Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Di Bioskop


__ADS_3

Sore menjelang malam.


Group date sudah bersiap mereka janjian bersama Starla di bonceng motor oleh Icha dan ketiga kampret berboncengan dengan pacar mereka.


"Kita nonton yuk cewe gue pengen nonton film romantis katanya"ucap Mono yang cewenya berulang tahun hari ini.


"Wah boleh tuh"Starla menyetujui dia sekalian mencari inspirasi dalam pembuatan novelnya.


Dan mereka pun menyetujui ide Mono dan berangkat ke sebuah mal untuk menonton bioskop.


Mono mewakili mereka semua mengantri tiket,sedangkan Icha dan Starla mereka mampir ke toko buku dulu seperti kebiasaan Starla bila gajian dia pasti menyisihkan sebagian gajinya untuk membeli buku,entah itu novel,komik atau buku yang lain yang dia suka.


Saat di toko buku seseorang yang suka membaca pun mampir kesana,dan tak sengaja melihat Starla sedang memilah novel,dia lah Rigel.


Rigel tersenyum melihat Starla yang berada di toko buku yang sama dengannya,entah apa yang ada di fikiran Rigel dia lalu menghampiri Starla tapi langkahnya terhenti ketika Icha menghampiri Starla.


"Dia punya pacar baru?"gumam Rigel.


Rigel sedikit kecewa karena melihat penampilan Icha yang mirip seorang pria,Icha itu gadis tomboy saat ini saja dia berpenampilan seperti laki-laki dan Rigel mengira Icah itu adalah seorang laki-laki.


Rigel menghentikan langkahnya untuk mendekati Starla dia segera pergi meninggalkan toko buku tersebut dan menuju lantai atas menuju bioskop.


Dan Rigel terkejut lagi saat di bioskop mendapati tiga kampret juga berada disana.Rigel mendekat pada mereka niatnya bukan untuk menyapa melainkan ingin tahu informasi Starla.


"Kalian disini?"tanya Rigel yang menghampiri mereka bertiga yang sedang duduk ngedeprok di lorong bioskop.


"Eh...pak dokter"ucap mereka bertiga.


"Kalian hanya bertiga?"tanya Rigel.


"Tidak pak kami bawa pacar kami"jelas Mono.


"Kalian mau nonton di teater berapa?"tanya Rigel.


"Di teater 3 pak"jelas Mono.


"Bapak nyari Lala ya?"tanya Jono tiba-tiba.


Membuat Rigel jadi salah tingkah.


"Dia juga ikut kok dok cuma lagi ke toko buku sama temannya"jelas Jono.


Teman ya...tapi kenapa harus pria sih temannya itu ck...apa anak itu tidak bisa berteman dengan permpuan.


"Nah itu dia datang"tunjuk Bayu.


Saat melihat Starla melangkah ke arah mereka Rigel langsung pergi dari hadapan mereka.apa lagi dirinya saat ini entah kenapa merasa kesal karena melihat Starla bergandengan dengan Pria.


PINTU TEATER 3 TELAH DI BUKA


Terdengar suara rekaman yang menggema di bioskop dan mereka semua masuk sambil menunjukan tiket masuk mereka,dan secara kebetulan Rigel dan kawannya pun menonton di teater yang sama dan lebih kebetulan lagi bangku mereka berada di depan deretan bangku Rigel.


Astaga apa ini kenapa aku harus menyaksikan dirinya sedang berdua dengan pacar barunya sih...


Rigel kesal sendiri.

__ADS_1


Filim belum di mulai cahaya masih terang di dalam teater Starla membuka komik yang dia beli di toko buku tadi.


"La...elu nggak di omelin sama bapak beli buku mulu"Icha buka suara.


Telinga Rigel seolah menjadi panjang di saat mendengar Icha berbicara.


Suaranya seperti wanita.


Batin Rigel.


"Ya paling ngomel doang hehe buku udah selemari masih ajah beli buku mulu paling bilang gitu doang bapak mah hehe"


"Haha eh bentar gue ke toilet dulu ya"Icha beranjak dari kursinya.


Dan entah kenapa Rigel mengikutinya,Rigel mengikuti Icha dan saat sampai di depan toilet dia melihat Icha masuk ke toilet wanita bukan ke toilet pria. ya iyalah Gel Icha masuk ke toilet wanita secara dia itu permpuan tulen cuma penampilannya ajah laki banget.


Astaga jadi dia itu wanita.


Rigel tersenyum saat itu,dia lalu masuk lagi ke teater dan duduk di sebelah Manda,meski malas tapi dia senang karena melihat Starla ada di hadapannya saat ini.


Saat film di mulai Rigel hanya melihat ke arah Starla dia tidak memperdulikan film yang sedang tayang tersebut,film dengan genre komedi romantis itu mengundang banyak tawa dan juga emosi para penontonnya sama seperti hati Rigel saat ini dia senang dan tertawa kecil melihat tawa lepas di wajah gadis itu karena akting lucu sang aktor dan aktris.


