
Dua minggu kemudian.
Tak terasa sudah dua minggu pernikahan Starla dan Rigel berlangsung,dan selama itu pula Rigel dan Starla tinggal dan tidur dalam satu kamar dan selama itu pula Starla sudah terbiasa dengan pelukan Rigel Starla tidak bisa menolak atau marah pada Rigel karena Starla fikir Rigel melakukan itu tanpa sadar padahal tidak begitu Lala....Rigel sangat sadar saat memeluk tubuh mu di saat terlelap bahkan kau tidak pernah menyadari bila setiap malam dia selalu mencuri ciuman di bibir dan pipi mu meski itu hanya kecupan singkat.
Malam ini Rigel memberitahu Starla bahwa dirinya akan pulang terlambat karena ada operasi dadakan.
"Kau tidurlah duluan bila sudah mengantuk"ucap Rigel di telpon.
"Baiklah kalau begitu"Starla hanya menurut.
Tapi malam itu dia bukannya tidur dia tetap menunggu Rigel pulang bekerja,dirinya tidak bisa tidur entah kenapa ada sesuatu yang kurang malam ini tanpa ke hadiran Rigel di kamarnya dia jadi merasa kesepian di rumah yang sebesar ini.
Starla duduk di sofa yang ada di bawah tangga sambil bermain ponselnya,membaca novel online kesukaannya.bik Tumi melihat nona mudanya bersandar sendirian di sofa tersebut.
"Nona...kenapa belum tidur?tuan muda belum pulang dari rumah sakit ya?"tanya bik Tumi.
"Saya belum bisa tidur bik,Kak Igel masih ada operasi jadi pulang terlambat"jelas Starla lembut.
"Nona kesepian ya nggak ada tuan muda?"
Petanyaan bik Tumi membuat Starla jadi salah tingkah.
Saat dirinya sedang mengobrol dengan bik Tumi tiba-tiba ada suara dari luar halaman.
"Bik suara apa itu?"Starla ketakutan.
"Nggak tahu non sebentar ya saya lihat"
Starla pun mengikuti bik Tumi dia juga penasaran apa yang terjadi di halaman depan.
Starla memegang tangan bik Tumi karena dia ketakutan.
"Bik...apa di daerah sini suka ada perampokan?"Starla takut ada perampok yang masuk ke rumah Rigel.
"Tidak non selama bibik kerja disini aman kok nggak ada pencuri apa lagi perampok"jelas bik Tumi.
"Kalau binatang buas?"Starla makin ngaco pertanyaannya.
"Ini kota non bukan pegunungan atau hutan tidak ada binatang buas disini"jelas bik Tumi dia sendiri ingin tertawa mendengar pertanyaan konyol dari istri tuan mudanya ini.
"Terus apa dong?masa iya hantu?"ucapan polos Starla benar-benar mengundang tawa bik Tumi.
Saat mereka sampai di pintu utama dan bik Tumi membuka pintu.
Ceklek.
"SURPRISE.....SELAMAT ULANG TAHUN LALA...."Icha,ketiga kampret,Ben dan juga Rigel memberikan kejutan untuk Starla dia sendiri lupa kalau hari ini hari ulang tahunnya.
Starla nampak terkejut dan senang mendapatkan kejutan dari teman-teman dan suaminya.
"Kakak katanya akan pulang terlambat?"tanya Starla polos.
"Iya telat karena dia sibuk nyiapin kejutan ini untuk istrinya"celetuk tiga kampret.
Mendengar itu Starla langsung melihat ke arah Rigel yang memalingkan wajahnya saat Starla melihat ke arahnya.
"Ayo dong make a wis sebelum tiup lilinnya"Icha nyeletuk dia tahu ada sesuatu yang harus di cairkan di sini.
__ADS_1
Sementara Ben menatap tidak suka dengan mereka semua kecuali bosnya sendiri.
Starla berdoa sebelum meniup lilinnya.
Semoga kebahagiaan selalu hadir dalam setiap hidup ku aamiin.
Puh...
Starla meniup lilin ulang tahun dengan angka 20 itu.
"Terima kasih karena kalian ingat ulang tahun ku"ucap Starla.
"Sebenenya yang inget itu pak dokter bukan kita,kita mana tahu hari ulang tahun elu La"celetuk Mono.
Plak....
Rigel memukul kepala Mono dia kesal karena Mono kenapa harus mengatakan hal jujur begitu di saat Starla senang ketika teman-temannya mengingat hari ulang tahunnya.
Icha dan yang lainnya tertawa kecil melihat reaksi Rigel yang malu-malu di hadapan istrinya.
Dan entah keberanian dari mana ke empat anak itu mendorong tubuh Rigel agar mendekat dengan Starla dan langkah kaki Rigel pun terhenti di depan istrinya yang sedang memgang kue ulang tahun.
Dan dengan gugup dia mengucapkan selamat ulang tahun pada istrinya.
Dan dengan gilanya ke empat temannya itu menyorak soraikan.
"cium...cium...cium..."sorak sorai mereka berempat membuat mata Starla membola sempurna.
"Nggak usah disini ciumnya di kamar saja"Rigel asal bicara.
