Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Sempurna


__ADS_3

Setelah memeriksa Prima yang ke adaannya sangat memprihatinkan karena dia masih histeris di ruangannya hingga terpaksa Rigel menyuntikan obat penenang dan saat ini dia sudah berada di ruangannya menemui istrinya yang terlihat cemas. Sebenarnya Rigel tidak suka melihat wajah seperti itu terlukis di wajah istrinya.


Rigel menghela nafas dalam,Starla yang dapat membaca suasana hati suaminya tak berani bertanya apa pun tentang kondisi Prima meski dia sangat khawatir dan penasaran bagaimana kondisi orang yang pernah hadir di masa lalu itu.


"Kakak ayo makan,kakak lapar kan?aku masak ikan salmon saus asam manis"ucapnya canggung padahal dia sudah berusaha mati-matian berkata sesantai mungkin tapi entah kenapa masih saja ke canggungan itu menderanya.


Rigel berjalan ke arah sofa di sana sudah ada kotak makan tiga susun.


"Aku juga buat brownis coklat lumer untuk dessert siang ini"Starla membuka satu kotak terpisah


"Semoga kakak suka dengan yang aku masak hari ini"Starla tesenyum.


Grab...


Rigel langsung memeluk tubuh istrinya,dan Starla pun memeluk tubuh suaminya.


"Jangan pernah kesini lagi sayang"bisiknya lirih dan Starla hanya mengangguk saja.


Starla bisa merasakan suara Rigel gemetar karena menahan emosinya.namun dia masih mengesampingkan egonya karena biar bagaimana pun Prima itu adalah pasiennya sulit baginya membagi perasaan pribadi dengan perasaannya sebagai dokter yang bertugas menolong orang yang sedang kesakitan.


"Kakak makan ya..."ucap Starla lembut.


Rigel mengendurkan pelukannya dan mengecup bibir istrinya sekilas.


"Aku sayang kamu"Rigel mengelus wajah istrinya dengan lembut dan Starla pun tersenyum tulus saat mendengar ucapan sayang dari suaminya.


Rigel pun menghabiskan makan siangnya dan menyisakan kue di mejanya dia mau memakannya nanti karena perutnya sudah terasa penuh.


"Pulanglah dan tunggu lah aku di rumah ya"Rigel mengelus rambut istrinya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan saat istrinya sudah berada di area parkir dan akan menaiki mobil.dan tak lupa dia pun mengecup seluruh wajah istrinya sampai pak Kus senyum-senyum sendiri melihat begitu mesranya pasangan ini.

__ADS_1


Starla pun naik kedalam mobil dan melambaikan tangan pada suaminya saat mobil itu mulai berjalan.


Mereka tak sadar kalau ada sepasang mata yang menyaksikan kemesraan mereka sedari tadi dengan teramat sangat kesal dan mengepalkan tangannya sekencang mungkin.


"Jadi suaminya kak Lala itu dokter itu pantas kak Lala lebih memilih dia dari pada kak Pri ternyata ini semua karena ststus sosial suaminya,aku tak menyangka kak Lala ternyata seperti itu"gumam Dinda geram.


Rigel berjalan menuju lift dia sadar sedari tadi di perhatikan oleh seseorang,dia pun mengenal gadis yang sedang memperhatikannya itu,namun Rigel tak memperdulikannya.


Namun beda dengan Dinda dia akhirnya menghampiri Rigel dengan langkah tergesa.


"Bila kakak ku sampai depresi itu semua kesalahan kalian! Dan aku tidak akan memaafkan itu!"katanya dengan menggebu-gebu hingga dadanya naik turun.


"Kakak mu saat ini belum mengingat apa pun yang pernah dia lakukan pada istri ku beberapa bulan yang lalu,bila dia sudah mengingatnya maka dia pasti tahu kesalahannya,untuk saat ini saya masih profesional mengingat saat ini ingatannya hilang tapi bila dia kembali normal ck...tidak akan aku biarkan dia menanggap dirinya tersakiti padahal itu semua kesalahannya sendiri,permisi saya masih banyak kerjaan"ucap Rigel dengan nada yang sangat dingin dan meninggalkan Dinda sendirian di depan lift.


