
Starla hanya diam terpaku di depan pintu kamar mandi,Rigel menyadari hal itu dia lalu berjalan ke arah Starla.Starla gugup setengah mati karena Rigel semakin mendekat padanya.
"La...ngapain di sini?kamu masih mau pakai kamar mandinya?"tanya Rigel santai dia sama sekali tidak menyadari kalau istrinya saat ini sedang ketakutan olehnya.
"Eh...tidak kak aku sudah selesai"Starla gugup hingga dia hanya bisa menunduk.
"Oo kalau begitu bisa kau minggir kau menghalangi jalan ku,aku juga ingin mandi"Rigel benar-benar tidak peka akan ke takutannya Starla.
Starla pun segera menggeser kakinya dan menjauh dari pintu kamar mandi.
Starla duduk di karpet dan langsung membuka ponselnya yang seharian ini dia abaikan,dia lihat ada beberapa notifikasi dari aplikasi novel onlinenya.
Dan dia pun membaca novel-novel kesukaannya,untuk menghilangkan rasa gugupnya malam ini.
Suara pintu kamar mandi tersengar di buka dan muncul lah Rigel dari kamar mandi dan hanya memakai handuk yang melingkar di pinggulnya Starla yang tidak sengaja melihat itu langsung gugup dan tangannya gemetar hingga dia menjatuhkan ponselnya di atas karpet.
Rigel berjalan santai ke arah tasnya yang berisi pakaian gantinya dia masih tidak menyadari kalau dirinya kini sudah memiliki istri hingga ketika dia membuka handuk tersebut membuat Starla berteriak.
"Tunggu kak?!"teriak Starla dan Rigel menyadari itu.
"Ah...iya aku lupa maaf La aku terbiasa sendirian solanya hehe"Rigel akhirnya mengambil piayama tidurnya dan membawanya ke kamar mandi dan dia pun mengganti pakaiannya di kamar mandi.
Starla bernafas lega.
Bagaimana dia bisa lupa sih ada aku disini,ck jangan-jangan dia sengaja lagi...huft lagi pula kenapa di kamar ini juga tidak ada sofa sih...hiks...aku takut....
Jerit hati Starla.
Rigel keluar dari kamar mandi dan sudah memakai piyama lengkap.melihat istrinya terduduk di atas karpet dan bersandar di pinggir ranjang Rigel pun bertanya.
"La...kok duduknya di bawah?"tanya Rigel.
"Eh...iya kak nggak apa-apa aku biasa begini"jawab Srarla gugup.
Rigel berjalan ke sisi ranjang dan duduk disana.
"Duduklah disini apa kamu tidak lelah seharian bertemu banyak orang?" Rigel menepuk sisi ranjang yang kosong.
__ADS_1
"Nanti saja kak aku sudah nyaman disini hehe kakak istirahat saja duluan"Starla masih mencoba menghindar.
"Kamu takut aku ngapa-ngapain kamu?"pertanyaan Rigel langsung membuat Starla membeku.
"Tenang saja La...aku bukan orang yang ingkar janji kok,terserah kamu lah aku lelah ingin tidur"Rigel memejamkan matanya.
Starla masih duduk di bawah ranjang dan berkutat dengan ponselnya,dirinya pun menarik bantal yang ada di atas ranjang dan memindahkannya di bawah dia berbaring di atas karpet tersebut sambil mengutak-atik ponselnya hingga kantuk pun mengalahkannya,dan dia pun tertidur disana.
Tengah malam Rigel membuka matanya dia melihat disisinya tak ada istrinya,dia berfikir Starla benar-benar takut dia sentuh,Rigel mendapati Starla tertidur di bawah ranjang dan meringkuk seperti kedinginan.
"ck kau ini tidak kuat dingin istri ku..."gumamnya yang lalu segera mengangkat tubuh Starla dan memindahkannya ke atas kasur.
"Engggg"Starla menyadari ada orang yang mengangkat tubuhnya,dia lalu membuka matanya dan melihat suaminya sedang menyelimuti tubuhnya.
"Kak....apa yang kakak lakukan?"Starla panik.
"Kau kedinginan karena tertidur di bawah mangkanya aku pindahkan ke atas agar badan mu hangat"jawab Rigel santai.