Film berakhir dan.....


Blar....lampu terang menyala di teater tersebut dan para penonton yang menonton pun satu persatu bangkit dari kursinya,begitu pun rombongan anak dapur ini,dan Starla tak sengaja menoleh ke arah belakang bangkunya wajahnya langsung pucat saat melihat Rigel disana.


Astaga dia dia dia disini?


Starla panik dan langsung menggandeng tangan Icha berjalan cepat.


"La...elu kenapa mau pipis?kok buru-buru begini?"tanya Icha.


"Eh orang elu di kejar orang apa setan?"makin ngawur Icha berfikir.


"Udah Cha cepetan lah yang penting kita tingalin dulu ajah tempat ini"Starla masih berjalan cepat menuju eskalator.


"La cepetan juga pake lift kalo ke tempat parkir"usul Icha.


"Oo iya ya"Starla langsung menunggu lift.


Tapi ternyata keputusan Starla salah ternyata Rigel juga berada disana bersama ketiga teman mereka dan juga tamu yang ada di kantor Rigel tadi.


"La elu kemana tadi?"tanya Bayu.


"Ehm...gue"Starla bingung mau menjawab apa.


"Sebentar aku ada perlu dengan para karyawan ku ini kalian duluan saja"ucap Rigel pada Soni,Yola dan Manda.


"Kami tunggu di parkiran ya Gel"ucap Soni.


"Nggak usah aku pulang dengan Ben nanti menyusul kesini kalian pulang lah duluan"ucap Rigel dingin.


"Oke lah"Jawab Soni.tapi Manda memasang wajah kesal karena rencana makan malam bersama Rigel gagal karena para bawahan kecilnya ini.


"Kau pulang dengan siapa?"tanya Rigel dingin.

__ADS_1


"Dengan teman saya pak"jawab Starla polos.


"Kalian naik motor atau mobil?"masih ketus tapi masih ingin tahu.


"Naik motor pak"jawab Starla masih ketakutan.


"Hemmm aku ikut"


"Hah...."Starla bingung.


Sementara Icha terpukau dengan Rigel.


"Lee min ho"gumamnya.


"Cha elu kenapa?"tanya Starla bingung melihat sahabatnya tepukau dengan Rigel.


"La siapa?"bisik Icha sambil melirik ke arah Rigel.


"Yang punya rumah sakit bos besar itu Icha..."Starla berbisik panik.


"Òoo pantes elu ketakutan"Icha akhirnya faham kenapa temannya sedari tadi seperti orang ketakutan.


Lift terbuka dan mereka langsung berada di area parkir gedung ini.saat tiba di parkiran motor,Rigel masih mengikuti mereka membuat mereka bertanya-tanya karena bos besar mereka mengikuti mereka.


Motor mereka yang terparkir di barisan yang sama,saat Icha mau menaiki motornya,Rigel menarik tangan Icha.membuat mereka semua yang berada disana bingung.


"Aku sewa motor mu"ucap Rigel tiba-tiba.


Icha dan Starla hanya bengong begitu pun ketiga kampret.


Rigel mengeluarkan dompetnya dan memberikan sejumlah uang lembaran merah kepada Icha.


"Aku sewa motor mu"


"Terus kita pulang naik apa?"tanya Starla polos.


"Kau ikut dengan ku biarkan teman mu naik taksi"dengan se enaknya Rigel memberi keputusan.


"Hehe sebaiknya saya juga pulang bersama teman saya pak"Starla berusaha menghindari Rigel


"Nggak kamu pulang dengan saya,ada yang ingin saya bicarakan dengan mu"Rigel memaksa.


"Udah La...balik sama bos lu ajah,nanti gue ambil motor di rumah elu"Icha seolah mengerti dengan apa yang di iginkan Rigel.


Dan akhirnya Starla dan Rigel pun berboncengan dengan motor matic milik Icha yang entah mengarah kemana.


Ketiga kampret dan Icha hanya melambaikan tangan saja melihat kepergian Starla dengan Rigel.


Saat mereka sudah tak terlihat mulai lah mereka bergosip.


"dr.Rigel kenapa ya kayanya ada sesuatu deh sama Lala?"Jono telihat berfikir.


"He'eh dari kemarin aneh nanyain Lala mulu sama kita"fikir Bayu.


"Apa jangan-jangan?"mereka berspekulasi"ah nggak mungkin kan dokter Rigel suka sama Lala"ucap mereka bertiga bersamaan.

__ADS_1


Dan akhirnya mereka semua pun meninggalkan gedung mal tersebut dan menuju tempat tujuan mereka berikutnya sedangkan Icha menyewa taxi online untuk pulang ke rumahnya.


Bersambung.


__ADS_2