
Starla sudah mengenakan pakaian sehari-harinya celana panjang bahan dan kaos longgar,dan kini dirinya masih berada di kamar Rigel dia masih takut kembali ke kamar yang di sediakan Rigel di sebelah.
Sementara Rigel masih sibuk mengurusi hidungnya yang masih mengeluarkan darah,Starla melihat hal itu dan dia berinisiatif membantu Rigel.
Starla mendekat pada Rigel dan membantunya membersihkan darah yang masih menetes di hidungnya itu.
"Aku bisa sendiri La...tak perlu repot"Rigel menolak bantuan Starla dia tidak mau hidungnya malah mengeluarkan darah lagi ketika melihat wajah istrinya begitu dekat dengannya.
"Apa kakak sering begini?"tanya Lala polos dia duduk di samping Rigel.
"Maksud mu?"Rigel masih menyumbat hidungnya sengan tisu.
"Itu hidung kakak apa baik-baik saja? Karena sudah beberapa kali aku lihat kakak selalu mimisan kakak baik-baik saja kan?kakak tidak terkena penyakit kronis kan kak?"Starla menanyakan sederetan pertanyaan kepada Rigel.
"Hemmm tenang saja aku sehat-sehat saja aku mimisan ini karena...."Rigel tak bisa meneruskan kata-katanya karena alasan di balik hidungnya mimisan itu karena tak tahan melihat lekuk tubuh istrinya sendiri.
"Karena apa kak?"Starla memasang wajah polos membuat Rigel makin salah tingkah.
Gemasnya ingin kucubit rasanya hidung kecil mu itu La...
Rigel membatin sendiri.
"Karena perubahan suhu sejak kemarin kan kita berada di suhu yang berbeda oleh karena itu hidung ku ini begini,kalau ke dinginan ya mimisan dan kalau kepanasan juga mimisan hehe jangan kaget ya"Rigel menjelaskan secara logis saja padahal bohong banget.
Dan Starla pun percaya saja.
Tok...tok...
Terdengar suara pintu di ketuk.
"Tuan muda ada yang bisa saya bantu tadi anda memanggil saya"terdengar suara pak Kus dari balik pintu.
"Ya pak Kus masuklah"Ucap Rigel.
Cekelek.
Pak kus pun masuk ke dalam kamar Rigel di lihatnya begitu banyak tisu berceceran di lantai dengan noda darah, dan di lihat rambut Starla pun basah,tapi dia tidak melihat Rigel yang membuang sumpalan hidungnya itu,dan darah dari hidung itu pun sudah berhenti keluar saat pak Kus masuk.
Ya ampun pak dokter habis perang kayanya nih sama istrinya.
Batin pak Kus.
"Pak Kus tolong singkirkan laba-laba yang ada di kamar sebelah istri ku ketakutan tadi,dan tolong panggil bik Tumi tolong bereskan seperei ku karena banyak darah"pinta Rigel.
"Biar aku saja kak yang merapihkan sepreinya"ucap Starla tiba-tiba.
"Tidak usah biar mereka yang kerjakan kamu istirahat saja masih lelah kan?"ucap Rigel lembut.
aura pengantin baru emang beda ya.
__ADS_1
Batin pak Kus saat melihat keduanya sangat akrab.
"Tapi kak ini noda darah"
"Bik Tumi tahu cara membersihkannya biar dia yang mengerjakannya kamu kalau mau bantu siapkan saja seprei yang baru kamu ambil saja di ruangan itu dan pasangkan"ucap Rigel yang langsung duduk di sofa kamarnya.
Starla pun masuk kedalam ruangan yang di tunjuk Rigel saat dia menggeser pintu ruangan tersebut dirinya di buat takjub.
Wah...ini distro pakaian?
Batinnya.
Di lihatnya begitu banyak pakaian berjajar menggantung rapi dan ada beberapa selimut dan seprei yang juga terlipat rapih,sepatu yang berjajar,jam tangan yang tersusun rapi di lemari kaca bahkan ikat pinggang pun di tata secara rapih di lemari kaca.
Astaga dr. Rigel memang mempunyai selera sangat tinggi ya...hemm.
Starla tersenyum sendiri mengingat itu.
Starla keluar dari ruangan tersebut dengan membawa seprei dan selimut yang di peluk di dadanya.Starla lalu memasangkan seprei itu di kasur milik Rigel sementara Rigel terlihat tertidur di sofa yang menghadap balkon kamarnya yang jendelanya terbuka,hembusan angin yang lembut membuat Rigel tak bisa menahan kantuknya lagi,Starla melihat hal itu dia lalu menyelimuti tubuh Rigel dengan selimut.
Tapi saat dirinya melebarkan selimut di tubuh suaminya tiba-tiba tangannya di tarik oleh Rigel hingga tubuhnya jatuh terjerembab ke atas tubuh Rigel,dan pada saat itu juga bik Tumi masuk ke kamar Rigel untuk mengambil seperei kotor di kamar tersebut.
Bik Tumi langsung menutup matanya ketika melihat adegan itu,adegan dimana Starla berada di atas pelukan suaminya.
"Kak...kak Igel...kak...bangun kak aku tidak bisa bergerak"bisik Starla dia tidak bisa bergerak karena Rigel memeluknya erat.
"Hemm sejak kapan guling ku ini bisa bicara"Rigel masih belum sadar dari tidurnya dia menganggap Starla guling yang biasa di peluknya saat tertidur.
