
"Sekarang tinggal menunggu hasil dari pencarian Kevin nanti mencari Livia ibu dari anaknya yang masih dalam kandungan." ujarnya dalam hati.
Maura yang bangun di pukul 08:30 pagi, dia menyadari bahwa ada di rumah Robby. Segera keluar dari kamar dan mencari pria itu, beberapa kali memanggilnya, tapi tak ada jawaban. Malah art nya yang datang menghampiri Maura saat itu, art itu mengatakan pria itu sudah pergi ke kantornya. Dan bosnya yang menelpon agar segera menjemputnya untuk bekerja.
"Oh, terima kasih mbok. Kalau begitu saya akan mandi dan pergi ke kampus sekarang." Maura mengatakan kepada art nya Robby.
"Apakah mau disiapkan sarapan non?" art itu bertanya lagi.
"Tidak usah mbok, saya akan sarapan di luar saja nanti. Hari ini ada kelas yang mendadak jadi tak sempat untuk sarapan." ujar wanita itu.
Maura pun pergi ke kampusnya setelah sudah siap semuanya, ternyata Robby telah menyediakan pakaian dan juga koper serta barang-barang yang diperlukan Livia untuk kesehariannya. Malam itu Robby menelpon art di rumah Alex, untuk menyiapkan satu koper kecil yang berisi pakaian dan keperluan keseharian dari Maura seperti biasanya.
Dan malam itu juga Koper Maura sudah ada di rumah Robby seketika. Ketika Maura sudah tidur art nya Robby menyimpan Koper kecil itu ke dalam kamar Maura, Sehingga paginya Maura bisa kenakan pakaian untuk ke kampusnya.
Brem...
Maura ketemu dengan Siska di jalan teman satu kelasnya Livia.
"Hai Siska?!"
"Kamu mau ke kampus juga ya?"
__ADS_1
"Yuk ikut aku saja, bisa barengan kita. Aku juga mau ke kampus kok." ujar Maura yang membuka pintu mobil.
Siska pun naik dan masuk ke dalam mobil Maura mereka meluncur langsung ke kampus mereka. Maura diam-diam dalam perjalanan bertanya kepada Siska mengenai Livia, Maura ingin tahu apakah sista mengetahui tentang Livia yang sedang memiliki hubungan dengan seseorang.
"Siska Apakah hari ini kau ada melihat Livia, atau ia menghubungimu saat ini?" Maura ingin tahu kabar dari Livia.
"Sudah beberapa hari ia tidak masuk ke kampus, bahkan terdengar kabar rumahnya habis terbakar."
"Aku pun tidak tahu bagaimana keadaan Livia saat itu." Siska mengatakan yang ia tahu selebihnya, Siska tak mendapat kabar.
Maura pun terdiam di saat mendengar apa yang Siska katakan padanya, ternyata apa yang dikatakan oleh Papanya Maura memanglah benar. Kini Livia pergi tanpa kabar karena kesalahan Maura dan Mira, yang telah mengusir dirinya untuk pergi dari kehidupan Alex papanya.
*****
Pagi itu mereka terbangun berdua, Mira tak menyadari kejadian tadi malam bersama Maura di depan rumahnya sendiri. Sedangkan Arnold tidak mengatakan apapun atau membahas kejadian malam itu. Pada hari itu juga anu akan kembali ke negara asalnya yaitu ke Singapura, masih ada yang ingin ia kerjakan di sana. sedangkan Mira merasa senang karena ketika Arnold akan pulang ke negaranya, ia akan kembali mengejar Alex.
Mira tak mengetahui bahwa kejadian yang terjadi di apartemennya, sudah diketahui oleh Alex. Bahkan Alex sudah marah kepada putrinya pada malam itu juga, Maura yang datang ke rumah Mira malam itu ingin mengatakan, Alex sudah mengetahui perilaku mereka yang menemui Livia di apartemennya. Namun sebelum Maura mengatakan, ia melihat pemandangan yang tak mengenakkan, antara Mira dan Arnold di depan rumah wanita itu.
