Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Bibit Unggul


__ADS_3

Hari terus berlalu tak terasa sudah satu bulan Lala keluar bekerja dari rumah sakit dan saat ini Lala dan Rigel sedang mendampingi bapaknya yang sedang mengikuti terapi di rumah sakit,bapak sudah mengalami banyak kemajuan,jari tangan bapak sudah tidak tertekuk lagi dan sudah bisa di gerakan bapak bahkan sudah bisa menulis,bapak pun sudah bisa berjalan tertatih meski masih berpegangan dengan tongkat berkaki empat.


Starla sangat senang mengetahui kondisi dan kemajuan kesehatan bapaknya,saat Starla sedang melihat bapaknya melakukan terapi tiba-tiba ponselnya berdering,dilihatnya ternyata suaminya yang menelpon.


"Sayang kamu masih di ruang fisioterapi?"tanya Rigel di telpon.


"Iya aku masih nungguin bapak,kakak ingin aku kesana?"tanya Starla.


"Tidak usah kebetulan aku juga tidak sedang di kantor aku masih di IGD,tunggu aku disana aku akan kesana menemui mu dan bapak"Rigel mulai berjalan ke arah ruang fisoterapi.


Starla menunggunya disana dengan sabar dan tetap melihat bapaknya melakukan terapi dengan seorang teraphis.


Tak lama Rigel muncul dari balik pintu,dia lalu langsung mengecup dahi istrinya sebelum mendekati teraphis tersebut bapak sampai menggeleng kepalanya karena melihat menantunya yang main sosor istrinya saja di hadapan orang.


Rigel menanyakan perkambangan bapak Markus kepada teraphis tersebut dia pun melihat data kesehatan bapak yang semakin hari semakin baik.


Bapak mendekat kepada Lala dengan menggunakan tongkat berkaki empat,saat mendekat bapak tersenyum kepada anak bungsunya itu,Starla jadi bingung karena bapaknya melihat dan tersenyum kepada anaknya dengan tatapan seperti meledek.


"Bapak kenapa melihatnya begitu?"tanya Starla bingung.


"Suami mu sepertinya sangat mencintai mu nak..."


"Eh...bapak"wajah Starla langsung merah saat bapaknya mengatakan itu.


"Oia bagaimana apa kamu sudah mengandung?"tanya bapak.


"Eh...iya...aku belum periksa bulan ini pak"Starla baru ingat Rigel memintanya mengingat kapan terakhir dia datang bulan tapi dia malah tidak mengingat-ingatnya.


Starla akhirnya membuka ponselnya dia melihat catatan di kalendernya sudah dua bulan ini dia belum datang bulan terakhir dia datang bulan itu saat sebelum mereka benar-benar melakukan hal itu.


Apa aku harus tes kehamilan ya?


Rigel lalu mendekati Starla dan bapaknya,dia melihat istrinya seperti melamun dan memikirkan sesuatu.

__ADS_1


"Sayang...kamu kenapa?"tanya Rigel.


"Eh...kak bisa kita bicara sebentar di luar?"Starla menarik tangan suaminya membawanya keluar dari ruangan Fisioterapi.


"Ada apa sayang kok sepertinya kamu kaya orang banyak fikiran begitu?"Rigel bingung.


"Kak ada nggak sih orang hamil di trimester pertama itu tidak menunjukan gejala hamil pada umumnya,seperti mual,muntah dan pusing?"Starla bertanya tiba-tiba.


"Ada sih yang kaya begitu,kenap...ah...apa kamu..."


"Ah...aku ingat sudah dua bulan ini aku tak pernah puasa sama sekali hehe"Rigel langsung melihat ke arah perut istrinya.


"Kita periksa ke bagian kandungan"Rigel langsung membawa Starla tapi Starla langsung menghentikan langkahnya karena ingin pamit sebentar kepada bapaknya.


Setelah berpamitan mereka langsung berjalan ke arah ruangan bagian kandungan,Rigel terus menggandeng tangan Starla sampai ke ruangan tersebut semua karyawan,perawat,dokter dan petugas keamanan pun tersenyum melihat kebersamaan mereka,melihat Rigel begitu mencintai Starla tanpa malu dengan status istrinya dulu yang hanya sebagai penyaji makanan pasien.


