
Pagi ini Starla sudah bersiap berangkat bekerja dan seperti biasa dia selalu melakukan kewajibannya sebagai seorang istri menyiapkan pakaian Rigel dan sarapan untuk suaminya.
Starla berjalan dari ruang ganti tapi langkahnya terhenti ketika melihat suaminya tidur tengkurap dan hanya memakai selimut yang menutupi separuh badannya,Starla mendekat pada suaminya dia membetulkan selimut itu dan menaikan lebih tinggi sampai ke leher suaminya dan entah apa yang ada di fikirannya dia mengecup pipi suaminya.
ciuman selamat pagi
Lala lalu malu sendiri mengingat betapa genitnya dirinya pagi ini.
"Aku berangkat dulu suami ku"bisiknya.
Starla pun langsung berjalan cepat meninggalkan kamar tersebut dia takut suaminya terbangun dari tidurnya dan dia akan malu sendiri karena diam-diam mencium suaminya saat terlelap.
Starla di antar pak Kus ke rumah sakit,dan di sepanjang jalan wajahnya kadang bersemu merah mengingat kejadian semalam.
Apakah aku sudah mulai mencintai dia,kenapa aku tidak menolaknya sama sekali waktu semalam,bahkan seperti pasrah menyerahkan semuanya dan mengikuti instruksinya begini dan begitu arraghh dasar mesum kenapa kamu jadi mesum begini Lala.
Mobil telah tiba di parkiran rumah sakit,Starla langsung turun dari mobil dan berjalan ke mesin absen dan langsung menuju dapur utama dan bersiap menyiapkan sarapan pagi untuk para pasien.
Tapi bayangan semalam masih saja menghantui dirinya hingga dia tidak bisa berkonsentrasi hingga tangannya hampir saja teriris pisau saat membuat garnis untuk menghias makanan.
"Lala...awas"Mono berteriak saat Starla hampir mengiris tangannya sendiri.
Starla yang tekejut langsung menjatuhkan pisau hingga terjatuh ke lantai.
"Elu kenapa kerja kok ngelamun begitu?"tanya Mono.
"Eh....nggak Mon gue nggak apa-apa kok hehe"
Akh....sial kenapa bayangan itu melintas terus sih...
Kejadian semalam.
Saat Rigel melihat istrinya mengenakan baju tidur pemberian ibunya,Rigel yang sehabis mandi dan masih mengenakan handuk yang melingkar di pinggangnya menggendong istrinya dan menaruh istrinya di ranjang.
Wajah Starla sudah pucat saat dia di taruh di atas kasur tersebut,Rigel yang saat itu sudah tidak bisa menahan hasratnya langsung mencumbui wajah dan leher istrinya.
"Balas sayang..."bisik Rigel di telinga istrinya.
"Bbb...bagai mana?"Starla gugup.
"Lakukan seperti yang aku lakukan pada mu sayang begini"Rigel meraup bibir tipis istrinya.
__ADS_1
"Buka mulut mu sayang"Rigel mengajarkan istrinya bercumbu dahulu setelah itu dirinya baru melancarkan tangannya bergentanyangan di seluruh tubuh istrinya mulai dari bagian atas hingga bagian bawah,setelah mendengar istrinya yang terasa menikmati permainannya Rigel melepaskan handuk yang melingkar di pinggangnya tersebut.
Starla terkejut karena melihat sesuatu yang sangat asing baginya sudah tegak bagaikan tiang bendera.
"Kamu siap sayang maaf ya aku sudah tidak bisa menahannya lagi"bisiknya di telinga Starla membuat gadis itu merinding.
"Tapi aku takut?"
"Jangan takut sayang"
Rigel langsung menarik baju tersebut hingga sobek karena sangking tipisnya bahan yang di gunakan baju tersebut.
Starla terkejut dan lebih terkejut lagi saat segitiga pengaman itu ikut di sobek juga dan tali pengaman yang ada di belakang punggungnya juga ikut di lepaskannya.
"Kak malu"Starla menutupi dadanya.
"Tak usah malu disini hanya kita berdua saja tak ada orang lain,kau siap?"
"Apakah sakit?"
"Awalnya memang sakit tapi bila sudah terbiasa sakitnya hilang dan sensasi yang berbeda yang akan kita rasakan"
Dan setalah itu Starla pun menyiapkan dirinya untuk menjadi istri Rigel seutuhnya.Rigel memperlakukannya pelan dan lembut dia tahu ini yang pertama untuk Starla oleh karena itu dirinya sangat berhati-hati memperlakukan istrinya.meski Starla mencakarnya dan menggigitnya Rigel tidak marah dia tetap memperlakukan istrinya dengan lembut,hingga mencapai puncaknya.