Dinda geram sangat geram di satu sisi memang kakaknya yang salah karena menyakiti Starla memutuskan cintanya padahal dia masih cinta,tapi disisi lain dia tidak tega melihat keadaan kakaknya yang seperti ini,hilang ingatan hanya mengingat mantan kekasihnya yang sekarang sudah menjadi orang lain.


"Akh..."Dinda kesal dan berjalan cepat ke area ruang VIP tempat dimana kakaknya di rawat.


Prima masih tertidur di kasur pasiennya.Dinda melihat kondisi kakaknya sangat prihatin hingga dia berbicara kepada ibunya yang sedang menunggu kakaknya.


"Bu apa nggak sebaiknya kak Pri di pindahkan kerumah sakit lain,agar dia tidak mengingat kak Lala terus"


"Loh kenapa memangnya?"ibu masih belum tahu kalau Starla sudah menikah dan suaminya adalah yang menangani kakaknya ini.


"Bu...ada yang ingin Dinda beri tahu tapi ibu jangan kaget ya?"Dinda ragu.


"Ya...apa sayang?kau ingin bicara apa?"tanya ibu lembut.


"Bu...kak Lala itu sudah menikah dan kak Pri pun sudah putus dengan kakak beberapa bulan sebelum akhirnya kak Lala menikah"

__ADS_1


"Putus?kenapa mereka putus?"ibu masih tidak percaya.


"Hemm...kak Pri lah yang meminta putus karena kakak lebih memilih Tina menjadi pacarnya tapi setelah itu kakak malah menyesal karena dia sadar di hatinya hanya ada kak Lala"


"O...astaga Prima..."Ibu tak habis fikir hingga hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Dan...asal ibu tahu dokter yang menangani kakak ini adalah suami kakak Lala"


"Apa?!"ibu terkejut bukan main.


"Suami Lala dr.Rigel?"


Dinda hanya mengangguk saja.


Ibu benar-benar tidak percaya dengan kenyataan yang ada.


"Kamu benar sebaiknya kakak mu di pindahkan saja ke rumah sakit lain,jangan disini karena bisa mengukir luka saja di hatinya"ucap ibu lirih. Dan detik itu juga ibu mengurus semua dokumen perpindahan perawatan Prima ke rumah sakit lain.


Rigel mendapat laporan kalau pasiennya yang bernama Prima ingin pindah perawatan ke rumah sakit lain,dan dia pun menandatangani semua dokumennya dan menyerahkan data medis kepada pihak keluarga agar menyerahkan dokumen itu kepada rumah sakit selanjutnya,dan satu perawat pun ikut menemani Prima sampai ke rumah sakit berikutnya untuk menjelaskan perihal kepindahan pasien kondisi dan data yang telah di tuliskan oleh Rigel.


Prima di pindahkan dengan paksa meski dirinya masih belum sadar akibat obat yang di berikan Rigel tadi,Prima di bawa dengan ambulans menuju rumah sakit berikutnya yang jaraknya cukup jauh dari rumah sakit Rigel.


ibu yang menemani anaknya di dalam ambulance bertanya pada suster yang ikut mengantar kepindahan Prima dia bertanya tentang dr. Rigel.


"Sus dr. Rigel itu memangnya sudah menikah ya?"tanya ibu lembut.


"Oo iya bu kita pihak rumah sakit pun baru mengetahuinya akhir-akhirnya karena pernikahannya tidak di meriahkan begitu kabar yang saya dengar"jelas suster itu.


"Istrinya beruntung bu...padahal cuma penyaji makanan tapi bisa mendapatkan pewaris rumah sakit"jelas suster itu lagi.

__ADS_1


"Jadi dr. Rigel itu yang punya rumah sakit?"tanya ibu lembut.


Walau sebenarnya dirinya sangat terkejut kalau Lala menjadapatkan jodoh yang boleh di bilang sempurna.


__ADS_2