Rigel dan Starla sampai di depan ruangan kandungan Rigel langsung membuka pintu ruangan tersebut dan langsung meminta dokter kandungan memeriksa istrinya.


"dr. Miske tolong anda periksa istri saya karena sudah dua bulan ini dia belum datang bulan tapi dia tidak meraskan mual,muntah atau pun pusing"jelas Rigel.


"Apa ada keluhan lain selain anda terlambat datang bulan?"tanya dr. Miske.


"Apa kalau dada terasa kencang dan nyeri juga termasuk tanda Kehamilan dok?"tanya Starla malu-malu.


"Ehm...biasanya memang begitu kadang gejala kehamilan kadang hampir sama dengan gejala datang bulan,apa nona merasakan hal seperti itu?"


"Iya...buah mangga saya terasa kencang dan nyeri dan di bagian ini juga saya merasakan nyeri tapi tidak berlebihan hanya saja saya sering buang air kecil"jelas Starla menjelaskan kondisinya.


"Baik kita lihat sekarang ya..."setelah perawat mengoleskan gel dingin dr. Miske pun meletakan benda di bagian perut Bawah Starla.


Dan tak lama terlihat di monitor sebuah janin sudah berkembang disana.


"dr. Anda lihat kan?"ucap dr. Miske kepada Rigel.

__ADS_1


Wajah Rigel nampak berbinar saat melihat bentuk calon bayinya yang sedang tumbuh di rahim istrinya.


"Sayang...lihat lah itu anak kita"ucap Rigel antusias.


Starla pun hanya mengangguk dan tersenyum saja.


"Selamat ya dok anda akan menjadi seorang ayah,usia kandungan memasuki dua bulan dan janinnya sangat bagus dan sehat,sepertinya memang bibitnya sangat unggul"ledek dr.Miske.


"Dokter bisa saja"Rigel malu sendiri.


"Nona harus banyak istirahat pantas nona tidak boleh bekerja lagi sepertinya dr. Rigel sudah merasakan kehadiran sang buah hati"ledek dr. Miske lagi.


Starla dan Rigel pun hanya tersenyum saja mendengar perkataan dr. Miske.


"Kita beritahu bapak kalau bapak akan menambah cucu lagi,dan kita beri tahu ayah dan ibu karena ini adalah cucu pertama mereka"Rigel begitu antusias.


dr. Miske memberikan beberapa resep obat dan vitamin untuk di konsumsi oleh ibu hamil.


Mereka pun keluar dari ruangan kandungan dan Rigel mengantar Starla kembali keruangan fisioterapi saat dirinya melewati apotek Rigel sekalian menebus resep yang di berikan dr. Miske.


"Kamu harus banyak makan-makanan kaya gizi sayang agar bayi dan juga diri mu sehat"Rigel berjalan merangkul pundak istrinya.


"Iya...tapi kalau aku gendut kakak tidak akan berpaling kan?"tanya Starla dengan nada manja.


"hemft kau gendut juga karena mengandung anak ku,kau gendut juga karena hasil perbuatan ku masa iya aku berpaling karena perubahan hormon dan juga fisik mu tidak sayang"Rigel mencubit dagu istrinya karena gemas.


Starla tertawa kecil mendengar ucapan suaminya.


"Oia aku juga harus memberitahu Icha"ucapnya.


Icha saat ini bekerja di kafe milik Rigel setelah kakinya sembuh,dia menjadi kasir disana,Ben suka mengunjunginya kesana dan Icha suka bercerita dengan Starla kalau Ben selalu menemuinya dan mengajaknya berjalan-jalan,saat ini Icha juga sudah pulang ke rumah orang tuanya setelah kakinya sembuh walau belum sembuh total tapi dia sudah bisa berjalan tanpa tongkat dan tak pincang lagi.


"Beritahu semua teman mu kita akan makan di kafe kita rayakan kebahagiaan kita bersama mereka semua"ucap Rigel yang saat ini sudah berada di depan ruangan fisioteraphi.

__ADS_1


...♡♡♡♡♡♡♡...


__ADS_2