Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Sang Penyaji


__ADS_3

Rigel tersenyum di dalam kamarnya,dia tersenyum sendiri mengingat kejadian di kafe tadi.


"Gadis itu benar-benar masih polos ya hihi".


Flash Back.


"Kakak yakin kakak normal?"pertanyaan Starla membuat Rigel kesal.


"Aku normal Lala"jelas Rigel kesal.


"Apa kakak pernah patah hati lalu kapok untuk jatuh cinta lagi?"tanyanya serius.


"Ck....tidak aku tidak pernah patah hati seperti mu"jawab Rigel malas.


"Atau kakak selama ini memendam perasaan kepada seseorang tapi malu menyampaikannya?"


"Hemm begitulah"


"Wah....siapa wanita beruntung itu kak,kenapa kakak tidak memperkenalkannya kepada keluarga kakak?"tanyanya Antusias.


"Sudah,hanya saja gadis itu tidak peka dia sedikit bodoh"


"Hah...gadis bodoh?"tanya Starla polos"kakak suka gadis bodoh?selera kakak aneh"ucapnya polos.


"Kau tidak cemburu aku mencintai gadis lain?kau kan calon istri ku?"


Starla hanya menggeleng.


"Kita nikah kan hanya sebentar nanti aku tak berani jatuh hati pada langit yang sangat tinggi"


"Maksud mu?"


"Maksud ku kakak itu bagaikan langit yang sangat tinggi tak mungkin aku jangakau sedangkan aku hanya burung pipit yang kecil dengan sayap yang mungil yang hannya bisa terbang tinggi tapi tak mampu menembus awan"


Rigel tersenyum bisa saja gadis ini memberikan perumpamaan antara dirinya dan dia.


"Setinggi itukah aku di mata mu?"tanya Rigel.


Starla memgangguk yakin.


"Kakak itu pria mapan,berhasil,tampan,pintar dan di tambah lagi kakak itu seorang dokter pokoknya kakak itu cowo impian idaman semua wanita kakak itu sudah lengkap kak"


"sedangkan aku?aku ini hanya gadis dapur bawahan kakak yang paling bawah banget jauh kan?"


"Tidak"


"Heh..."Starla bingung.


Rigel lalu menyodorkan badannya hingga mendekat pada Starla bahkan sekarang wajah mereka cukup dekat,sudah terlihat wajah ketakutan Starla.


"Sekarang kita dekat kan?"bisiknya.

__ADS_1


"Ma...mak sud ku bukan dekat begini kak hehe"


"Tapi aku maunya begini gimana?"


"Ja...jangan begini kak aku takut"


"Kau takut kenapa"Wajah Rigel semakin mendekat dengan wajah Starla.


"Jangan kak"Starla langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya yang mungil itu dia takut Rigel menciumnya lagi seperti saat di atap.


"Hahaha"Rigel tertawa dia lalu duduk di sisi Starla.


Starla menurunkan tangannya yang menutupi wajahnya perlahan dan melihat ke arah Rigel dia lalu memukul lengan Rigel tapi tidak keras.


"Kakak meledek ku ya?"


Rigel masih tertawa saja.


"Ish....nyebelin banget sih..."Starla cemberut.


Flash back off.


Rigel menggeleng dan tersenyum sendiri di kamarnya mengingat kejadian saat di kafenya.


"Apa yang aku katakan tadi,meng iyakan pertanyaan dia bahwa aku memendam rasa padanya?ck Igel kau pasti sudah gila"Rigel masih belum mau mengakui dirinya mulai mencintai Starla.


"Satu minggu lagi dan kita resmi menjadi suami istri tapi sayangnya itu hanya sebentar andai bisa selamanya akh....apa yang aku fikrkan sih"Rigel malah mengacak-acak rambutnya sendiri karena kesal dengan hatinya sendiri.


"Kenapa dari tadi ngeliatin langit mulu lu?"tanya Icha.


