
Pagi itu Icha berlari dari area parkir motor ke arah pintu karyawan untuk absen.
Pippp
Suara mesin absen yang telah mencocokan sidik jari dengan data yang di masukan.keluarlah nama Raisa dengan jam kedatangannya.
Icha lalu berjalan menuju dapur utama,untuk menjalankan tugasnya sebagai pramusaji,hari ini Starla mendapatkan Shift kedua yaitu Shift siang sedangkan Icha dapat Shift pertama shift pagi yang dirinya harus sampai sepagi mungkin di shift pertama ini karena pasien harus sarapan pagi.
Di dapur utama sudah beberapa orang yang berkumpul disana,juru masak yang shift malam sudah menghidangkan masakan dengan sesuai menu hari ini,dan tinggalah para penyaji menyajikan makanan membaginya sesuai dengan diet pasiennya di setiap ruangan.
Ruangan terbagi menjadi beberapa kelas yaitu kelas VVIP,VIP,Kelas 1,kelas2 dan kelas 3 dan ruang anak khusus pasien anak-anak di ruangan tersebut juga terdapat beberapa kelas yaitu kelas VIP,kelas 1,kelas 2 dan kelas 3,selain ruangan tersebut masih ada ruang ICU dan ruang hemodialisa (khusus pasien cuci darah),dan ada juga ruangan bersalin khusus para ibu atau wanita yang melahirkan atau mendapatkan perawatan penyakit yang berhubungan dengan kewanitaan,juga ada ruang bayi khusus bayi yang baru di lahirkan.dan di setiap ruangan tersebut ada penyaji makanan tersendiri yang membawakan makanan kepada pasien tersebut.
Dan hari ini Icha bertugas merangkap dia bertugas di ruangan bersalin,ruang hemodialisa dan ruang ICU pasien di ruangan tersebut tidak lah terlalu banyak oleh karena itu satu penyaji bisa merangkap,berbeda dengan ruangan kelas tiga dan ruangan anak yang pasiennya selalu banyak.
Icha mendorong troli besi itu ke setiap ruangan membagikan makanan ke setiap pasien sesuai nama dan dietnya.
Di hari ketiga ini dirinya sudah di lepas oleh seniornya dan dia pun sudah hafal menu diet pasien.
Pagi menjelang siang Icha mendorong trolinya lagi membagikan makan siang kepada pasien setelah selesai dia membagikan semuanya dirinya mendorong troli menuju dapur utama,tapi langkahnya tiba-tiba terhenti ketika ada seseorang yang mencegatnya berjalan tepat di depan ruang ICU.
Dengan wajah malas dia melihat ke arah orang yang mencegatnya itu.
"Minggir pa kalau tidak mau saya tabrak"Icha sewot.
"Berani kau dengan aku?"ucap Ben sewot.
"Berani kenapa memangnya?"Icha menantang.
"Astaga baru beberapa hari kau bekerja disini sudah seberani itu kau pada atasan mu"
"Anda memang atasan saya tapi...anda membuat pekerjaan saya terhambat jadi minggirlah"Icha langsung mendorong trolinya dan hampir menabrak Ben bila pria itu tak langsung menghindar.
"Dasar gadis gila"gumam Ben yang masih terdengar oleh Icha.
"Kalau saya gila anda itu bodoh pak"ucap Icha sambil berjalan mendorong trolinya.
Ben kesal dan mengepalkan tangannya dia menyusul Icha dengan langkah cepat dan menarik tangan gadis itu dan di sudutkannya ke tembok ruangan itu memang sepi jarang ada yang melewati area tersebut,Ben mengunci tubuh Icha.
Wajah Icha santai saja tak ada raut ketakutan di matanya.
__ADS_1
"Mau apa?"tanya Icha santai.
"Ku peringatkan pada mu dan teman mu itu jangan memanfaatkan kebaikan dokter Rigel bila dia tak ingin menyesal"bisiknya tajam.
Orang ini apa tidak sadar ya?pak dokter itu cinta beneran sama kawan gue atau dia memang nggak mau mengakuinya karena Lala itu cuma gadis dapur ckckck.
"Hei...pak siapa yang manfaatin siapa?asal anda tahu awalnya teman saya juga nggak mau di ajak nikah sama dia tapi dia yang maksa dan mencetuskan kontrak tersebut,ya teman saya nggak mau rugi lah gila cuma di nikahin kontrak bisa gitu dia memiliki teman saya seutuhnya enak saja,Lala itu polos tapi dia nggak bodoh seperti anda"Icha langsung mendorong tubuh Ben hingga dirinya mundur beberapa langkah karena Icha mendorongnya cukup kuat.
