
Hari terus berlalu tak terasa sudah 7 bulan sudah dan saat ini usia kandungan Starla memasuki usia 9 bulan dan Rigel sudah ketar ketir saja menunggu kelahiran anak pertamanya ini.
Sementara seorang anak manusia yang akhir-akhir ini terus di gempur dengan pernyataan cinta seseorang,saat ini dirinya seolah kehilangan sosok orang tersebut,awalnya dia merasa biasa saja sehari,dua hari,seminggu dan sekarang sudah sebulan akhirnya dia merasa kehilangan juga karena orang itu tiba-tiba menghindari dirinya meski pun mereka sering berpapasan.
Seperti saat ini mereka bertemu di kafe milik Rigel,Rigel sedang mengadakan rapat di kafenya bersama staff kafe dan tentu saja sang asisten pun ikut serta dalam rapat tersebut.
Tapi saat rapat telah selesai dan mereka semua lewat di depan kasir mata seorang kasir hanya tertuju pada seseorang pria berambut hitam lurus,bermata kecil dan memiliki garis rahang yang tegas dia lah Ben.
Ben sekrang sudah tidak pernah mengejar Icha lagi,karena selalu saja di tolaknya,dia sudah tak menghiraukan keberadaan gadis sombong itu menurut Ben.
Bagi Ben trauma di keluarganya Icha hanya alasannya saja untuk menolak dirinya,dan saat ini mereka menjalani hidup masing-masing,Icha merasa canggung saat ini setiap melihat laki-laki itu muncul di hapadannya.
Sebenarnya dia sudah mulai membuka hatinya pada Ben tapi rasa takut di khiyanati itu masih menghantuinya hingga saat ini,dia masih belum berani melangkah lebih jauh lagi,dia tak ingin kecewa apa lagi sampai yang namanya patah hati karena di khiyanati oleh orang yang kita cintai.
Dan sebenarnya Ben pun tidak menyalahkan Icha sepenuhnya atas rasa takit dan trauma yang di alaminya mungkin karena begitu berat dan seringnya dia menyaksikan hal seperti itu dengan matanya jadi membuat Icha ragu dan tak mau maju ke depan.
Ben sedang mengikuti saran dari Rigel untuk menghindari Icha sementara untuk melihat bagaimana reaksi Icha padanya bila Ben tak mengganggunya lagi.
Dan malam ini.
Rigel sedang gelisah di depan ruang bersalin dirinya mundar-mandir di sana karena menantikan proses kelahiran anak pertamanya,sejak tadi sore Starla sudah merasakan mulas dan Rigel langsung membawanya ke rumah sakit dan saat ini Starla sedang di tangani oleh dr. Miske.
Di dalam ruang bersalin Starla berjuang keras untuk melahirkan anak pertamanya,dia di bantu dan di berikan suport oleh para bidan yang membantu dr. Miske.
Dan saat Starla mengejan untuk yang kedua kalinya suara tangisan bayi pun terdengar.
Ooeekkkk...oooeekkkk...
Rigel yang berada di luar mengusap wajahnya bersyukur karena bayi berhasil di lahirkan,para perawat yang membantu dr. Miske pun membersihkan bayi dan ibunya,setelah bayi di balut dalam kain bedongan barulah perawat tersebut memanggil dr. Rigel untuk masuk melihat keadaan istri dan anaknya.
"dr. Rigel selamat putra anda lahir dengan sehat"dr. Miske memberikan bayi tersebut kepada Rigel.
Rigel menggendong menyentuh pipi merah dan lembut bayinya dengan sangat lembut.
"Sayang...anak kita"Rigel memberikan bayinya kepada Starla untuk di beri asi.
"Siapa namanya?"tanya dr.Miske.
"Axele"Jawab Rigel tanpa berpaling wajahnya dari menatap bayinya.
__ADS_1
"Nama yang bagus,baiklah kita pindahkan dulu ibu dan bayinya keruang perawatan"ucap dr. Miske.
Starla pun di bawa oleh para perawat ke ruang rawat VIP yang sudah di sediakan oleh para perawat sebelumnha saat Rigel datang.
Dan saat di ruang rawat tak lama kedua orang tua Rigel beserta adiknya pun datang begitu pun pak Markus yang sudah bisa menggunakan tongkat pun datang melihat anak dan cucunya,bahkan semua teman-teman Starla pun datang berkunjung malam itu juga dan Ben juga ikut serta malam itu juga menengok bayi yang baru lahir itu.
Saat semuanya sedang berbincang-bincang dan bercanda tawa ada dua orang anak manusia yang saling cuek-cuekan.
