevin.


Robby langsung datang menghampiri mereka berdua saat itu juga, tangannya menyentuh tangan Kevin dan melepaskan genggamannya dari pergelangan Maura. Robby menatap Kevin, dan Maura langsung bersembunyi di belakang tubuh Robby seketika.


"Jangan ganggu dia, dan jangan menyakitinya dengan seperti itu."


"Dia wanita dan kau harus tahu itu bagaimana menjaga sikap pria terhadap wanita seharusnya bukan?" Robby menyampaikan kepada Kevin yang menatap ke arahnya.


Saat itu Kevin yang berada di hadapan mereka langsung pergi begitu saja, Kevin tak ingin melanjutkan hal itu di depan Robby. Maura masih terus menatap Kevin dari balik punggung Robby saat itu, Kevin terus berjalan pergi dari mereka.


Dalam hati Robby pun bertanya-tanya dengan sikap Maura dan Kevin saat ini. Robby menduga bahwa diantara mereka ada sesuatu yang tak diketahuinya sama sekali. Maura bisa sampai tak ingin bertemu dengan pria itu, yang jelas adalah sepupunya Alex sendiri.


Maura meminta Robby untuk mengantarkannya pulang kerumahnya Alex saat ini. Maura sekarang ingin tinggal di rumah papanya setelah seminggu berada di rumah Robby. Barang-barang Maura akan di kirim oleh Robby nanti ke rumahnya kembali. Gadis itu sekarang hanya ingin berada di rumah Alex saja, baginya di sana tempat paling aman baginya dari keberadaan Kevin saat ini yang ada di Jakarta.


Robby tidak bertanya apa pun kepada Maura tentang permasalahan Maura dengan pamannya itu. Pria itu tak ingin ikut campur dengan masalah keluarga mereka, tapi sikap Maura sangat aneh ketika bertemu dengan Kevin pikir Robby saat sedang menyetir mobilnya.


Maura pun terlihat kesal dari wajahnya saat ini, ia sama sekali tak ingin berbicara di saat Robby mengajaknya berbicara. Maura tak fokus akan suasana dan keadaan saat tengah berapa di jalan menuju pulang ke rumahnya.


Sit....!


Mobil berhenti di depan pagar, dan Maura tak ingin di antar sampai kedalam rumahnya. Gadis itu keluar dari dalam mobil Alex yang di kemudikan oleh Robby itu, berlari meninggalkan Robby begitu saja dan masuk ke dalam rumahnya tanpa berkata sedikit pun kepada Robby.


Brem...


Robby pun pergi dengan mobil Alex tersebut, iya segera ke apartemen milik Alex saat menerima sebuah pesan dari ponselnya itu. Alex meminta Robby untuk datang ke apartemen itu, karena ada sesuatu hal yang akan ia bicarakan dengan Robby. Alex ingin bertanya kepada Robi tentang kondisi anaknya di saat Robby dan Maura sering bertemu. Namun Robby tidak akan mengatakan kejadian yang baru saja ia lihat, tentang hubungan Maura dan Kevin sepupunya Alex yaitu Paman Maura sendiri.

__ADS_1


__ADS_2