Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Ben dan Icha


__ADS_3

Malam itu di sebuah rumah besar milik juragan bubur terdengar suara yang sangat ramai dari dalam rumah yang besar itu,bahkan terdengar beberpa barang membetur lantai.


Terdengar beberapa suara saling memaki dengan suara keras,terutama.suara perempuan muda dan suara pria paruh baya.


Prank...


Suara gelas pecah membentur lantai hingga pecahannya berserakan dimana-mana.


"Bapak itu sadar nggak sih pak,bapak itu udah sering nyakitin hati mama ini udah yang keberapa kali pak apa 4 istri buat bapak masih kurang sampe mau nambah lagi?!"Icha berkata penuh emosi pada bapaknya.


"Kamu itu tahu apa Cha ngerti juga nggak main ngedamprat ajah ibu baru mu"bentak bapak Icha.


"Ya wajar lah pak Icha marah bapak nikah lagi sama perempuan seumuran Icha,dan satu lagi pak mama Icha cuma satu nggak ada yang lain"Icha menggebu-gebu.


"Yang penting bapak nggak lepas tanggung jawab sama mama mu dan semuanya bapak yang tanggung"bapak masih membela diri.


"Bapak egois jangan salahin Icha kalo Icha nggak pernah mau nikah karena Icha takut,takut nantinya suami Icha itu kaya bapak tukang kawin"Icha lirih.


mamanya yang mendengar pertengkaran anak dan bapaknya yang selalu meledak-ledak itu hanya bersedih dan menangis.


Icha mengamuk kemarin sore di rumah istri muda bapaknya yang baru di nikahi dua bulan ini,dia merasa perempuan muda seumuran wanita itu bisa mendapatkan pria yang lebih muda jangan bapaknya,Icha kesal selain bapaknya tukang kawin anak bapak dari istri-istri yang lain juga banyak Icha tidak membenci adik-adiknya hanya yang Icha benci itu kelakuan bapaknya yang tukang kawin.


Icha mengambil kunci motor dan helmnya dia lalu menaiki motornya dan memacu motor tersebut dengan kecepatan seperti seorang pembalab,sambil mencaci maki bapaknya dia berguman sendirian di jalanan yang ramai.


Saat Icha memasuki jalan sepi yang entah itu dimana dia hanya mengendarai motornya saja tanpa tahu arah karena marah dan emosi masih menguasainya.


Motornya yang ngebut tidak karuan menabrak mobil yang melintas di sebelahnya,mobil tersebut berhenti saat motor Icha pun jatuh bersama pengemudinya.


Icha terpental dari motor dia terjatuh di bahu jalan,seorang pria keluar dari mobilnya karena merasa bertanggung jawab menyerempet seorang pengendara motor.


"Akh...sial banget gue..."gerutu Icha.


Pria itu mendekat pada Icha dan saat melihat siapa yang terjatuh pria itu sangat terkejut.


"Raisha"ucap Ben yang langsung menghampiri Icha.

__ADS_1


Icha menoleh ke arah Ben wajahnya bertambah kesal melihat pria itu,pria yang sangat di bencinya.


Ben ingin membantunya berdiri tapi langsung di tepis tangannya oleh Icha.


"Ngapain lu pergi lu dari sini"ucap Icha dingin.


"Kamu terluka aku mencoba membantu mu"Ben menjelaskan maksudnya.


Ben sendiri pun tak mengerti kenapa Icha selalu membencinya,Ben tak sadar kalau setiap dia menjelekan sahabatnya maka rasa bencinya semakin bertambah di hatinya kepada Ben.


"Nggak usah gue nggak perlu bantuan elu,pergi lu"ucap Icha kesal.


"Jangan keras kepala kau itu terluka aku akan bawa kamu kerumah sakit"bujuk Ben.


"GUE BILANG PERGI YA PERGI BEGO hiks...pergi lu dari hadapan gue,kenapa sih pas lagi kaya begini gue harus ketemu sama elu orang yang kedua yang gue benci"Icha marah dia menangis dan terus mengoceh.


Orang kedua berarti siapa orang yang pertama.