Rumah Icha tergolong besar di lingkungannya,Icha juga bukan orang susah seperti Starla dia terlahir dari keluarga mampu bapaknya juragan bubur yang mempunyai banyak anak buah yang mendorong gerobak setiap harinya.


"Cha...seminggu lagi Cha..."ucap Starla lemas menatap langit malam.


"Hemmm"Icha yang faham maksud sahabatnya ini hanya bisa berkata hemm saja.


"Oia Cha tadi Kak Igel ngajak gue ke kafenya"


"Hahaha cie...dah kak Igel nih ye..."ledek Icha.


"Ish...apaan sih Cha dia tuh yang nyuruh gue begitu kalau lagi berdua ajah atau di depan kekuarganya gue harus panggil dia begitu"jelas Starla.


"Ooo begitu..."hanya itu yang di katakan Icha.


"Cha dia itu aneh deh Cha banyak cewe cantik yang suka ngedeketin dia tapi dia nggak tertarik sama mereka kenapa ya?"


Icha hanya menggidikan bahu saja.


"Gue sempet mikir jangan-jangan dia nggak suka perempuan,tapi kata dia dia normal Cha,dia lagi memendam rasa sama seseorang cewe cuma cewenya nggak peka,cewe itu bodoh katanya Cha aneh kan dia"


Perkataan polos Starla mengundang tawa keras Icha.

__ADS_1


"Hahaha dia bilang begitu La?"


Starla hanya mengangguk saja.


Ya emang itu cewe bego La...nggak peka karena cewe itu elu sob....elu...


Gemas Icha dalam hati.


"Elu kenapa sih senang banget kalo dengar cerita gue sama dia?"


"Ya seneng ajah lucu soalnya hahaha"


Icha masih tertawa.


"Cha..."panggil Starla pelan.


"Apa?"jawab Icha singkat.


"Oo iya gua lupa gue harus up date nulis malam ini,gue balik dulu ya"Starla langsung bangkit dari duduknya dan berlari keluar kamar Icha.


Icha hanya tersenyum saja melihat kepergian temannya yang terburu-buru itu.


Sesampainya di rumah Starla langsung membuka aplikasi novel onlinenya dan mulai menulis bab baru,melanjutkan kisah novel yang belum tamat.


Di sisi lain.


Rigel yang biasa membaca buku sebelum tidur malam ini memiliki kegiatan lain,dia membuka ponselnya dan membuka satu aplikasi novel online,tempo hari Jono pernah memberitahu Rigel Starla menulis novel online di salah satu aplikasi novel online yang cukup banyak di sukai banyak pembaca dan penulis.


Starla.


Rigel memasukan nama Starla dalam pencarian di aplikasi tersebut. Dan keluarlah beberapa nama Rigel memilih satu nama pertama di lihatnya bukan foto Starla,lalu dia memilih yang kedua juga bukan dan saat yang ketiga memang bukan fotonya melainkan foto kartun anime,tapi dia melihat beberapa novel karya-karya si penulis ini ada novel baru yang baru di tulisnya beberapa episode berjudul.


SANG PANYAJI.


Rigel mencoba membaca cerita tersebut,dan dia seolah mengenal setiap kata dan setiap cerita yang tertuang kedalam tulisan terebut.


"Apakah ini dia?"


Kita coba menyapanya.


*Hai...kak...apa ini pengalaman pribadi mu? (Rigel).


Mengambil dari pengalaman pribadi kak...namun keseluruhan cerita adalah pengembangan ide cerita saya saja*.


"Pintar juga dia ternyata,dia pintar menulis tapi ck...tak pintar meraelisasikan cintanya sendiri hihi"gumamnya.


"Dia tak mengubah nama penanya dia memakai nama aslinya sungguh tidak biasa"Rigel mulai mengagumi Starla perlahan-lahan dirinya tak sadar dirinya memuji Starla saat membaca karya-karyanya.


Akan kah Rigel menyadari bahwa Starla telah mengganggu fikirannya saat ini sejak pertama kali melihatnya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2