Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Tak Akan Mengganggu Lagi


__ADS_3

Siang itu Starla yang sedang konsentrasi menulis novel onlinenya di laptop yang di berikan Rigel untuknya agar istrinya tidak bosan saat berada dirumah mendengar ponselnya berdering di lihatnya nomor asing.


Starla sempat berfikir dulu sebelum menerima telpon tersebut,tapi akhirnya dia geser juga tombol hijau tersebut.


"Halo..."suara Starla terdengar di seberang telpon.


"Halo...La...ini aku Prima"


Deg...


Starla terkejut saat mengetahui siapa penelpon ini.


"Pri...ada apa?"tanya Starla.


"Aku hanya ingin bertemu dengan mu dan suami mu nanti malam bisa kan?"


"Maaf Pri...tapi sepertinya tidak bisa,lagi pula apa kau tidak bisa membahasnya di telpon saja?"tanya Starla.


"Oo begitu baiklah kalau begitu,aku hanya ingin minta maaf karena sudah menyakiti mu dan mengkhianati mu,juga menyalahkan mu saat aku hilang ingatan padahal senua itu aku yang salah,sampai kan juga rasa terima kasih ku kepada suami mu karena telah merawat dan menolong ku saat aku kecelakaan"


"Oo iya nanti aku sampai kan kepadanya,aku pun sudah memaafkan mu dan melupakan semua masa itu,jadi tenanglah"


"Iya terima kasih Lala...baiklah selamat tinggal ya La"


"Heh...selamat tinggal memangnya kau mau kemana?"


"Aku mau pindah kuliah di luar negeri,aku tak ingin selalu di hantui oleh kenangan kita hemft maaf karena aku belum bisa move on dari mu"


"Kemarinnya bukannya kamu sudah move on? Bukankah kamu pacaran dengan Tina?"


"Tidak La aku gagal move on meski aku pacaran dengan dia meski pun aku selingkuh dari mu dengan dia tapi hati ku tak bisa berbohong karena hanya ada kamu"


Starla menghela nafas dalam mendengar hal itu dari Prima.


"Asal kau tahu penyebab kecelakaan waktu itu juga karena aku bertengkar dengan Tina yang meributkan tentang tatoo di tangan ku,dan aku meminta putus dari dia tapi dia tidak mau aku putuskan,aku kesal dan oergi mengendarai motor dengan kencang hingga menabrak mobil yang ada di depan ku itulah yang aku ingat La"


Prima menceritakan kejadian sebelum dia mengalami kecelakaan dan koma.


"Pri...aku yakin kau pasti akan mendapatkan wanita yang sama baiknya dengan diri mu dan sebaiknya kau hapus tatoo itu agar tidak terjadi kesalah fahaman lagi bila kau bertemu dengan jodoh mu yang sebenarnya"


"Kau benar aku akan menghapus ini nantinya,sudah dulu ya...semoga kau selalu bahagia dengan suami mu"

__ADS_1


"Iya kau juga semoga cita-cita mu tercapai untuk menjadi seorang pebisnis hebat"


Telpon pun berakhir.


Starla pun melanjutkan menulis novelnya kembali,dia tidak memikirkan tentang Prima lagi,setidaknya dia sudah berhubungan baik denganpemuda masa lalunya itu tanpa permusuhan,kini dia sedang menata masa depannya dengan Rigel dan calon anaknya.


Sementara itu di tempat lain tepatnya di sebuah kampus Prima berjalan di lorong kampus setelah dia selesai mengurus kepindahannya ke universitas di luar negeri.


Dia berjalan di lorong dan menuju area parkir untuk mengendarai motornya,tapi langkahnya terhenti saat seseorang meraih tangannya.


"Prima tunggu"


Prima menoleh kepada seseorang yang memegang tangannya itu.


"Ada apa?"tanya Prima dingin.


"Bisa kita bicara?"wajah wanita itu memelas menatap Prima.


"Maaf tidak bisa aku sibuk"


"Prima tunggu aku hamil Pri"ucap Tina lirih.


"Kau berbuat dengan siapa lalu minta tanggung jawab pada ku begitu?"Prima sinis.


