
Gubrak...gubrak...gubrak...
Starla kesal dan membanting-banting nampam penyajinya yang sedang dia bersihkan dan keringkan sengan lap.
"Eh buset kenapa tu anak"kata Jono yang melihat aura Starla yang memerah panas rasanya.
Dan Icha yang kebetulan ada di sana juga merasa takut mendekati sahabatnya yang beruara negatif itu.
"APA JANGAN LIAT-LIAT"sentak Starla sangking kesalnya dia masih kesal dengan suaminya sendiri yang seenaknya saja menciumi wajahnya sampai puas.
Icha dan Jono sampai loncat kerena terkejut. bahkan Jono sampai mengelus-elus dadanya sendiri karena kaget.
Jono memilih pergi dari sana sedangkan Icha masih bertahan disana dia tahu saat ini Starla pasti sedang membutuhkan seorang teman untuk di ajak bicara.
Icha mendekat pada Starla dan bertanya pada gadis berkaca mata itu,ada apa kenapa dia bisa semarah itu karena Starla yang dia kenal itu jarang sekali terlihat marah seperti ini.
"Dasar dokter licik dia licik Cha gue benci banget sama dia"telihat jelas kemarahan di mata gadis itu.
"Emang kenapa apa yang terjadi di atas sana sampe elu segitunya?"
"Cha...dia cium-cium gue Cha...seluruh muka gue di ciumin sama dia dan dia kelihatan puas banget"Starla menjelaskan sampai ngos-ngosan sangking kesalnya.
"Terus elu apain dia setelah dia cium-cium elu?"tanya Icha polos.
"Gue diem ajah nggak bisa ngapa-ngapain karena dia nyiumin gue pas ada ibunya sama adiknya arrhhh kesel banget dia curang banget,asal elu tahu setiap malam dia itu anggap gue guling setiap pagi kalo gue bangun badan gue di pelukin mulu sama dia iiiihhh nyebelin banget"Sangking kesalnya Starla mengentakan kedua kakinya,namun itu terlihat lucu di mata Icha.
Icha berfikir Rigel benar-benar mencintai sahabatnya ini walau belum di ungkapkan namun mendengar dari cerita Starla perlakuan Rigel kepadanya itu adalah bentuk rasa cinta Rigel kepada sahabatnya ini.
"La...dia suami lu itu hak dia bahkan kalau dia mau bermain lebih dari itu lebih panas dari itu elu nggak bisa nolak karena elu istri sah nya"Icha berusaha menasehati Starla.
"Cha elu lupa apa gue itu nikah kontrak sama dia gue nikah terpaksa sama dia icha nggak ada cinta"
"Cinta bisa tumbuh seiringnya waktu seriringnya kalian bersama,apa elu nggak pernah gitu meraskan getar-getar yang aneh di hati elu selama ini setidaknya disaat dia peluk elu,dia cium elu"
"Nggak gue nggak merasa begitu"Starla ketus karena masih kesal.
Sore hari Starla sudah di rumah sejak siang tadi karena waktu bekerja dia lebih pagi dari Rigel dan waktu pulangnya pun lebih dahulu dari suaminya.
Starla masih kesal dia berdiam diri di kamar bahkan saat Rigel sudah tiba pun dia tidak beranjak dari sofa yanh dia duduki saat ini.
__ADS_1
Rigel menatapnya dia tahu istrinya masih marah dengannya karena kejadian tadi pagi,Rigel mendekatinya dia meraih dagu Starla agar menoleh ke arahnya,namun tangannya di tepis olehnya.
"Marah?"tanya Rigel padahal dia tahu istrinya ini memang sedang marah masih juga di tanya begitu.
Starla tak menjawab pertanyaan Rigel dia malah memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Kenapa marah?"nada Rigel terdengar sudah tidak bersahabat.
Tapi Starla masih saja diam.
Rigel mendekatkan wajahnya tepat di wajah istrinya.
"Kau marah karena aku cium?"bisiknya sinis.
Starla memundurkan wajahnya saat ini dia merasa takut karena nada bicara Rigel sudah tidak bersahabat lagi.
"Seharusnya kakak tidak perlu melakukan itu"Starla mulai berbicara nadanya gemetar dia mulai ketakutan.
"Lantas aku harus bagaimana hem bagaimana cara ku membuktikan kepada orang tua ku dan juga Alex kalau pernikahan ini adalah pernikahan yang di penuhi rasa cinta bagaimana katakan?!"Rigel kesal dan mendorong tubuh Starla hingga terjerembab di sofa.
"Aku tak tahu tapi setidak nya kakak tidak begitu"
Deg...
Tiba-tiba Starla teringat perkataan Icha,Rigel itu suaminya suami sahnya dia berhak melakukan itu padanya.