Cup...
Rigel mengecup bibir istrinya sebelum dia tertidur di samping istrinya karena kelelahan.
Aaaaaa kenapa bayang-bayang itu muncul terus sih aku malu,malu pada diri ku sendiri bahkan pada sayur-sayuran yang ada dapur ini.
"Elu kenapa sih La?"kini giliran Icha yang bertanya bingung melihat tingkah laku kawannya ini.
"Hehe nggak gue nggak apa-apa kok serius"Starla gugup.
"Tapi kok muka elu merah elu sakit?"Icha langsung memegang dahi Starla.
"Nggak Icha gue nggak kenapa-kenapa mungkin gue kecapekan ajah soalnya kemarin gue di ajak jalan-jalan sama kak Igel ke taman hiburan seharian"
"Woah...pantesan kayanya elu masih mabok roller coaster dan perahu ayun nih jadi begini ckckck"Icha Menggelengkan kepalanya pelan.
Untungnya dia percaya kalo nggak gue nggak mungkin kan menceritakan kejadian memalukan semalam sama dia,meski dia sahabat gue tapi gue nggak mau cerita juga sama dia.
__ADS_1
sementara sang suami yang baru terbangun dari tidurnya tersenyum senang bila mengingat hal semalam.
"Terima kasih bu...hadiah dari mu sungguh membuat ku sangat senang semalam"ingin rasanya dia mengatakan hal tersebut kepada ibunya namun tak dia lakukan karena setahu keluarganya mereka sudah melakukannya tak lama setelah mereka menikah,bahkan mereka berfikir Rigel dan Starla sudah melakukan itu sebelum mereka menikah kejadian salah faham saat di atap gendung itu jadi membuat mereka bersatu dalam ikatan pernikahan.
Rigel mandi dia membersihkan tubuhnya dan bersiap mengenakan pakaian yang sudah di siapkan istrinya saat dirinya memakai kaos dalam dan kemeja tersebut dirinya melihat tanda gigitan dia pundak Rigel dia tersenyum melihat itu karena mengingat kejadian semalam.
"Istri ku galak juga ya?"Rigel tersenyum mengingat sebuah pertanyaan yang terlontar dari istrinya semalam saat mereka selesai beraktifitas.
"Kak Igel apa kakak pernah melakukan ini dengan orang lain?"tanyanya polos.
"Tidak kau lah yang pertama bagi ku sayang,kenapa?"Rigel masih mencumbui leher istrinya.
"Tidak apa-apa tapi sepertinya kakak sangat lihai melakukan ini dan membimbing ku juga"
"Itu naluri sayang...naluri seorang lelaki normal sayang"Rigel tersenyum.
Hahaha gila kau Rigel tapi memang hanya dengan mu lah jiwa ku dapat bergelora sayang,aku makin mencintai mu sayang,aku rindu dan ingin segera bertemu.
Rigel senyum-senyum sendiri saat mengenakan pakaiannya.
Saat sampai ke rumah sakit Rigel langsung mendapat pasien yang harus di operasi,pasien kecelakaan.
"Dia korban kecelakaan dokter indentitasnya belum di ketahui wajahnya pun sulit di kenali karena terluka parah"jelas seorang perawat.
"Baiklah kita tangani saja dahulu nanti biar pihak berwajib yang akan membantu mencari indentitas pemuda ini"
Pemuda yang menjadi korban kecelakaan tersebut pun segera di bawa ke ruang operasi oleh para perawat dan Rigel pun lagsung mengganti pakaiannya dengan pakain hijau itu lengkap dengan topi,masker dan sarung tangan.
Rigel mengoprasi pemuda tersebut yang terluka parah di kepalanya,operasi berjalan selama lima jam lamanya hingga selesai.
Saat telah selesai pemuda tersebut langsung di bawa keruang ICU karena koma,luka di kepalanya cukup parah beruntung pemuda itu langsung di tangani hingga nyawanya masih bisa di selamatkan.
"La...tolong antar makanan untuk timnya dokter Rigel mereka habis melakukan operasi tadi"ucap Tanti lembut.
"Oo iya bu..."Starla lalu mendorong troli berisi makanan dan minuman untuk tim suaminya.
Starla mendorong pintu ruang operasi dia lalu bejalan dan mendorong troli tersebut ke sebuah ruangan tempat beristirahat para tim yang biasanya habis melakukan operasi.
"Permisi..."ucap Starla.
Rigel yang mendengar suara istrinya langsung tersenyum rasa penat yang dia rasakan hilang seketika.
__ADS_1
...♡♡♡♡♡♡♡...