Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Prima


__ADS_3

"Sayang kenapa menangis?"tiba-tiba Rigel muncul di hadapan istrinya.


Starla terkejut saat melihat suaminya tiba-tiba berada di hadapannya.


"Eh....kak Igel,tidak kak aku tidak menangis hanya saja mata ku perih tadi terkena hand sanitaiser"Starla berbohong.


"Loh kok bisa hati-hati sayang...memangnya kamu tidak pakai kaca mata mu tadi?"Rigel mengelus pipi istrinya dengan sangat lembut.


"Jadi tadi saat aku memakai hand sanitaiser mata ku gatal dan ku lepas kaca mata dan aku langsung mengucek mata ku jadi perih dan keluar air mata hehe begitu kak"Starla mengarang cerita dia tidak mungkin menceritakan hal yang sebenarnya kepada Rigel karena dia tahu Rigel bisa marah bila tahu alasannya dirinya menangis.


"Hati-hati sayang...fuh...fuh..."Rigel meniup mata istrinya agar rasa perih di matanya berkurang.


Maaf kak aku bohong.


"Kak aku kembali ke dapur dulu ya"Starla pamit pada suaminya.


"Ya baiklah oia nanti bila sudah jam pulang tunggu aku di ruangan ku kita pulang bersama"


Starla hanya mengangguk.


Starla berjalan ke dapur utama dia melamun di depan loker.


"Woi...kenapa ngelamun mulu dari tadi?"tegur Icha tiba-tiba.


"Eh...elu Cha ngagetin ajah,nggak gue nggak apa-apa"Starla menutupi perasaannya dari Icha.


"Oo ya udah bagus lah kalo nggak apa-apa"Icha segera menutup pintu lokernya dan bersiap menyiangi sayuran tapi tiba-tiba appron Icha di tarik oleh Starla hingga Icha menghentikan langkahnya.


"Ada apaan?"tanya Icha yang tahu sebenarnya sedari tadi sahabat kecilnya ini sedang menyembunyikan sesuatu.


"Cha Prima koma Cha di ICU"suara Starla lirih.


"Apa?!"Icha mengecilkan suaranya.


"Kok bisa?"lanjutnya.


"Dia kecelakaan dan belum di ketahui indentitasnya,tapi gue ngenalin tatoo yang ada di tangan dia Cha,meski wajahnya tidak bisa di kenalin karena banyak luka tapi gue tahu itu dia dari tatoo itu"


"Astaga...terus gimana?"


"Gimana apanya?"Starla bingung.


"Gimana sama perasaan elu?"


"Perasaan gue?gue sedih ajah ngelihat dia kaya begitu Cha,tadi gue udah kasih kabar ke keluarganya dan mereka lagi menuju kesini"

__ADS_1


"Elu masih ada rasa sama dia?"tiba-tiba Icha melontarkan pertanyaan itu.


"Nggak Cha gue udah nggak ada rasa yang kaya gitu sama dia"


"Terus elu udah ada rasa sama dokter Rigel?"


"Apaan sih Cha..."Starla tersipu malu.


"Tuh kan muka elu merah berarti bener elu udah jatuh cinta sama dia hehehe jangan-jangan yang dari tadi elu lamunin itu dia lagi hihi"Icha terus menggoda sahabatnya.


Starla yang tersipu malu langsung berjalan keluar ruang loker dan langsung menuju ruangan sayuran untuk menyiangi sayuran tersebut.


Icha tertawa senang dia senang bila Starla sudah jatuh cinta pada suaminya sendiri karena bila begitu pernikahan mereka bukan pernikan kontrak lagi tapi benar-benar pernikahan karena cinta.


Rigel memeriksa pasiennya yang berada di ruang ICU.


"Apa masih belum di ketahui indentitasnya?"tanya Rigel pada suster Ester.


"Sudah dok tadi dan keluarganya sudah menuju ke rumah sakit ini"Ester tidak memberitahukan bahwa Starla lah yang mengenali pasien ini dia menjawab seperlunya saja.


"Oo bagus lah kalau begitu,semoga dia bisa melewati masa kritisnya"


Rigel lalu meninggalkan ICU dan pergi melakukan visit ke pasiennya yang lain yang berada di ruangan yang lain.


Mereka langasung menuju ruang ICU untuk menengok Prima,namun mereka benar-benar sangat terkejut saat melihat keadaan Prima yang sangat mengenaskan.


"Bu...ini barang-barang yang kami temukan saat pemuda ini di bawa kerumah sakit"suster Ester memberikan pakian yang dikenakan Prima saat dirinya mengalami kecelakaan.


