Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Laba-laba


__ADS_3

Acara pernikahan telah selesai dan siang ini semua keluarga dan sepasang pengantin baru ini juga bersiap untuk meninggalkan vila menuju ibu kota.


Rigel dan Starla menaiki mobil Rigel pribadi dan Ben lah yang mengandari mobil tersebut,Rigel sudah mengatakan pada Starla bahwa di rumahnya sudah di persiapkan kamar pribadi untuknya.


Bagaimana tuan besar akan memiliki cucu mereka saja tidak tidur satu kamar.


Batin Ben.


Dan di dalam mobil mereka pun hanya terdiam saja,Starla masih sibuk memainkan ponselnya,Rigel melirik ke arah ponsel Starla dia lihat Starla sedang membaca novel online dan sesekali Rigel melihat senyum di wajah gadis itu.


"Kau suka membaca hal seperti itu?"tanya Rigel.


"Hemmm ini kisahnya lucu kak...tentang mereka nikah terpaksa,tapi cinta bersemi dengan seiringanya waktu seringnya mereka menghabiskan waktu bersama"jelas Starla


"Lucunya dimana?"Rigel bingung.


"Hemm dimana ya...kakak baca saja sendiri bila mau tahu"Starla tersenyum saat mengatakan itu.


Sebuah senyuman di tangkap oleh mata Rigel menghujam hingga ke jantungnya rasanya dadanya seperti ada yang memukul dengan kencang.


Rigel langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil.


Kenapa dada ini berdenyut begini sih...rasanya aneh,geli seolah ada jari jemari seseorang sedang masuk dan memainkan jantung ini ck apa sih...ini perasaan apa...nggak nggak mungkin aku jatuh cinta dengan gadis ini.


Rigel masih saja mengelak mengakui perasaan sendiri hingga dia seringkali bertengkar dengan isi hatinya sendiri.


"Kakak mau tahu dimana lucunya?dimana geregetnya cerita ini hingga membuat pembacanya penasaran dan tersenyum-senyum sendiri saat membacanya?"Starla tiba-tiba menggeser duduknya dan mendekt pada Rigel.


Membuat Rigel semakin salah tingkah wajahnya tiba-tiba merah karena gadis itu sekarang menempel dengannya kulit tangan mereka saling bersentuhan.


"Lala...bisa kau menjauh?"tanya Rigel.


Starla yang tak sadar dirinya sudah menempel pada Rigel langsung beringsut mundur menjauh dari sisi Rigel.


"Ma...maaf kak aku tak sengaja"Starla gugup.


"Ehm....tak apa"Rigel langsung membuang wajahnya dan melihat ke jendela lagi.


Jantungnya berpacu seperti kuda berlari di area pacuan kuda.


Lama-lama aku bisa gila bila dia terus dekat dengan ku untung saja ini hanya berlangsung tiga bulan huft....


Batin Rigel.


Mobil yang di kendari Ben telah tiba di halaman rumah Rigel dan berhenti tepat di depan pintu utama rumah.


Rumah mewah sungguh rumah yang ukurannya sangat jauh dari rumah Starla,kepala Starla berkeliling mengintari pemandangan rumah yang begitu menabjubkan rumah yang sangat mewah.

__ADS_1


"Kak...apa kakak hanya tinggal sendirian di rumah yang sebesar ini?"Starla tiba-tiba bertanya.


"Tidak ada beberapa asisten rumah tangga disini dan kadang Ben juga menginap disini"jelas Rigel.


"Ook begitu"


"Kemarilah akan aku tunjukan kamar mu"Rigel mengajak Starla berjalan ke arah tangga dan menuju lantai dua.


Starla mengikuti Rigel dibelakanganya,dan mereka berhenti di depan sebuah kamar dengan pintu bwrwarna putih.


Ceklek.


"Ini kamar mu"Rigel masuk kedalam kamar tersebut.


"Ini tempat pakaian mu, dan itu kamar mandi,tidurlah di kasur jangan tidur di lantai bisa sakit kamu,istirahatlah dan buatlah diri mu senyaman mungkin disini,aku istirahat dulu kamar ku di sebelah"Rigel berjalan kearah pintu.


"Kak...terima kasih"perkataan Starla membuat Rigel menghentikan langkahnya.


"Hemm"hanya itu yang dia katakan dan dia pun langsung keluar dari kamar tersebut dan masuk kedalam kamarnya sendiri.


Starla merapihkan semua pakaiannya di lemari pakaian dan dia pun beristirahat di atas kasurnya.


Sementara Rigel langsung merebahkan dirinya di atas kasurnya menatap langit-langit kamarnya,perasaannya tidak karuan.


