Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
3 Hari menjelang Pernikahan


__ADS_3

3 Hari menjelang pernikahan,Starla masih sibuk bekerja di rumah sakit berkutat di dapur dengan segala macam peralatan makan pasien,bahkan hari ini jadwal dia lembur.


"La....besok elu kan nikah kenapa pake lembur?"tanya Icha.


"Nggak apa-apa Cha,nikah palsu ini bukan nikah beneran jangan anggap serius lah"Starla dengan malas menjawab dan masih asik menata piring-piring ke atas raknya.


"Tapi La tetep ajah kan resmi negara dan agama"


"Ck...udah lah males gue bahasnya lu udah selesai kalau udah pulang bareng ya..." tanyanya pada Icha.


"udah yuk kita pulang bareng"icha dan Starla pun berjalan bersama menuju mesin absen.


Dan saat tiba disana Starla di kejutkan oleh tiga orang laki-laki yang berjejer di bawah tangga bersama dengan calon suaminya.


"Mereka lagi ngapai Sih?"Starla bingung.


Rigel menoleh ke arah Starla,dia mengibaskan tangannya meminta Starla mendekatinya sedikit ragu tapi punggungya di dorong Icha dari belakang hingga dia berjalan ke arah Rigel.


"Mulai besok kamu libur biar tiga kampret ini yang menggantikan shift mu"jelas Rigel.


Saat Starla mau protes Rigel langsung bicara lagi.


"Istirahat lah menjelang pernikahan kita"lanjut Rigel.


Trio kampret oleng mereka seperti meraskan gempa tektonik sangat besar saat mendengar Rigel mengatakan hal itu.


"La...elu ups"Mono segera menutup mulutnya karena takut dengan Rigel.


Begitu pun dengan Bayu dan Jono mereka menutup mulut mereka agar tidak keceplosan.


"kenapa kalian kaget?"tanya Rigel santai.


Oh astaga bagaimana mereka tidak kaget kak...kamu asal bicara saja di depan mereka seolah bangga akan menikah dengan ku dasar gila.


Batin Starla,ya Starla hanya bisa membatin.


"Ayo aku antar pulang"Rigel sudah menggandeng tangan Starla.


"Tunggu pak saya belum absen"ucap Starla pelan dan Rigel pun melepaskan tangannya agar Starla bisa absen pulang.

__ADS_1


"Cha....aku bareng..."


"Iya ngerti kok hati-hati ya"Icha melambaikan tangannya.


Rigel lalu meraih tangan Starla lagi dan menggandengnya dan mengajaknya berjalan ke area parkir khusus.


Setelah melihat Starla dan Rigel menghilang,trio kampret langsung mengepung Icha memberondong pertanyaan padanya.


"Elu tahu mereka mau nikah?"tanya Jono.


"Kapan pacarannya setahu gue Lala baru putus sama pacarnya"tanya Bayu.


"Tuh kan apa gue bilang dr. Rigel itu ada rasa sama Lala"tebak Mono.


"Cha...kok elu diem ajah jawab kita dong?"ucap mereka bersamaan.


"Hehehe udah jangan banyak tanya lihat ajah nanti,dan gue setuju sama elu Mon dr. Rigel memang punya rasa sama Lala"Icha menyetujui pemikiran Mono.


"Oia terus elu pada tadi berbaris rapih disini ngapain?"Icha bertanya tiba-tiba.


"Itu....dr. Rigel nyuruh kita gantiin Lala"ucap Bayu.


"Iya dia juga bilang suruh ngawasin Lala takut-takut ada dokter lain yang suka sama dia hehe padahal kan nggak mungkin"Jono asal bicara.


"Iya...ya....gue baru sadar hehe hebat juga tuh anak sekalinya dapet langsung yang punya rumah sakit ckckck"Jono menggelengkan kepala karena masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada.


"Ya...kita sebagai sahabat seharusnya kita doain semoga pernikahan mereka langgeng sampai akhir hayat aamiin"ucap Icha dan di amini juga oleh ketiganya.


Dan semoga kontrak itu mempersatukan kalian bukan memisahkan kalian aamiin.


Doa Icha untuk sahabat kecilnya.


Sementara orang yang menjadi topik pembicaraan mereka duduk berdampingan di sebuah mobil yang masih terdiam di area parkir,hari ini Ben tak mengantar Rigel lagi sejak akan menikah dengan Starla Rigel tak pernah di antar lagi oleh Ben,itu karena dia selalu ingin pulang bersama calon istrinya.