"Prima ini anak kamu"


"Astaga Tina...aku tak pernah menyentuh mu lebih dari sekedar berciuman jangan ngarang"Prima makin kesal.


"Sekarang kau minta pertanggung jawaban sama pacar mu itu si Doni brandalan itu kau fikir aku tak tahu kau berbuat itu di belakang ku,ooo tidak kau tidak sadar pernah melakukannya saat aku tak sengaja memergoki kalian di toilet dan juga di kostan mu"Prima mengungkap semua yang dia ketahui tentang Tina.


"Kau fikir aku bodoh begitu hah? Ya aku memang bkdoh mau sahamja tertipu oleh mu,Kau buat aku memutuskan wanita yang paling berharaga dan paling aku cintai hanya demi wanita seperti mu?!"tunjuk Prima di kening Tina.


"Sekarang lepaskan aku,dan minta tanggung jawab pada pacar mu itu"Prima langsung naik ke atas motornya dan pergi dan tak kembali lagi ke kampus itu.


Prima pun ingin menata masa depannya dengan wanita yang akan menjadi jodohnya suatu saat nanti tapi untuk saat ini dia lebih memilih berkonsentrasi pada pendidikannya dari pada masalah wanita.


Kalau jodoh juga tak akan kemana begitulah fikirnya.


Motor matic besar itu menembus keramian kota di siang hari ini,dirinya ingin segera sampai rumah membereskan semua keperluannya yang akan dia bawa nanti saat keluar negeri.


Motor matic besar itu pin sampai di halaman rumahnya dan terparkir di garasi rumhanya.

__ADS_1


Prima masuk kedalam rumahnya mencium tangan ibunya dan berjalan ke lantai atas rumahnya dan memasuki kamarnya,dia lalu membereskan pakaiannya dan semua dokumen yang diperlukan untuk dia mendaftar kuliah disana nanti.


Dia melihat foto yang selalu terpajang di meja belajarnya dia mengeluarkan foto itu dari bingkainya merobeknya dan membakarnya.


"Maaf bukan maksud aku jahat pada mu La tapi bila tidak begini aku jadi semakin sulit untuk melupakan mu"ucapnya saat membakar serpihan foto mereka berdua saat masih berpacaran.


"Bila kau bahagia dengan suami mu kenapa akunharus terpuruk dengan kenangan masa lalu kita ya kan?aku pun harus bangkit dan tak boleh cengeng kau pasti akan mengatakan hal itu pada ku ka La bila aku mengeluh pada mu hihi"Prima tertawa sendirian di kamrnya.


Sementara itu di kediaman dr. Rigel.


Rigel yang sudah pulang dari rumah sakit langsung di sambut oleh istrinya yang menunggunya di ambang pintu,Starla memeluk tubuh suaminya dengan manja dan Rigel membelai rambut istrinya dengan sayang.


"Bagaimana apa dia rewel?"tanya Rigel sambil mengelus purut istrinya.


"Iya dia kangen dengan ayahnya hihi"


"Dia atau kamu yang kangen?"Rigel iseng mencolek dagu istrinya.


"Hihi"Starla tertawa kecil.


"Apa saja yang kau lakukan seharian di rumah?"


"Ya seperti biasa kak"


Mereka berjalan berdua ke lantai atas Rigel merangkul istrinya sampai di kamarnya,Starla membantu Rigel membersihkan dirinya dan menyiapkan bajunya,setelah semuanya selesai,Rigel mengajak Starla duduk di sofa yang menghadap ke balkon rumah.


Rigel merangkul Istrinya Starla pun menaruh kepalanya di pundak Rigel.


"Kak...ada yang ingin aku sampaikan tapi kakak jangan marah ya..."


"Apa itu sayang?"


"Itu tadi siang Prima menelpon ku,dia minta maaf sama aku dan juga berterima kasih pada kakak karena telah merawat dan menyelamatkannya waktu itu"


"Dia menelpon mu?!"Rigel mulai kesal.


"Kakak jangan marah dia juga akan pindah kuliah di luar negeri dan tidak akan mengganggu aku lagi kak"


Rigel terlihat lega saat mendengar Prima akan pindah keluar negeri dan tidak akan mengganggu istrinya lagi.


...♡♡♡♡♡♡ ...

__ADS_1


__ADS_2