"Tapi kak pernikahan ini kan hanya sementara"Starla masih berkelit.
"Jadi kau benar-benar hanya menginginkan pernikahan ini berjalan sementara saja hem"bisik Rigel dingin.
"Kita tidak saling mencintai kak"Starla menciut ketakutan karena Rigel semakin mendekat tidak bukan mendekat lagi Rigel sudah menindihnya kini Rigel tepat berada di atas tubuh Starla Rigel menghimpit Starla dengan kedua kakinya yang bertumpu dengan lututnya.
"Terus..."Rigel kini berbicara di telinga Starla bahkan Starla bisa merasakan nafas panas Rigel.
"Ak-ak-aku tidak bisa melakukan itu dengan orang yang tidak aku cintai kak"Starla ketakutan.
"Tapi kau boleh melakukan itu dengan suami mu meski kau tidak mencintainya Lala"bisik Rigel sambil menciumi leher kecil itu.
bulu kuduk Starla berdiri saat Rigel menciumi lehernya tubuhnya gemetar.
__ADS_1
"Kak...jangan kak..."Starla berusaha mendorong badan Rigel tapi tidak bisa karena kini Rigel benar-benar menguncinya.
Starla ketakutan tapi Rigel bukannya berhenti malah semakin menjadi dia terus menelusuri leher gadis itu dengan bibirnya kecupan kecupan lembut dia berikan.
"Sebaiknya kakak melakukan ini dengan wanita yang kakak cintai bukan dengan ku kak"Starla masih berusaha melepaskan diri dari Rigel.
Rigel langsung menghentikan aksinya dan bangkit dan berdiri dia kesal sangat kesal istrinya sangat bodoh fikirnya.
Rigel akhirnya keluar kamarnya dia menutup pintu dengan membanting daun pintu tersebut hingga membuat Starla terperanjat dan mengelus dadanya.
Starla merasa lega karena Rigel tidak meneruskan aksinya lagi,Starla kesal sendiri dan akhirnya memutuskan untuk pergi keluar rumah mencari angin segar di luar sana.
Sementara Rigel menghabiskan waktunya di ruang kerjanya,dia membaca buku disana tapi tak ada satu pun buku yang bisa menenangkan jiwanya yang saat ini masih kesal dengan istrinya.
Dasar gadis bodoh ,apa cinta itu harus aku ucapkan secara lantang di telinganya baru dia bisa mengerti baru dia bisa menyadari kalau aku mencintainya.
Rigel menggerutu dalam hatinya,setelah satu jam dia menghabiskan waktu di ruang kerjanya dia kembali ke kamarnya,tapi saat dia kembali dia tak menemukan istrinya di kamar.
"kemana gadis bodoh itu"gumamnya Rigel pun mencari keseluruh rumahnya tapi tidak di temukannya istrinya dia bertanya kepada semua pelayan yang ada disana tapi mereka juga tidak melihat kemana istrinya pergi,dia bertanya kepada keamanan mereka melihat Starla pergi keluar rumah sejak satu jam yang lalu.
Panik Rigel mulai panik mengetahui istrinya pergi keluar sendirian tanpa membawa apa-apa.
Rigel segera berlari dan menaiki mobilnya dia mencoba menelopon istrinya namun tak kunjung di angkat membuat dirinya semakin cemas.
"Kemana sih gadis bodoh itu pergi"Rigel kesal dan memukul stir yang sedang di kemudikannya.
Rigel mengendarai mobilnya dan melihat ke sepanjang jalan berharap menemukan istrinya dan dia akhirnya menemukan istrinya sedang duduk di sebuah lapangan basket di daerah perumahan ini,Rigel bernafas lega melihat ini namun saat dirinya akan mendekati Starla Rigel melihat seseorang yang tidak asing menemani istrinya saat ini.
"Kau bertengkar dengan Rigel?"tanya Alex ya itu adalah Alex rumah Alex pun berada di komplek perumahan ini jadi mereka bisa sja bertemu tanpa di sengaja.
"Bukan urusan anda pak dokter sebaiknya anda jangan disni saya takut kalau kak Igel melihat dia jadi salah faham" Starla ketus.
Dan benar saja baru saja Starla mingkem Rigel muncul dan manarik tangannya menyuruhnya pulang bersamanya.dan tak lupa dia juga memperingati Alex untuk tidak dekat-dekat dengan istrinya.
Rigel pergi membawa Starla dan menyuruhnya naik ke mobil.
Alex yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya saja dia tidak menyangka seorang Rigel yang sulit membuka hati untuk wanita bisa jadi bucin dengan seorang gadis dapur.
Bersambung.
__ADS_1