"Tapi..."
"Sudah jangan tapi-tapi nanti kamu sakit,aku janji aku tidak akan macam-macam sama kamu,kecuali memang kamu yang menginginkannya"
"Otak ku ini bukan otak mesum kak"teriaknya dari balik selimut dan Rigel tertawa kecil mendengar ucapan istrinya.
Rigel pun tidur di sebelah Starla dengan di batasi oleh guling diantara tengah-tengah.ya malam pertama pengantin mereka hanya sebatas seperti ini saja,Rigel harus menepati janjinya kepada Starla janji tertulis yang telah tergaris bawahi di surat perjanjian mereka.
Pagi hari seluruh keluarga sudah bersiap di meja makan,untuk menikmati sarapan pagi dan kedua pengantin baru ini pun ikut bergabung hanya saja satu pemandangan aneh di nilai oleh papah Adhirama pengantin baru terlihat tidak ada romantisnya sama sekali jangankan romatis berpegangan tangan saja tidak apa lagi sampai peluk cium.
Papah Adhirama jadi teringat saat kemarin pernikahan setelah selesai mengucapkan janji mereka di depan penghulu Rigel tak sama sekali menyentuh istrinya biasanya mempelai pria selalu mencium istrinya setelah melakukan janji pernikahan tapi tidak dengan putra sulungnya ini.
Apa mereka masih malu-malu atau anak ku yang tidak mengerti cara memperlakukan istrinya itu seperti apa karena selama ini dia belum pernah sekali pun jatuh cinta?akh...tapi dia kan sudah dewasa dia seorang dokter specialis loh masa iya dia masih sepolos itu?.
Papah jadi memeras otaknya memikirkan perlakuan anaknya yang tidak biasa kepada istrinya.
Tapi...kenapa waktu itu mereka nekat melakukan itu di atas gedung waktu itu hal memalukan.
Masih berfikir.
__ADS_1
"Pah...kenapa melamun?"tanya mamah saat melihat suaminya melamun di meja makan.
"Ah...tidak apa-apa mah hanya saja papah bingung dengan pengantin baru ini?"papah melihat ke arah Rigel dan Starla.
"Bingung kenapa pah?"Rigel bertanya.
"Ya bingung saja pengantin baru tidak ada mesra-mesranya,apa kalian ini benar-benar saling mencintai?"tanya papah.
"Ya saling cinta lah pah kalau tidak mana mungkin kami menikah ya kan sayang?"Rigel langsung memegang tangan Starla dan Starla hanya mengangguk saja.
"Kami tidak mengumbar kemesraan di depan umum pah,cukup hanya kami berdua saja yang tahu"lanjut Rigel.
Papah lalu tersenyum puas setelah mendengar penjelasan anaknya.
Dr. Rigel ini pintar sekali ya mengarang cerita ,seharusnya dia ini menjadi penulis novel atau drama pasti sukses,setiap ucapannya sungguh menyakinkan.
Batin Starla.
Mereka pun menikmati sarapan yang telah di sajikan.
"Rigel sebaiknya kalian tinggal di rumah saja dulu jangan di rumah mu"ucap mamah tiba-tiba.
"Rigel punya rumah sendiri mah,lagi pula Rigel dan Lala ingin mandiri ya kan sayang?"Rigel memegang tangan Starla lagi.
Dan Starla hanya tersenyum dan mengangguk saja.
Bisa nggak sih nggak nyari-nyari kesempatan pegang-pegang tangan terus dari tadi eeerrrrrr.
Starla kesal sendiri karena sejak tadi Rigel terus memegang tangannya setiap berbicara.
"Iya mah...biarkan mereka berdua dulu biar kita cepat dapat cucu"
"Uhuk...uhuk...uhuk..."Starla tersedak air yang dia minum ketika mendengar ucapan papah.
"Sayang...kamu baik-baik saja"Rigel mengelus-elus punggungnya.
Membuat hati Starla berteriak lagi.
__ADS_1
Aaaaa pak dokter tolong lah tangan mu ini jangan pegang-pegang terus bisa tidak sih.....aaaaaa.
Bersambung.