Siang itu Mira pun mengantar Arnold ke bandara, setelah mereka makan siang berdua. Arnold meninggalkan Mira di Jakarta, ia berjanji akan kembali dan mengajak Mira untuk tinggal bersamanya di Singapura. Setiap bulan Arnold mengirim biaya untuk Mira menjalani kehidupannya sehari-hari. Sementara Mira tidak pernah terlihat bekerja ataupun mengurus perusahaan dari papanya sendiri, ia mendapat biaya kehidupannya dari Arnold pria bule kekasihnya. Dan biaya hidup terbesarnya diberikan oleh kakaknya sendiri yang bernama Julio, kakaknya itu yang selalu membiayai Mira dari Singapura.
Keluarga besar mereka semua tinggal di Singapura, bahkan perusahaan milik Papanya pun berada di Singapura. Mira sengaja membeli rumah dan bertempat tinggal di Jakarta, ia ingin tetap dapat berdekatan terus dengan Alex pria pujaannya. Namun Alex tak ingin melihat dirinya dan juga menikahi wanita itu karena mengingat masa lalu kelam yang dilakukan oleh Mira kepadanya. Hal itu tidak diketahui oleh Maura Putri Alex, sebuah rahasia yang ditutup rapat-rapat dari Maura sampai ia telah dewasa saat ini.
__ADS_1
Alex juga tak tahu sampai kapan rahasia itu akan tetap terkubur di dalam hatinya, ingin rasanya ia mengungkapkan kepada putrinya itu, bahwa Mira bukanlah wanita yang baik dan memberi tahu alasannya kepada Maura. namun ia teringat akan permintaan terakhir dari almarhum istrinya, untuk tetap merahasiakan semuanya dari Putri mereka berdua. Akhirnya Alex pun Dilema dan berjanji di depan jenazah istrinya tersebut, tetapi hatinya tetap merasa sedih ketika menatap maulah yang terus ingin menjadikan Mira sebagai ibu sambungnya.
"Entah sampai kapan aku harus menyembunyikannya dari Putri kita."
"Rasanya hatiku tak sanggup untuk terus menyimpan semua rahasia dan menjadi beban di dalam dada ini."
"Maafkan Aku, Linda... apa bila suatu saat nanti, aku harus mengatakan rahasia itu kepada Maura Putri kita." pria itu berbicara sambil melihat foto dari almarhumah istrinya terdahulu.
Kevin pun datang ke kantor Alex
Kevin mengetuk pintu dan dipersilahkan oleh Robby yang membuka pintu ruangan kerjanya Alex. Alex dan Kevin pun mulai membahas dan membicarakan tugas yang diberikan oleh Alex saat ini. Alex sempat kecewa karena Kevin menolak tugas yang ia berikan, sementara Alex tak ingin Livia menghilang begitu saja darinya.
Alex terus meminta Kevin dan memberinya sebuah imbalan yang ia inginkan.
Namun Kevin tak berjanji bahwa dari pencariannya akan berhasil, karena mencari Livia akan sangat sulit daripada mencari Maura putrinya yang dulu hilang pergi dari rumah. Tetapi Kevin akan berusaha untuk mencari Livia dan juga anak yang ada di dalam kandungannya. Walaupun banyak anak buah Kevin berada di mana-mana, namun tidak semudah itu dalam mencari seseorang yang bukan berada di wilayah kekuasaan Kevin.
Akhirnya Kevin pun setuju untuk mencari Livia, segera Alex mengirim foto Livia ke ponselnya Kevin, agar pria itu dengan mudah dapat mencari wanita yang Alex cintai tersebut. dalam hati Alex pun berharap Kevin dapat menemukan gadis yang ia cintai tersebut.
Alex juga tidak tinggal diam ia juga mencari dan menyuruh Robby untuk memantau keberadaan Livia ada di mana.
"Ternyata kali ini Alex pun melemah hanya karena wanita, begitu juga denganku sekarang keadaanku pun tidak sedang baik-baik saja saat ini."
__ADS_1
"Aku terkena penyakit oleh Putri Alex sendiri, penyakit yang dikirimkan oleh wanita memang sangat sulit dan tidak ada obat penawarnya." gumam Kevin dalam hatinya.
Bersambung....