Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Tanggung Jawab


__ADS_3

Starla menangis di pojokan tembok sambil membekap lututnya dan sesekali menggosok pipinya hingga pipi itu merah karena gesekan kulit yang berkali-kali dia lakukan.


"Lala...sudah lah jangan menangis terus"pinta Rigel.


"Pergiii jangan dekati saya lagi saya benci sama bapak"sentak Starla.


Rigel hanya menghela nafasnya dalam dia tak menyangka gadis yang di depannya ini masih sangat polos.


Starla masih terus menangis sesegukan,Rigel berjongkok di depannya Starla lalu berbalik badan.


"Aku minta maaf"akhirnya kata itu terucap dari mulut Rigel ini permintaan maafnya kedua kali pada Starla setelah kemarin dia meminta maaf karena ayahnya menghinanya dan saat ini karena dia telah membuat Starla menangis.


"Nggak mau saya nggak mau maafin bapak bapak tega bapak jahat sama saya bapak udah mengambil sesuatu yang saya jaga dan berharga dalam diri saya bapak jahat !"Starla terus memaki Rigel.


"Astaga Lala aku hanya mencium pipi mu saja sudah seperti aku memperkosa kamu?"Rigel kesal karena menurut dia Starla itu berlebihan.


"Tapi selama ini aku menjaga diri pak agar tidak sembarangan di sentuh laki-laki,aku akan memberikan semuanya hanya untuk suami ku nanti hiks tapi sekarang bapak malah mencuri ciuman dari aku huwaaaaaa"


Rigel makin pusing bukan kepalang gadis yang ada di hadapannya ini sungguh polos.


"Hei kamu kan pernah pacaran apa pacar mu dulu tak pernah mencium mu?"Rigel kesal.


"Tidak !"Starla sewot.


"Bohong"


"Betul pak dia tak pernah menyentuh ku,mangkanya dia selingkuh dengan teman ku,entah lah mungkin di dunia ini sudah tidak ada laki-laki yang tulus bila mereka tidak bisa menyentuh pacarnya maka mereka pun akan berhiyanat dan mencari pelampiasan dengan yang lain"Suara Starla sendu.


"Apa kau tak pernah dengar atau baca interaksi tubuh seseorang pasangan seperti memegang tangan,pelukan dan ciuman itu sebagai wujud kasih sayang La?"jelas Rigel lembut.


Starla terdiam dia lalu memikirkan Prima,mungkin karena dia memang tidak begitu mencintai Prima mangkanya selama ini dia tidak pernah suka bila Prima menyentuhnya.


"Memangnya bapak sayang sama saya nggak kan bapak cuma nafsu bukan sayang atau cinta sama aku hiks...bapak jahat...bapak cuma jadiin aku pelampiaan bapak ajah kan?"Starla mengomel sambil menangis sesegukan.


"Jadi kamu maunya gimana?aku harus tanggung jawab gitu sama kamu?aku harus nikahin kamu gitu?"


Starla langsung menoleh ke arah Rigel tatapanya makin kesal.


"Nggak mau aku nggak mau nikah sama bapak,aku nggak cinta sama bapak dan bapak pun nggak cinta sama aku lagi pula ayah bapak kan nggak setuju kalau bapak sama aku"Starla sewot.


"Ya terus gimana kata kamu tadi kamu menjaga semuanya itu untuk suami mu,nah aku mau tanggung jawab sama kamu malah kamu nggak mau gimana sih kamu ini?"Rigel bingung.

__ADS_1


Starla terdiam dia lalu menghela nafasnya dalam.


"Aku akan coba ngelupain kejadian malam ini,tapi bapak harus janji bapak nggak akan cerita ke siapa pun tentang kejadian malam ini sama siapa pun juga"ucap Starla polos.


Kontan mengundang tawa di bibir Rigel.


"Tuh kan bapak ketawa kan bapak jahat kan bapak mau nyebarin aib sendiri ya?"ucapan Starla makin polos dan Rigel makin kencang tertawa hingga perutnya sakit.


"Lala kamu ini polos banget sih hahaha"Rigel sampai memegangi perutnya karena sakit terus tertawa.