Astaga dia menganggap aku guling.
Starla menupuk dahinya sendiri.
Bik Tumi jadi mengendap-ngendap mengambil seprei di kamar tuan mudanya,dan Rigel terlihat begitu lelap tidur dengan memeluk tubuh istrinya.
Hingga Starla pun ikut tertidur di pelukan suaminya.
Hangat kenapa tubuhnya begitu hangat dan nyaman ya.
Batin Starla sebelum dia benar-benar terlelap di pelukan suaminya dan keduanya akhirnya tertidur di sofa saling berpelukan.
Dua jam kemudian.
Rigel berusaha membuka matanya saat dia membuka matanya hal yang pertama dia lihat adalah wajah lelap istrinya yang terlelap di pelukannya,dia tersenyum melihat itu,dia tidak terkejut karena sebenarnya tadi dia sadar dia menarik tangan Starla memeluknya dan menjadikannya guling dia sadar itu dan dia berpura-pura tertidur,aish...Rigel ternyata bisa juga ya cari kesempatan ternyata dia benar-benar pintar,beri tepuk tangan untuk dokter yang satu ini karena bisa mengelabuhi kepolosan istrinya ini.
Rigel iseng mengelus pipi istrinya yang menepel di dadanya tapi sentuhan Rigel malah membangunkan Starla,hingga Rigel berpura-pura tidur lagi.
"Emmmm"Starla bangun dia lalu beranjak dari pelukan Rigel yang sudah mengendur.
Starla melihat Rigel masih terpejam dengan wajah kantuknya.
__ADS_1
"Dia masih tertidur,tidurnya lama juga hoam...sudah malam rupanya"Starla melihat ke arah luar jendela.
Dia berjalan ke arah jendela dan menutup jendela terebut,dirinya ingin kembali ke kamar sebelah namun masih takut hingga akhirnya dia memutuskan untuk duduk di sisi ranjang saja.
Rigel membuka matanya melihat istrinya masih berada di kamarnya,Starla menyadari Rigel sudah bangun dari tidurnya.
"Kakak sudah bangun?"tanya Starla.
"Hemm kamu mau tidur bersama ku disini?"tanyanya.
"Bukan begitu kak aku takut kembali ke kamar itu takut laba-laba besar itu masih ada"Starla yang polos sungguh menggemaskan di mata Rigel.
"Memangnya sebesar apa sih?"Rigel bertanya karena memang tadi dia tidak sempat melihat bentuk laba-laba yang di lihat istrinya ini.
"Sebesar telapak tangan kak dan berbulu warnanya hitam ada corak merah di tubuhnya seram kak"jelas Starla.
"Oh...astaga itu Lili,kenapa dia bisa lepas dari kandangnya sih"Rigel langsung bangkit dari sofa dan keluar kamarnya.
Rigel lalu berteriak memanggil pak Kus lagi,menanyakan apa dia sudah mengurus laba-laba yang di lihat Starla tadi,Pak Kus memberi tahu dirinya sudah mengurus laba-laba tersebut.
Starla yang bingung karena dia melihat Rigel keluar tiba-tiba dan mengikutinya,tapi dia terkejut ketika melihat Rigel memegang laba-laba besar itu di tangannya.membuat Starla berteriak lagi.
"Jangan takut La dia peliharaan ku namanya Lili"
Starla malah menjauh dari suaminya karena takut bulu kuduknya merinding saat melihat laba-laba besar itu berjalan di lengan Rigel.
"Jangan mendekat pada ku kak aaaaa aku takut"Starla berlari ke lantai dua dan masuk ke kamar Rigel.
Rigel sedikit kecewa karena istrinya memiliki phobia pada laba-laba padahal Rigel sangat menyukai hewan tersebut,dia lalu menaruh Lili di kandang kacanya lagi,dan menyusul istrinya di kamarnya.
Rigel mengetuk pintu kamarnya sendiri karena Starla mengunci pintunya dari dalam.
"La...buka dong...aku mau masuk"
"Jangan bawa laba-labanya masuk kak aku takut"teriak Starla dari balik pintu.
"Iya tidak aku sudah menaruhnya di kandangnya"
Starla lalu membuka pintu tersebut tapi dia melihat Rigel lalu menjauh darinya lagi,dia masih takut karena Rigel tadi memegang laba-laba tersebut.
Starla ingin keluar dari kamar Rigel dan kembali ke kamar sebelah tapi langkahnya terhenti ketika Rigel mengatakan sesuatu.
"Sebaiknya kamu jangan tidur di kamar lain karena Lili suka masuk kamar lain bila keluar dari kandangnya hanya kamar ku saja yang tak pernah dia masuki karena aku selalu menutup pintu kamar ku"
Starla menghentakan satu kakinya karena kesal,tapi itu menggemaskan di mata Rigel,karena sebenarnya yang di bilang Rigel itu adalah bohong peliharaannya tidak pernah lepas dari kandangnya baru kali ini hewan itu keluar dari kandangnya dan itu juga entah kenapa bisa masuk ke kamar yang seharusnya di tempati Starla.
Terima kasih Lili.
Batin Rigel senang karena Starla tidak mungkin mau tidur dan tinggal di kamar lain selain di kamar ini dan terpaksa harus satu kamar dengan suaminya ini.
__ADS_1
Bersambung.