Ibu langsung menangis histeris karena mengenali baju tersebut,baju itu memang milik anaknya dan di pakai saat dirinya tadi pamit pergi.


"Prima...hiks....hiks....bangun nak....kenapa semua bisa terjadi hiks...hiks..."ibu histeris di ruang ICU membuat Ester jadi ikut sedih dan berusaha menenangkan sang ibu.


"Bu....doa kan saja yang terbaik untuk anak ibu,semoga dia bisa melewati masa kritisnya dan kami semua akan melakukan yang terbaik untuk anak ibu"ucap Ester mencoba memberikan semangat untuk ibu Prima.


Ester membantu ibu keluar dari ruang ICU agar dirinya bisa tenang.


Ibu memeluki baju Prima yang sudah kotor dan bernoda darah,sambil menangis dia terduduk di bangku penunggu yang ada di depan ruang ICU.


Ayah dan Adinda sudah selesai mengurus administrasi untuk perawatan Prima dan kembali ke depan ruang ICU saat melihat ibu sedang menangis sambil memeluk baju Prima yang penuh noda darah ayah dan Adinda juga ikut histeris menangis.


"Bu gimana keadaannya?"tanya ayah.


"Dia koma yah...masa kritisnya belum lewat kita berdoa saja agar masa kritisnya lewat dan dia cepat sadar dari komanya hiks...hiks..."ibu masih histeris hingga ayah memeluk tubuh istrinya mencoba menguatkan hati istrinya yang sedang rapuh saat ini.


Adinda pun ikut menangis sedih karena kakaknya satu-satunya sedang mengalami ke naasan yang sangat naas.

__ADS_1


Dimana kak Lala ya...di tadi yang memberi tahu ku kakak ada disini.


Adinda mencoba menghubungi ponsel Starla,saat sudah terhubung tak lama Starla berjalan menuju ke depan ruang ICU.


"Ibu..."sapa Starla saat melihat ibu Prima.


"Lala..."Ibu langsung memeluk tubuh Starla.


"Kenapa Prima bisa kecelakaan La?"Ibu bertanya pada Starla karena ibu belum tahu Prima sudah putus dengannya yang dia tahu mereka masih berpacaran.


"Lala tidak tahu bu...Lala juga bisa mengenali Pri dari tatoo yang ada di tangannya kalau tidak Lala juga tidak akan mengenalinya"jelas Starla.


Adinda mengepalkan tangannya dia seolah menahan marah.


"Kak...bisa kita bicara?"ajak Andinda dia mengajak Starla menjauh dari ruang ICU.


Mereka berjalan menuju taman rumah sakit dan duduk di kursi yang ada disana.


"Ada apa Din?"tanya Starla lembut.


"Kak Beberapa hari yang lalu aku mendengar percakapan kak Pri dengan seseorang di telpon dia mengatakan kalau dirinya masih sangat mencintai kakak,apa kakak sudah putus dengan kak Pri?"tanya Adinda serius.


"Iya kakak mu yang meminta putus dua bulan yang lalu"jawab Starla polos.


"Kak...kembalilah pada kak Prima dia hanya mencintai kakak"Adinda memohon.


"Bukannya dia bersama Tina?"Starla bingung.


"Tidak kak?kak Pri memang selalu jalan dengan Tina tapi di hati kak Pri hanya ada kak Lala"Dinda menjelaskan tegas.


Bagai deru ombak yang menyapa Starla saat di tepi laut ucapan Adinda sungguh membuat hati Starla goyah.


"Kak kembalilah pada kakak ku,dia selalu murung kak akhir-akhir ini hanya kak Lala lah yang bisa membuatnya bersemangat"Adinda memegang tangan Starla.


"Maaf Dinda aku tidak bisa kembali pada Prima"ucap Starla lirih.


"Kenapa kak?apa kakak masih sakit hati aku tahu kak Prima pasti menyakiti hati kakak karena minta putus tapi itu hanya emosinya sesaat saja"Adinda mencoba membujuk Starla.


Starla menghela nafas dalam sebelum berbicara.dia tidak tahu yang di bicarakan Adinda itu benar atau tidak tapi yang dia sadari saat ini dirinya saat ini adalah istri seorang Rigel Adhirama.


"Dinda aku sudah menikah jadi aku tidak bisa kembali kepada kakak mu lagi"ucap Starla lirih.


Adinda terkejut bukan main saat mendengar pernyataan Starla.


...♡♡♡♡♡♡♡♡...

__ADS_1


__ADS_2