
Seorang gadis berjalan cepat menuju sebuah ruangan di lantai para petinggi rumah sakit berada,dan tanpa mengetuk pintu gadis itu menerobos masuk ruangan orang paling penting dan berkuasa di rumah sakit ini.
Brak....
"Kakak...."ucap Reva saat masuk ke dalam ruangan Rigel.
Rigel menatapnya jengah karena kebiasaan adiknya ini bila masuk keruangannya tidak pernah mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Kamu ini kebiasaan sekali kalau masuk ketuk pintu dulu"omel Rigel.
"Sudah jangan mengomel seharusnya aku yang mengomeli kakak karena menelantarkan istri kakak di jalan kemarin siang hingga hampir tertabrak mobil"omel Reva.
Rigel yang sedang terduduk di kursi kerjanya langsung bangkit berdiri setelah adiknya menyebutkan istrinya.
"Apa kau tahu dimana istri ku?"tanyanya khawatir.
"Iya"jawab Reva singkat dan ketus dia kesal pada kakaknya karena membuat kakak iparnya menangis.
"Dimana?dimana dia Reva?"Rigel mendesak Reva hingga memegang lengan Reva dan menggoyangkan badan adiknya.
"Ck...aku tidak akan beritahu kakak kalau kakak hanya akan membuatnya sedih dan menangis lagi"ancam Reva.
"Tidak Reva Kakak tidak akan membuatnya bersedih lagi kakak janji"Rigel bersungguh-sungguh.
Dan akhirnya Reva menceritakan kejadian kemarin.saat dirinya ingin menemui kakaknya di rumah sakit dirinya yang sedang mengendarai mobil tak sengaja melihat kakak iparnya berjalan sambil menangis di sisi jalan,hingga membuat Reva menepikan mobilnya dan mengejar kakak iparnya yang berjalan sangat cepat itu.
"Kak...kak Lala...kakak kenapa"teriak Reva mengejar Starla.
Starla yang melihat adik iparnya sempat menghindar karena dia tidak mau melibatkan diri lagi dengan Rigel maupun keluarganya.
Reva terus mengejar Starla hingga Starla hampir saja tertabrak mobil yang melintas karena Starla berlari menyebrang jalan menghindari Reva.
Reva yang melihat kakak iparnya hampir tertabrak mobil langsung berlari ke arahnya dan menolongnya membawanya ke tepi jalan.
"Kakak kenapa?kenapa kakak menangis?"tanya Reva cemas.
Starla hanya tediam saja.
"Kakak ikut aku ya"ucap Reva lembut.
__ADS_1
Starla menolak dia tidak mau mengikuti Reva,karena Reva pasti akan membawanya pada Rigel lagi.
"Kakak bertengkar dengan kak Igel?"tebak Reva.
"Reva biarkan aku sendiri ya...kau pasti ingin menemui kakak mu kan,temui lah dia dan tinggalkan aku sedirian"ucap Starla lembut.
"Nggak...nggak...nggak aku nggak akan membiarkan kakak sediri,kakak ikut aku ya?"Reva bersih keras.
"Aku mau ikut kamu tapi jangan beritahukan kakak mu ya?"Starla memohon.
"baiklah ayo sekarang kita pergi dari sini ya"Reva mengajak kakak iparnya masuk kedalam mobilnya dan membawanya ke apartemen milik....milik Rigel sebenarnya hanya saat ini di tempati Reva karena jarak apartemennya tidak jauh dari kampusnya.
"Sekarang dimana istri ku Reva?!"Rigel kesal karena adiknya tak kunjung membertahunya.
"Tapi kakak janji jangan membuat dia menangis lagi,jangan berkata kasar padanya lagi kalau tidak aku tidak akan memberitahu kakak"Ancam Reva.
"Iya aku janji Reva aku janji tidak akan memarahinya lagi"Rigel serius.
Reva melihat mata kakaknya yang memang terlihat serius dan penuh cinta pada istrinya hingga dia akhirnya memberitahu keberadaan istrinya.
"Kakak ipar di apartemen,jemputlah dia karena aku tahu sebenarnya dia pun menunggu kedatangan kakak"
Sementara itu di sebuah unit apartemen Starla menyibukan diri membersihkan apartemen,dia memvacum sofa dan permadani,dia mengelap meja-meja dan juga membersihkan kompor padahal semua itu sudah bersih karena ada pelayan kepercayaan ibu yang selalu datang dua hari sekali untuk membersihkan apartemen ini.