Beginikah rasanya menikah?hemft aku menikah dengannya karena terpaksa,hanya karena kontrak konyol yang aku beri padanya,aku harap setelah ini papah dan mamah tidak menuntut ku untuk menikah lagi.


"Aaaaaa.....kak Igel tolong aaaaa"teriak Starla Rigel langsung loncat dari kasurnya dan berlari ke kamar istriya.


Starla langsung berlari ke arah Rigel dengan hanya memakai handuk yang melilit di tubuhnya.


"Kak....tolong aku takut"Starla panik dan langsung menabrak tubuh Rigel.


"Kau takut kenapa?"Rigel ikut panik.


"Itu...itu di kamar mandi ada laba-laba besar kak aku takut"Starla merengek hingga menghentkan kakinya.


"La...laba-laba?kau takut dengan laba-laba?"


"Aku phobia laba-laba kak...tolong kak...usir laba-labanya"tanpa Starla sadari dia menggelendoti tangan Rigel.


Dan Rigel sungguh tak sengaja melihat ke arah belahan itu yang terkspos sangat dekat bahkan dia bisa merasakan sesuatu yang sangat kenyal menempel di lengannya.nyut...nyut..nyut...begitulah yang di rasakan Rigel.


Kepala Rigel tiba-tiba pusing lagi dan seperti biasa hidungnya mengeluarkan darah Rigel mimisan lagi.


"La...kamu sebaiknya pindah ke kamar ku saja sementara biar nanti para asisten rumah tangga disini yang membereskan laba-laba itu ya"Rigel menutupi hidungnya.


"Di kamar kakak ada laba-laba juga tidak?aku takut"Starla semakin menempel pada Rigel membuat yang berada di dalam sana semakin mengeras.

__ADS_1


"La...bisa nggak tidak seperti ini,kamu sadar nggak sih kamu itu hanya memakai handuk"sentak Rigel dia sudah tidak tahan dengan kelakuan Starla yang seperti ini.


"Aaaaaaa aku...aku....hiks...."


"Kenapa malah menangis?!"Rigel membantak Starla.


Seharusnya aku yang menangis Lala...bukan kamu karena disini aku yang tersiksa gadis bodoh.


Rigel mengumpat dalam hatinya.


"Aku tidak pakai baju dan aku tidak berani ada di kamar ini lagi kak hiks...."


"Sekarang kau kamar ku pakai baju mu disana saja"


"Tapi baju ku ada di lemari aku tak berani masuk kak aku takut"


Astaga kenapa harus ada laba-laba sih?dan kenapa dia harus phobia laba-laba juga sih...huft menyusahkan saja.


Rigel semakin pusing,baru hari pertama cobaannya sudah berat dia harus melawan hasrat si unyil yang sudah tegak berdiri bagai keadilan.


"Aku akan mengambilkan pakain mu kamu tunggu di kamar ku ya"Rigel berusaha sesabar mungkin menghadapi sang istri yang tidak sengaja menggoda hasratnya.


"Di kamar kakak tidak ada laba-laba kan?"


"Tidak ada yang ada hanya ular kasur"Rigel asal bicara dia tidak tahu saja kalau ucapannya itu benar-benar bisa membuatnya kerepotan sendiri.


Maksud hati bercanda malah semakin membuat Starla menempel padanya.


"Aku juga takut ular kak,kenapa kakak pelihara ular di kamar dan menaruhnya di atas kasur"Starla terus merengek.


"Oh...astaga kau ini polos sekali"Rigel lalu menepuk jidatnya sendiri karena kepolosan istrinya.


"Pak....Kus....tolong kemari"teriak Rigel,tapi sesetik kemudian dia berteriak lagi.


"Ah tunggu jangan kemari dulu istri ku sedang tidak pakai baju"Rigel berteriak lagi.


Menghentikan langkah pak Kus yang akan segera naik ke atas.seolah mengerti apa yang sedang terjadi dengan pasangan pengantin baru.


"Kakak...ish...kenapa berteriak-teriak mengatakan aku tidak pakai baju,mereka bisa salah faham"bisik Starla kesal.


"Hemft mana ada yang salah faham Lala kita ini suami istri mereka juga mengerti dan tidak akan salah faham"Rigel tertawa dan masih menutupi hidungnya yang masih mengeluarkan darah.


"Sudah ayo ke kamar ku kau pakai baju ku saja ya,biar nanti pak Kus yang mengurus laba-laba di kamar ini"Rigel membawa Starla yang masih menempel di lengannya ke kamarnya.


Di fikiran Starla masih ada rasa takut karena tadi yang dia tangkap dari ucapan Rigel adalah di kamarnya hanya ada ular kasur.


Apa di kasurnya benar-benar ada ular.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2