Gadis ini kuat juga,sebenarnya dia ini laki-laki atau perempuan sih.
Batin Ben.
Penampilan Icha yang sangat laki banget itu benar-benar lain di mata Ben.
Icha berlalu dari hadapan Ben dengan santainya,Ben melihat gadis yang berlalu dari hadapannya ini sungguh berani berbeda dengan Starla yang sangat mudah di ancam.
Di dapur Icha memarkirkan trolinnya sejajar rapih dengan troli teman-temannya,dia masih kesal dengan kelakukan Ben tadi saat di depan ruang ICU dia melemparkan buku laporan diet pasien ke atas meja kerjanya.
Brak...
Sialan tuh orang berani ngamcem-ngncem gue sama temen gua,maksudnya apa coba lagian apa coba urusan nya dia sama pernikhan ini,keluarga inti dokter Rigel ajah nggak masalah anaknya nikah sama kawan gue yang miskin,dasar orang sombong gue sumpahin lu jomblo seumur hidup.
Gerutu Icha dalam hatinya.
"iya gue lagi kesel sama orang sombong super reseh dasar banci"omel Icha.
"Banci emang ada banci di ruangan mana?"tanya Mono.
"Tadi di ICU"Icha malah menanggapi Mono.
Mono fikir Icha beneran bertemu pasien yang seperti banci di ICU dia tak tahu kalau yang di maksud Icha itu adalah Ben asisten bos besar.
Siang hari pukul 2 siang.
Starla sudah datang ke dapur utama untuk bekerja,dan baru saja sampai ada pemberitahuan dari kantor kepala dapur kalau dirinya di minta mengantarkan roti lapis dan teh madu pesanan dr. Rigel
Dengan wajah malas dia mengambil nampan yang sudah di sediakan oleh kepala dapur.
Saat dirinya berjalan dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk orang yang dia benci sekaligus orang yang sebentar lagi menjadi suaminya itu,Icha muncul di hadapannya.
__ADS_1
"Woi...lesu amat tampangnya"tanya Icha.
Starla hanya menghela nafas saja dan Icha tahu kawannya ini akan kemana membawa nampan itu.
"Semangatlah mau ketemu calon juga"ledek Icha.
"Ck...apaan sih Cha...jangan ikut nyebelin kaya itu orang deh"keluhnya.
"Iya...iya...ya udah buruan sana nanti dia nungguin kelamaan ngomel lagi"ucap Icha.
"Nah itu elu tahu betapa nyebelinnya orang itu"Starla berjalan melalui Icha.
Icha hanya tersenyum saja padanya.
Starla mengantar nampan berisi makanan dan minuman pesanan sang penguasa,saat dirinya sampai di ruangan Rigel,di taruhnya piring dan cangkir teh tersebut di meja kerja Rigel karena Rigel masih duduk di singga sananya.
Rigel lalu menyeruput teh tersebut wajahnya berubah,Starla dapat menebak apa yang di fikirkan Rigel.
"Ini bukan buatan mu ya?"tanya Rigel dingin.
Starla hanya mengangguk.
"Tadi bu Tanti sudah mempersiapkan semua ini saat saya datang pak jadi saya langsung bawa kesini pas di minta mengantarnya"jelas Starla pelan.
"Ck...ganti aku hanya mau buatan kamu"Rigel menggeser cangkir teesebut hingga air di dalam cangkir tesebut bergoyang dan tumpah sedikit hingga membashi meja Rigel.
"Ck...bersihkan ini"Rigel menunjuk air yang tumpah sedikit di mejanya.
Starla menghela nafas agar dirinya sabar menghadapi tingkah laku Rigel.
Starla mengambil tisu yang ada di meja Rigel dan membersihkan meja kerja Rigel,Rigel kembali menatap layar monitor laptopnya,saat matanya fokus menatap laptop tangannya mencari pulpen dan kertas yang ada di meja itu dan tak sengaja memegang tangan Starla.
"Kau sengaja ya ingin di pegang oleh ku?"tanya Rigel ketus.
Ingin rasanya Starla melempar tisu yang dipegannya itu kewajah Rigel,bisa-bisanya Rigel menuduhnya begitu.
Starla diam saja setelah membersihkan meja tersebut dia membuang tisu ke tempat sampah di bawah meja Rigel dan keluar untuk membuat kembali teh madu Rigel.
dasar merepotkan.
__ADS_1
Batinnya.
Bersambung.