Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Malam Pertama


__ADS_3

"Buahahaha"Icha tertawa terbahak-bahak di taman dengan ketiga kampret.


Mereka mentertawakan kejadian saat mejelang pernikahan tadi.


Icha sampai memgangi perutnya karena kram sangking gelinya tertawa,sebab saat tadi di meja pelaminan dirinya manahan tawa,begitu pun ketiga kampret yang tadi sempat panik saat melihat darah keluar dari hidung Rigel.


Flash back.


"Rigel astaga...hidung mu mimisan lagi?!"teriak ibunya.


Spontan semua keluarga ikut cemas dan Bayu yang kebetulan berada di dekat meja pengantin langsung memberikan tisu yang kebetulan ada di sana,untung saja darah belum menetes melewati bibir bila sudah melewati bibir bisa di pastikan jas pengantin berwarna putih itu terkena noda darah Rigel.


Starla yang berjalan menuju meja pengantin menghentikan langkah kakinya,sedangkan Icha yang di sebelahnya bibirnya kedat kedut menahan tawa.


Rigel di bantu ibunya menyumbat hidungnya sementara.


"Kamu ini gimana ibu kan sudah bilang untuk menjaga kesehatan sebelum menikah,jadi begini kan pada hari H nya kamu sakit lagi"omel ibu.


"Igel baik-baik saja bu...tidak perlu khawatir ini hanya efek kedinginan saja"kilah Rigel yang sibuk menyumbat hidungnya dengan tisu.


"Ck tapi tetap saja Gel"ibu pusing sendiri dengan ulah anaknya.


"Apa acara pernikahannya bisa kita lanjutkan?"tanya penghulu.


"Bisa pak saya sudah tidak apa-apa kok"ucap Rigel yang langsung bangun dari kursinya dan menuju meja pernikahan lagi.


Flas back off.


Dan kini ke empat sahabat Starla yang sedang duduk berbarengan di taman tertawa bersama mentertawakan kejadian tadi,tapi mereka tidak berani membicarkan Rigel secara terang-terangan karena bisa bahaya ini di acara ini lebih banyak keluarga Rigel yang hadir dari pada keluarga Starla,dari pihak Starla hanya ada bapak,dan ke empat kakak kandung Starla yang menyempatkan diri datang dari luar kota.


Rigel di panggil oleh ayahnya yang sedang berkumpul dengan saudara-saudaranya.hingga Starla di tinggal sendirian dan dia memilih duduk sendiri di taman karena dia sendiri kesulitan bila berjalan kesana kemari menggunakan gaun pengantin yang sangat ribet itu.

__ADS_1


Starla celingukan mencari keberadaan ke empat temannya,tapi tiba-tiba seseorang menegurnya dari belakang.


"Selamat menempuh hidup baru"ucap seaeorang pria dari arah belakangnya.


Starla hanya mengangguk dan tersenyum kaku pada pria tersebut,dia mengenal pria tersebut,tapi sepertinya pria tersebut tidak mengenali Starla.


"Perkenalkan saya Alex sahabat dan sepupu Rigel"Alex mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Starla.


Starla hanya tersenyum keki dia bingung harus kah dia menjabat tangan dr. Alex begiu fikirnya.


Tapi saat dia sedang kebingungan tiba-tiba Rigel muncul dan menepis tangan Alex.


"Dia istri ku Lex"tatapan Rigel langsung menghujam ke arah Alex.


"Ayolah Gel...semua orang juga tahu dia istri mu,aku hanya ingin berkenalan saja dengannya apa salah?"ucap Alex santai.


"Salah kalau mau berkenalan dengan yang masih gadis Lex bukan dengan istri orang"Rigek ketus.


"Astaga Rigel...aku tahu istri mu sangat cantik tapi apa kamu tidak berlebihan kita kan saudara sepupu masa dengan saudara saja kau cemburu"perkataan Alex sangat menjengkelkan di dengar oleh Rigel.


"Maaf aku meninggalkan mu sendirian tadi,kemana tiga kampret dan Icha ya?"Rigel cingukan mencari ke empat sahabat Starla.


"Aku tidak apa-apa kak biarkan mereka mungkin sedang makan"ucap Starla lembut dan dia tak sengaja memegang tangan Rigel seolah memberikan tanda bahwa dia baik-baik saja.


Tapi fikiran Rigel menangkapnya lain,dia berfikir Starla menginginkan dirinya lah yang selalu ada disisinya bukan teman-temannya.