Ben malah penasaran dengan orang yang di benci Icha.


Tanpa mendengarkan Icha Ben malah langsung menggendong tubuh gadis itu.


"Woi...kurang ajar sialan brengsek lepasin gue"Icha terus memberontak dan terus memukul badan Ben,tapi Ben bukannya melepaskannya malah memeluk tubuh gadis itu dia tahu sepertinya Icha sedang ada masalah berat karena baru kali ini dia melihat gadis ini menangis.


Icha terus memukul badan Ben tapi Ben terus memeluknya hingga tangis itu reda dan Ben mengendurkan pelukannya,Ben menatap wajah gadis itu lekat dia melihat wajah tangguh yang biasa menentang dirinya kini terlihat sangat rapuh.


"Kau ada masalah?"tanya Ben lembut dia kini bersimpuh di depan Icha yang terduduk di kursi mobil.


"Bukan urusan elu"ucap Icha ketus.


"Iya aku tahu memang bukan urusan ku tapi setidaknya bercerita ke orang lain bisa meringankan beban mu"Ben masih lembut.


"Tapi gue nggak mau cerita sama orang kaya elu yang selalu berfikir negatif sama orang"Icha mengusap air matanya yang membasahi wajahnya.


Ben tersenyum dia sadar biar bagaimana pun juga gadis yang ada dihadapannya ini gadis muda yang baru mengenal dunia.

__ADS_1


"Baiklah bila kau tidak mau cerita aku akan membawa mu ke rumah sakit sepertinya luka mu lumayan parah"


"Nggak perlu gue masih bisa jalan"Icha berdiri dari duduknya dia merasa nyeri di kakinya tapi dia tetap berjalan dan benar saja baru dua langakah berjalan dirinya langsung terjatuh kakinya semakin sakit.


Akh...sial kenapa pas ada dia kaki ini malah sakit sih.


Ben melihat itu dan menggendong Icha lagi dan membawanya kemobilnya Icha pun tak protes lagi karena dia menahan rasa sakit di kakinya.


Ben mengambil kunci motor Icha dan menyuruh seeorang mengambil motor tersebut di lokasi yang telah di beritahukan Ben ,sementara Ben langsung membawa Icha ke rumah sakit.


Di sepanjang jalan menuju rumah sakit mereka berdua hanya terdiam saja,Icha terdiam menahan sakit di kakinya,sedangkan Ben dengan fikirannya sendiri sesekali dia melirik ke arah Icha memperhatikan gadis tomboy itu.


Mobil tiba di depan IGD Ben langsung mengambil kursi roda dan menggendong Icha dan memindahkannya ke kursi roda,Ben meminta dokter jaga dan perawat untuk memeriksa Icha.


Dokter memeriksa Icha menekan bagian kaki Icha dan Icha merasakan kesakitan.


"Sepertinya kakinya patah"ucap dokter.


Icha tekejut saat mendengar kakinya patah.


"Lakukan yang terbaik untuk dia dok"ucap Ben.


Icha menatap ke arah Ben dia bingung kenapa Ben jadi baik kepadanya,apa karena Ben kasihan padanya,ya mungkin begitu dia kasihan pada Icha begitu lah fikiran Icha.


Icha akhirnya di rawat malam ini di ruang rawat rumah sakit.


Ben berbicara pada Icha untuk menghubungi keluarganya.


"Nggak perlu gue nggak mau bikin mama gue khawatir gue bisa sendiri kok,elu kalo mau balik,balik ajah sana maaf udah ngerepotin elu dan terima kasih udah nolongin gue"Icha berbicara tapi tak melihat lawan bicaranya tatapannya lurus kedepan.


Ben bukannya pergi dari ruangan tersebut malah duduk bersandar di sofa,dia malah menunggu gadis itu di ruangan VIP ini.


Icha tak menghiraukan keberadaan Ben dia malah tidur di brankarnya.


bodo lah elu mau tidur disitu semaleman juga bodo lah gue nggak perduli.

__ADS_1


Batin Icha sebelum dia memejamkan matanya dan tertidur.


...♡♡♡♡♡♡♡♡...


__ADS_2