"Oke...aku janji aku tidak akan cerita kepada siapa pun di dunia ini tentang kejadian malam ini tapi kamu jangan marah dan menangis lagi ya"Rigel menyentuh pipi Starla yang merah kerena gesekan kulit.


"Lihat pipi mu sampai merah begitu karena kamu gosok-gosok tadi apa tidak sakit?"ucap Rigel lembut.


Deg...serrrr...


Seperti ada perasaan seperti itu lah saat ini di dada Starla saat Rigel menyentuh pipinya yang merah bukan karena merona tapi karena gesekan kulit nya,dan sekarang ini wajah itu menjadi merah semua karena sentuhan kelembutan dari Rigel.


Rigel yang dingin dan ketus padanya malam ini menjadi lembut dan sangat jauh berbeda dari Rigel yang biasa dia kenal.


Dada kenapa dag dig dug begini dan wajah ku kenapa panas begini ya apa yang terjadi pada diri ku ini tuhan...ini pasti sesuatu hal yang gila kan?


Dan sangking gugupnya Starla langsung menepis tangan Rigel karena dia tak mau jantung dan wajahnya meledak karena perlakuan Rigel.


"Ooo maaf"Rigel langsung menjauhkan tangannya dari Starla.


Rigel duduk di sisi Starla.


Mereka terdiam sejenak hingga akhirnya Rigel buka suara duluan.


Rigel menanyakan banyak hal pada Starla,menanyakan perasaannya saat pertama kali jatuh cinta,menanyakan siapa saja teman-temannya dan kenapa dia lebih suka berteman dengan laki-laki dan masih banyak lagi.hingga sesuatu pertanyaan terlontar dari mulut Starla yang membuat Rigel sendiri bingung untuk menjawabnya.


"Memangnya bapak tidak pernah jatuh cinta?"pertanyaan polos itu berhasil membuat Rigel bingung harus menjawab apa jujur atau bohong begitulah yang ada di fikirannya saat ini.


"Atau nona yang tadi di ruangan bapak itu salah satunya pacar asli bapak ya?"tanyanya lagi.


"Ooo bukan mereka hanya teman ku,aku tidak berpacaran dengan wanita yang kamu temui di kantor dan di mall itu kami hanya teman"


"Ooo begitu"


"Iya begitulah"

__ADS_1


"Tapi bapak pantas loh pak kalau berdampingan dengan wanita-wanita yang seperti itu mereka sederajat dengan bapak cantik lagi"


Cantikan juga kamu La...kamu cantik luar dalam malah.


"Kamu sendiri memangnya suka tipe pria seperti apa?"tanya Rigel.


"Hemmm aku suka pria yang baik,bertanggung jawab,pekerja keras,penyangang menerima segala kekurangan ku sayang pada ku dan keluarga ku yang susah ini"


"Apa kau bermimpi menjadi istri orang yang kaya raya?"


Starla menggeleng.


"Kenapa?"


"Aku sadar diri lah pak,bagaimana aku,keluarga ku,aku tidak ingin berhayal terlalu tinggi takut jatuh nanti sakit"


Rigel tertawa.


"Jadi apa aku bukan tipe laki-laki idaman mu?"


Starla hanya tertawa kecil dan menunduk.


"Bapak itu tipe idaman untuk semua wanita loh pak"


"Termasuk kamu dong?"godanya.


"Hehe aku hanya berani menganggumi bapak,tak berani lebih dari itu"Starla berucap dan melihat langit.


Lebih pun tak mengapa La justru itu yang aku harapkan.


"Eh...maaf ya pak kalau saya lancang karena menganggumi bapak bener deh pak saya nggak bermaksud lancang dan melebihi batas"Starla malah ketakutan takut Rigel marah padanya karena kata-kata menganggumi.


Rigel lalu mendekati wajahnya dengan wajah Starla lagi membuat Starla semakin takut.


"Bapak mau apa lagi?"Starla gemetar ketakutan.


"Mulai hari ini jangan hanya mengagumi ku tapi lebih dari itu pun tak apa"bisiknya di telinga Starla nafas hangat Rigel membuat Starla merinding disko.


Nggak mau bapak nakutin.


Starla hanya bisa menjerit dalam hatinya karena takut.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2