Di sisi lain Ben yang melihat ke akraban Icha dengan ketiga kampret dan melihat canda tawa mereka yang sangat asik,bukan sebenarnya dia lebih fokus pada Icha dia sebenarnya pangling dengan gadis itu karena penampilannya berubah drastis dari biasanya.


Bisa juga dia menjadi perempuan ku fikir dia bukan perempuan.


Ben menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum sendirian tapi senyumnya dia sembunyikan di balik gelas yang dia pegang dia berpura-pura minum dengan gelas tersebut padahal dia menyembunyikan senyumannya.

__ADS_1


Rigel mendapati ketiga kampret dan Icha sedang berkumpul di satu meja,Rigel pun mengajak Starla mendekat pada mereka.


"Kalian berkumpul disini,aku titip istri ku pada kalian jaga dia baik-baik tadi dia digoda oleh saudara ku"Rigel berbicara pada mereka berempat dengan tatapan serius.


"Aku tinggal kau dengan mereka sebentar ya ,ayah masih ada yang di bicarakan dengan ku"ucap Rigel lembut pada Starla sangat berbeda saat berbicara dengan kawan-kawannya tadi.


Starla hanya mengangguk lembut saja,Rigel pun meninggalkan Starla dengan teman-temannya.


"Aih...dr. Rigel beneran sayang ya La sama elu?"ucap Bayu pelan,dan ketiga temannya pun mengangguk setuju.


Starla yang malah kebingungan dengan mereka kenapa mereka menilai Rigel begitu menyanginya,padahal mungkin ini cara dia menutupi sebuah fakta bahwa pernikahan ini hanya pernikahan kontrak saja.


Malam telah tiba, bintang yang bertebaran di langit menghias malam dan rembulan pun tersenyum pada bumi ini membuat langit malam ini semakin indah di pandang di daerah pegunungan seperti ini.


Kedua mempelai yang sudah terlihat lelah pun telah meninggalkan tempat acara padahal ini hanya acara kecil tapi tamu dari keluarga Rigel tak ada berhentinya berkunjung,sedangkan bapak dan ke empat kakak Starla dan ke empat teman Starla pun sudah pamit lebih dulu sejak sore tadi.


Rigel dan Starla melangkah bersama ke tangga di lantai dua dimana sudah di persiapakan kamar pengantin untuk mereka bermalam berdua di sana.


Rigel membuka handle pintu sambil menggandeng tangan Starla,ketika pintu di buka kamar pengantin yang di hias cukup sederhana tapi masih terlihat elegan dengan tema berwarna putih sesuai dengan pakaian pengantin dan tema pesta di taman tadi semua berwarna putih mulai dari renda,tirai,taplak meja hingga bunga yang ada disana juga berwarna putih.


Dan saat ini kamar ini pun di hias berwarna putih mulai dari seprei,tirai ranjang,tirai yang menempel ditembok semua berwarna putih hanya kelopak bunga mawar yang berterbaran membentuk hati yang berwarna merah menghiasi seprei berwarna putih itu.


Rigel langsung melepas pegangannya dari tangan Starla dan menjatuhkan dirinya di atas kasur hingga membuat kelopak mawar merah itu bertebaran kemana-mana dan wangi bunga tersebut pun menyeruak di kamar tersebut.sementara Starla kebingungan harus kemana,gimana dan harus apa,dirinya pun lelah bukan main tapi disana hanya ada sebuah ranjang pengantin tak ada sofa atau pun kursi.


ya ampun aku harus bagaimana.


Rigel yang menyadari istrinya masih berdiri di depan pintu langsung menoleh ke arahnya.


"Lala kenapa melamun apa kamu tidak lelah istirahat lah"ucap Rigel lembut.


Starla hanya tersenyum kaku,dia lalu berjalan ke arah tasnya yang sudah ada disana dan mengambil pakaian tidurnya dan tak lupa koyak kaca matanya,dia berencana mandi dahulu dan berganti pakaian setelah itu baru istirahat biarlah dia tidur di atas karpet saja asalkan tidak seranjang dengan Rigel begitu lah fikirannya.

__ADS_1


Selasai mandi Starla yang sudah rapih baru keluar dari kamar mandi,tapi dia di kejutkan oleh Rigel yang sudah membuka bajunya dan hanya mengenakan celana panjang saja,dadanya yang putih dan mulus itu ter ekspos di mata Starla.


Bukan Starla bukan terpesona dengan pemandangan ini tapi,dia malah takut dia takut Rigel berbuat macam-macam di malam pertama mereka.


__ADS_2