Starla mempersilahkan semuanya masuk kebetulan dia tadi memasak niatnya tadi memasak untuk Rigel makan malam tapi Rigel memberitahukan dirinya akan terlambat pulang hingga makanan itu hanya tersedia di meja dan belum di sentuh.
"Nona tadi sengaja masak untuk tuan muda,dia sendiri pun belum makan sepertinya menunggu kedatangan tuan muda"jelas bik Tumi.
Mendengar penjelasan bik Tumi Rigel langsung melihat ke arah Starla,kini giliran Starla yang salah tingkah.
"Terima kasih"hanya itu yang di ucapkan dokter Rigel pada istrinya.
"hemm aku juga berterima kasih karena kakak ingat hari ulang tahun ku"Starla canggung.
"Cie...."grup dapur mulai meledek lagi membuat kedua orang yang kikuk ini tambah kikuk.
"Kita makan yuk setelah itu kita pulang sebab masih ada kejutan dari pak dokter untuk istrinya"Jono nyeletuk dan semuanya pun setuju dengan ucapan Jono.
Mereka semua mengambil makanan yang tehidang di meja makan,Starla mengambilkan makanan untuk Rigel,Ben melihat itu.
Sudah seperti istri sungguhan saja dasar licik.
Batin Ben yang masih tidak menyukai Starla.
"Terima kasih"ucap Rigel ketika Starla menyajikan makanan untuknya.
Starla hanya tersenyum dan duduk dekat dengan Rigel.
"Kau tidak makan?bukankah tadi bik Tumi bilang kau juga belum makan malam makanlah"tanya Rigel lembut.
"Suapin lah pak dokter"ucap ketiga kampret berbarengan.
__ADS_1
"Ooo begitu baiklah karena hari ini hari ulang tahun mu aku supai kamu mau ya?"
"Ooo tidak perlu kak aku sudah tidak nafsu makan bila malam"Starla beralasan.
"Bukannya elu dulu suka di ajak makan malam-malam begini sama Prima ya La?"Icha keceplosan.
Suasana hati Rigel langsung berubah drastis saat mendengar nama Prima.
Rigel langsung bangkit dari kursinya.
"Kalian makanlah setelah itu pulang kerumah masing-masing aku tidak suka banyak orang di rumah ku lama-lama"Rigel ketus.
Rigel langsung berjalan ke arah tangga dan menuju lantai dua dan masuk ke kamarnya dia menggebrak pintu dengan keras hingga terdengar sampai ke meja makan,membuat yang mendengar terperanjat.
"Ahh elu sih Cha pak dokter jadi cemburu tuh" Bayu menyalahkan Icha yang keceplosan.
"Ya...maaf gue nggak sengaja"Icha merasa bersalah.
"Udah kita balik ajah yuk"Jono menarik tangan Icha.
Dan mereka berempat pun pamit pada Starla untuk pulang tinggalah Ben seorang disana.
Starla bingung kenapa Rigel marah seperti itu dia pun mengumpulkan semua keberaniannya untuk masuk kamar.
Di ketuknya pintu kamar Rigel tak ada jawaban Starla akhirnya masuk kedalam kamar dia mendengar suara gemercik air di kamar mandi.
Ternyata Rigel sedang mandi,Starla berinisiatif menyiapkan baju yang akan digunakan Rigel piyama tidurnya.
Saat Rigel keluar dari kamar mandi dia melihat Starla sudah berada di kamarnya,Rigel langsung masuk keruang ganti dan memakai pakaiannya yang dia pilih sendiri bukan pakaian yang telah di persiapkan Starla.
Rigel memasang wajah cemberut dia lalu duduk di sofa kamarnya dan mengambil buku yang biasa di bacanya.
Starla serba salah tapi dia akhirnya memberanikan diri bertanya pada suaminya ini kenapa dia marah tiba-tiba.
"Kak..."
Rigel diam tak menjawab dia masih membaca buku di tangannya.
Starla mendekat kepadanya.
"Kak Igel kenapa?"tanyanya Ragu.
Rigel bukannya menjawab dia malah melempar buku ke lantai dan tidur di sofa dan membelakangi Starla.
Starla semakin bingung dengan kelakuan suaminya yang tiba-tiba ngambek ini.tapi dia tak punya keberanian untuk bicara lagi.
Starla kembali ke ranjang dan mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Rigel,Rigel merasakan itu dia sebenarnya belum memejamkan matanya hanya berbalik badan saja.
Setelah Starla menyelimutinya Starla mengmbil buku yang di lempar Rigel ke lantai dan menaruhnya kembali di nakas,Starla mematikan lampu kamar dia lalu duduk di bawah ranjang sambil memainkan ponselnya.
Fikirannya sebenarnya tidak tenang entah kenapa dirinya sedih karena Rigel mendiaminya begini tanpa alasan yang jelas dia lebih suka Rigel marah-marah membentaknya dari pada mendiaminya begini.
Kenapa begini ya...kenapa hati ku sedih dia mendiami aku seperti ini.
Starla menangis di dalam kegelapan baru pertama kali dia menangis karena seorang pria,dan itu suaminya.
Bersambung.
__ADS_1