Terpaksa Jadi Simpanan

Terpaksa Jadi Simpanan
Bab 45


__ADS_3

Kevin menemukan Mira di pinggir jalan yang tertidur di pinggiran kota, Kevin pun menelpon ambulance untuk membawa Mira ke rumah sakit. Dan setelah mengecek kondisi Mira dokter terkejut ternyata Mira terkena penyakit menular yang sedang menggerogoti tubuhnya saat ini.


Kevin pun mengetahuinya dari dokter yang menangani Mira, dan Kevin menyuruh dokter itu untuk mengisolasi wanita itu di tempat yang semestinya. Mira pun sekarang hanya tinggal menunggu ajalnya saja di sana karena kondisinya semakin hari semakin memburuk. Tubuhnya yang bagus dan mulus perlahan-lahan menjadi kurus kering dan berbau tak sedap. Bahkan dokter sudah tak ingin mengecek dari jarak dekat, mereka hanya melihat dari kejauhan karena sudah tak sanggup mencium aroma tubuh Mira karena penyakit yang terjangkit.


****


Livia dan Maura kembali akrab, dan mereka seperti sahabat lama tanpa ada batasan dan masih seru seperti dahulu. Dan tak beberapa lama tiba-tiba Kevin ada di Korea menemukan Maura disana. Dengan mudah pria itu dapat menemukan Maura begitu saja, Kevin pun terkejut saat melihat wanita cantik di hadapannya yang sedang bersama Maura adalah Livia kekasihnya Alex.


Kevin pun berpikir Alex pasti ada di sekitar mereka, Kevin pun menjauh sebelum Maura bertanya kepadanya. Kevin masih takut dengan rahasia yang masih di sembunyikan oleh Maura dan Kevin, tak bisa di bayangkan Alex akan marah seperti apa ke dirinya nanti. Kevin benar-benar ketakutan, dan Maura tak mengizinkan Kevin mengatakannya ke Alex.


"Siapa pria itu Ra?" tanya Livia penasaran dan sedikit heran.


"Oh, dia bukan siapa-siapa. Hanya sepupunya papa saja."


"Pria itu suruhan papa untuk mencari mu saat itu. Namun ia sangat payah, tak berhasil menemukan mu bertahun-tahun." ucap Maura dengan santainya.


"Dia bukan cuma sepupu papa, tapi ia pria breng**k yang sudah meno**i ku saat itu."


"Mengapa ia kesini mencari ku?!"


"Atau ia ingin bertemu dengan papa?!" ujar di dalam hatinya.


Maura segera pergi tanpa pamitan dengan Livia, ia berlari begitu saja.

__ADS_1


"Kau mau kemana?!" tanya Livia sambil berteriak.


"Aku ada urusan, jangan menunggu ku. Pulanglah duluan nanti aku kembali pulang langsung ke rumah." Maura terus berlari mencari Kevin.


Livia mengerutkan dahinya dan sedikit berpikir, "ada yang aneh dengan sikap antara pria itu ke Maura, ia dari tadi hanya menatap Maura dan matanya seakan mengatakan sesuatu."


"Ada apa dengan mereka?"


"Apa yang di sembunyikan oleh Maura selama ini dari aku dan Alex papanya?" Livia berpikir saat duduk di taman sambil menunggu Alex dan Kenzo kembali dari membeli beberapa makanan.


"Hai sayang, dimana Maura?" Alex bertanya sambil matanya mencari kesana dan kemari.


"Ia berkata ada sesuatu yang mau ia urus, dan pergi dengan tergesa-gesa sekali." Livia menyampaikannya.


Kali ini mereka benar-benar seperti keluarga yang harmonis diam-diam Alex membuat sebuah pesta di Jakarta untuk memberi kejutan dan juga sekaligus meresmikan hubungan mereka kembali. Kejutannya kali ini Alex membuat pesta pernikahan yang sudah dirancangnya bertahun-tahun yang lalu, Alex pun meminta Robi untuk menyiapkan sebuah gedung dan juga perlengkapan pesta yang akan segera diselenggarakan.