"Kenapa kakak memberitahu mereka?"Starla memberanikan diri berbicara.


"Mereka kan teman dekat mu seharusnya memang harus tahu dong berita bahagia tentang mu"ucap Rigel santai.


"Berita bahagia dari mana sih kak?"Starla memberanikan diri berbicara.

__ADS_1


"kita akan menikah apa kau tidak bahagia?"tanya Rigel kesal karena sepertinya gadis yang di sampingnya ini begitu tidak menginginkan pernikahan ini.


"Setiap wanita pasti bahagia kak ketika mereka akan menikah tapi pernikahan yang sebenarnya bukan pernikahan kontrak"jawab Starla lirih.


"Kau sendiri yang menginginkan ini Lala,bukan aku,kau ingat beberapa minggu yang lalu aku datang dengan keluarga ku melamar mu tapi kau tidak mau malah menyetujui pernikahan kontrak"Rigel kesal dan meninggikan suaranya,membuat Starla ketakutan Starla sadar Rigel marah dengannya oleh karena itu dia diam dan tak mau bicara lagi dengan Rigel dia takut Rigel lebih marah lagi dengannya.


Melihat Starla diam Rigel mulai menyalakan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju pintu keluar rumah sakit,saat sampai di dekat pintu keluar Starla melihat ke empat temannya sedang berjalan beriringan bersenda gurau menuju parkiran motor,Starla tersenyum melihat itu,Rigel tak sengaja melirik ke arahnya melihat calon istrinya tersenyum saat melihat ke arah teman-temannya.


"Kau tahu aku juga suka melihat mu dulu sewaktu pulang bekerja dan bercanda ria dengan mereka,jujur aku iri dengan persahabatan kalian"ucap Rigel lembut nada suaranya sudah menurun.


Starla menoleh ke arah Rigel memperhatikan wajah yang sedang fokus menyetir itu.


Tampan benar kata Icha dia mirip sekali dengan Lee Min Ho aktor korea itu,ups astaga Lala sadar La...elu nggak boleh jatuh cinta sama dia.


Batin Starla yang diam-diam mengagumi Rigel.


"Memang kakak tidak pernah punya sahabat?"tanya Starla ragu.


"Ada tapi sekarang mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing jadi kami sulit untuk bertemu"jelas Rigel gugup.


"Oo begitu teman-teman kakak pasti orang-orang sukses seperti kakak ya?"Starla juga gugup.


"Hemm...begitulah"


Starla hanya tersenyum saja mendengar jawaban Rigel.


Mobil keluar dari area rumah sakit dan mulai menembus angin malam.


Di perjalanan Rigel membicarakan masalah pengobatan bapak,dia akan membicarakan jadwal terapi dengan dokter spesialis syaraf untuk bapak setelah mereka menikah.Starla hanya mengangguk saja menyetujui ide Rigel.


Mobil sampai di lampu merah,Rigel jadi ingat saat pertama kali dirinya melihat Starla dari kaca bus wajahnya di penuhi peluh dan rambutnya sedikit berantakan karena angin,entah kenapa tiba-tiba ujung bibirnya tertarik dia tersenyum sendirian mengingat hari itu.


Starla bingung melihat Rigel tersenyum sendirian seperti itu.


Kenapa dia tersenyum sendiri?hemm mungkin dia sedang mengingat hal yang menyenangkan.


Fikir Starla.


Lampu berubah menjadi hijau,Rigel pun menginjak gas mobil lagi menuju tempat yang akan di tujunya,Starla tahu Rigel tidak akan membawanya langsung pulang ke rumah,Rigel pasti akan membawanya ke kafenya lagi karena begitulah kebiasaan Rigel akhir-akhir ini.

__ADS_1


Padahal dulu sewaktu belum dengan Starla Rigel selalu langsung pulang ke rumah dan tidak mampir kemana-mana,tapi saat dengan Starla entah kenapa setiap pulang bekerja dirinya selalu menghabiskan waktu dulu di luar rumah baru setelah itu kembali ke rumah,sepertinya dia selalu ingin menghabiskan waktu bersama Starla hanya saja caranya berbeda dan tidak pernah dia bisa ucapkan.


Bersambung.


__ADS_2