"Hemmm bosannya..."keluhnya sambil meregangkan otot-ototnya.
"akhgh...Aku lupa aku meninggalkan ponsel ku di loker"dia memukul kepalanya sendiri. "apa dia mencari ku ya?dia menelpon ku tidak ya?huft...mana mungkin dia melakukan itu dia sendiri yang bilang kalau aku tidak usah kembali padanya"Starla mengeluh sendiri di balkon apartemen dirinya tak menyadari kalau perkataannya di dengar seseorang.
Starla meringkuk di bangku yang ada di balkon.dia tiba-tiba mendengar langkah kaki mendekat pada dirinya dia pun bangun dari duduknya karena melihat siapa orang yang mendekat padanya.
"Kak..."ucapnya pelan.
Rigel langsung memeluk tubuh istrinya erat.
"Gadis bodoh kenapa tidak pulang hem...kenapa malah menginap di tempat lain"ucap Rigel lirih.
Starla masih terdiam dia tidak membalas pelukan suaminya.
"Kenapa tidak pulang hem?sebegitu marahnya kah kau pada ku?hingga kau menjauh dari ku?"Rigel meraup wajah istrinya hingga Starla dapat melihat wajah suaminya yang teihat mencemaskannya bahkan dia melihat mata laki-laki itu basah Rigel menangis.
__ADS_1
"Aku tidak berani pulang karena kakak sudah tidak menginginkan ku"ucap Starla pelan,sebenarnya hatinya sangat sakit mengatakan hal ini mengingat semua yang telah terjadi selama ini.
"Kau anggap serius ucapan ku?"Rigel masih menangkup wajah istrinya mendengak kepadanya.
"Apa ucapan yang terlontar dengan penuh kemarahan seperti kemarin itu bisa di bilang hanya candaan kak?"Nada suara Starla mulai gemetar bahkan matanya sudah mulai berkaca-kaca.
"Jangan membodohi diri mu sendiri kak,karena mencintai ku,kau benar mencintai ku itu semua hanyalah kebodohan kak,aku hanya gadis dapur biasa yang rendah tidak ada pantasnya bersanding dengan mu...."
Perkataan Starla langsung di hentikan oleh Rigel,Rigel menepelkan jari telunjuknya di bibir istrinya mengisyaratkan untuk diam.
"Sudah cukup aku tahu aku salah karena mengatakan hal semacam itu,tapi cinta ku tidak salah sayang cinta memang membuat aku bodoh tapi itu semua karena kamu sayang...karena aku terlalu mencintai mu"Rigel serius dengan kata-katanya.
"Maafkan aku sayang...maafkan aku telah menyakiti hati mu"Rigel memeluk kembali tubuh istrinya pelukan erat hingga membuat Starla kesakitan karena pinggangnya kemarin terkena benturan ujung meja membuat luka memar di area tersebut.
"Akh..."Starla meringis kesakitan.
Rigel mengendurkan pelukannya dan melihat ekspresi istrinya seperti menahan kesakitan.
"Kenapa sayang?"tanyanya cemas.
"Tidak kak tidak apa-apa"Starla menyembunyikan rasa sakitnya.
"Jangan bohong"Rigel tidak percaya.
"Benar kak aku tidak apa-apa"Rigel tidak percaya begitu saja hingga dia memeriksa sendiri apa yang terjadi dengan tubuh istrinya.
Rigel memaksa membuka baju istrinya di bagian belakang dan terlihatlah luka memar di area pinggang Starla.
"Astaga sayang kenapa ini?"Rigel tak sadar itu hasil perbuatannya kemarin karena dia mendorong tubuh Starla dengan kencang hingga membentur sisi meja,tapi Starla sudah tidak mau membahas itu karena bisa membuat Rigel merasa bersalah.
"Tidak apa-apa kak tenang lah jangan khawatir"Starla mencoba menenangkan suaminya yang terlihat sangat khawatir.
"Kita kerumah sakit kita rongen aku takut terjadi apa-apa pada bagian tulang mu"Rigel langsung menarik tangan istrinya.
"Tidak perlu kak aku tidak sakit lagi kok"Starla menolak.
"Tidak pokoknya kau harus mau di periksa sayang jangan anggap remeh cidera kecil sayang"Rigel memaksa hingga Starla menyerah dan menuruti kemuan suaminya karena bila dia terus menolak dia takut Rigel marah lagi dan berbuntut panjang.
...♡♡♡♡♡♡♡...
__ADS_1