Rencananya Alex akan mengajak Livia untuk kembali ke Jakarta dan tinggal bersamanya. Sudah begitu lama Alex meninggalkan perusahaan dan kantornya hanya untuk mencari livia dan menjemputnya kembali pulang bersama. Malam ini Alex akan mengutarakan dan membicarakannya kepada Livia karena dua hari lagi Alex akan kembali ke Jakarta untuk menjadi direktur di perusahaannya kembali.


Setelah sampai di rumah kenzopung diangkat oleh Alex dari dalam mobil untuk diletakkan di dalam kamarnya agar nyaman tidur malam itu. Setelah itu Alex dan Livia pun berbicara dari hati ke hati dan membujuk Livia untuk kembali ke Jakarta.


Malam itu juga Alex mengutarakan isi hatinya kembali dan melamar livia untuk menjadi pendamping hidupnya. Livia begitu terkejut dan ia terharu ternyata selama ini yang ia impikan pun terwujud malam ini Alex benar-benar melamarnya sekali lagi dan kali ini melamar untuk menjadi istrinya yang sah.


Livia menganggukkan kepalanya yang menandakan bahwa ia setuju dan menerima lamaran dari pria tersebut, Alex pun memeluk begitu bahagia dan terharunya di saat Livia setuju ingin menjadi istrinya. Ternyata mimpinya selama ini dan pencariannya selama ini tidaklah sia-sia kini mimpinya akan terwujud, dan ia akan kembali memiliki keluarga kecil yang bahagia.

__ADS_1


Namun ada yang membuat Alex dan juga Livia sedikit sedih karena Alex harus kembali duluan tanpa Livia dan Kenzo bersamanya. Alex juga ingin mempersiapkan pernikahannya itu sesuai dengan keinginan dirinya dan juga impian dari Livia, dua hari lagi Alex akan pulang dan mempersiapkan semuanya bersama Robby.


Livia tidak mengetahui rencana dan kejutan yang telah alexsiapkan di Jakarta, minggu depan Livia berjanji akan kembali ke Jakarta, setelah mempersiapkan segala sesuatunya yang ada di Korea untuk segera ia tinggalkan. Namun usaha yang ia miliki tidak ditutup ia akan terus mengembangkan usaha itu dan membuka cabang dari galeri yang ia punya di Jakarta.


*****


Maura dan Kevin


"Mengapa kau mencari ku sampai kesini?!" Maura berbicara dengan nada kesal.


"Sampai kapan kau mau menyembunyikannya dari Alex?!"


"Sementara aku terus dihantui rasa bersalah kepada mu dan juga papa mu!"


"Maura tolonglah katakan saja sejujurnya kepada Alex, aku akan bertanggung jawab kepada mu." Kevin memegang kedua bahu Maura dengan tangannya.


"Sudahlah lupakan saja semua itu, aku tak ingin menambah masalah dan pikiran papa disaat ia sedang bahagia sekarang karena sudah berkumpul dengan Livia dan anaknya." Maura menepis tangan Kevin.


"Lagian aku tak mengandung anak mu, dan anggap saja ini hanya kecelakaan. Pergi lah kau dari sini dan jangan menemui aku lagi!" Maura pergi dan berlari dari Kevin.


Wanita itu berlari sekuat tenaga sambil menangis dan tak kuasa menahan emosinya. Malam sudah larut namun Maura belum kembali ke rumah Livia, Alex menunggu Maura sampai kembali. Namun wanita itu tak kembali ke rumah Livia, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel Livia. Ternyata Maura sudah pulang ke penginapan mereka, dan segera beristirahat karena sangat lelah sekali.


Maura di dalam kamarnya menangis dan sangat kesal harus melihat Kevin kembali, mengingat kejadian yang sudah hampir ia lupakan bertahun itu. Tetapi Kevin tak dapat melupakannya begitu saja, pria itu sangat mencintai Maura sudah sejak lama. Dan ia sangat ingin bertanggung jawab kepada Maura dengan menikahinya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2