Starla memberikan kode kepada suaminya menunjuk dengan matanya kepada kedua orang itu yang sama sekali tak bertegur sapa.Rigel pun memberikan kode kepada tiga kampret.
Setelah kedua orang tua Rigel dan pak Markus pamit pulang ketiga kampret pun lansung melancarkan serangan seperti yang di instruksikan oleh Rigel.
Saat di parkiran ketiga kampret yang berjalan berbarengan dengan Icha dan Ben,yang awalnya Ben tidak mau ikut jalan bareng mereka malah ikut bareng karena Rigel meminta sesuatu untuk di belikan oleh Ben jadinya Ben pun ikut jalan bersama dengan mereka.
Dan tiba-tiba Jono tersandung batu entah batu dari mana itu ini di luar rencana Jono yang hilang ke seimbangan malah mendorong tubuh Icha kedepan hingga Icha pun hilang keseimbangan dan malah menabrak tubuh Ben,Ben dengan refleksnya menangkap tubuh Icha ke pelukannya
aih...ini di luar rencana kita
Batin ketiga kampret,yang terkejut melihat adegan slow motion di depan mata.
Mereka bertiga pun menggeser langkah kaki mereka membiarkan kedua insan ini saling berpelukan dan bertatapan,dan mereka bertiga pun bersembunyi di semak pohon yang ada disana dan mengambil video untuk di saksikan oleh Starla dan dr. Rigel.
"Seharusnya aku yang minta maaf karena memeluk mu"Ucap Ben datar.
"Tidak apa-apa kau begitu karena ingin menolong ku kan?"
"Hemm permisi"Ben berjalan ke arah mobilnya tapi langkahnya terhenti ketika Icha berbicara lagi.
"Kenapa kau menghindari ku?apa kau marah pada ku?tak bisa kah kau bersikap biasa saja pada ku tidak seperti ini bila kau sudah lelah dengan ku setidaknya jangan mendiami ku seperti ini"ucap Icha.
"Ya aku lelah dengan mu,aku lelah meyakinkan mu bahwa tidak semua laki-laki itu seperti bapak mu dan kakak mu,kau tidak mau mendengar ku dan sangat keras hati hingga aku memutuskan untuk diam saja apa aku salah?"Ucap Ben kesal.
"Tidak kau tidak salah kau benar aku terlalu keras hati,oleh karena itu aku butuh seseorang yang mampu melembutkan hati aku,tapi sepertinya tidak ada yang mampu melakukan itu sebab orang tersebut pun sudah kelelahan menggempur hati yang keras itu padahal tinggal sedikit lagi...sedikit lagi dia bisa meluluh lantahkan batu karam di hati ku ini tapi sayangnya orang itu menyerah sebelum melihat hasil kerja kerasnya"
Icha berjalan menuju motornya saat dia mengambil kunci motor itu di kantung jaketnya tangannya di tarik oleh Ben tubuh Icha di bawa ke pelukan laki-laki itu.
"Jangan pergi sendirian lagi...aku ada disini untuk mu,percayalah pada ku"bisik Ben.
Icha pun memeluk tubuh Ben erat air matanya luruh membashi bahu Ben,ini kedua kalinya Ben melihat gadis ini menangis pertama saat malam kecelakaan itu dan kedua saat malam ini malam di terimanya cinta Ben oleh Icha.
__ADS_1
"Cie...ada yang jadian ni...ye..."ledek tiga kampret yang tiba-tiba muncul dari balik semak-semak.
"Pak Dokter dan Lala juga menyaksikan ini loh hahaha"Jono menunjukan video mereka di ponselnya kepada mereka.
"Sialan lu pada dari tadi ngerekam kita disini"Icha kesal hingga hampir memukul tiga kampret tapi tangannya di cegah oleh Ben.
"Biarkan saja mereka mengabadikan momen kita ini"Ben tersenyum menatap Icha.
"Icha di tunggu ya undangannya"ucap Starla dan Rigel di layar ponsel Jono.
Dan malam itu kebahagiaan menyelimuti mereka semua,Starla dan Rigel yang di berkahi anak ,Icha dan Ben yang resmi jadian dan tiga kampret yang ikut meramaikan suasana kebahagiaan ini.
Happy ending.
...Tamat....
Ada yang minta visualnya dr. Rigel dan kawan-kawan dan berikutlah visualnya :
dr. Rigel
Starla
Icha.
Ben
Trio Kampret di mulai dari depan ya...(Jono,Mono dan Bayu).
Semoga sesuai ekspektasi ya...🥰😉
__ADS_1
Maaf bila terjadi kesalahan dalam Penulisan dan ceritanya kurang memuskan maklum baru belajar 😁🙏