
Di sebuah ruangan pribadi milik seorang dokter tampan terdapat dua anak manusia yang sedang duduk berdiam diri tak ada pembicaraan sama sekali di antara mereka berdua.
Rigel hanya menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa memejamkan matanya sedangkan Starla membaca salah satu buku yang ada disana,begitulah kegiatan mereka setiap datang ke kafe ini,hanya kegiatan yang monoton.
malam ini kebetulan ada live musik di kafe,alunan nada dan lirik yang dinyanyikan oleh sang penyanyi wanita sedikit menyentil hati Rigel,hingga dia hanya tersenyum mendengarkannya.tanpa Rigel sadari Starla pun ikut mendengarkan live musik itu.
"Suara penyanyinya bagus kak"Starla berkomentar.
"Hem..."Rigel hanya menjawab begitu dan memejamkan matanya sambil menikmati alunan syair dan nada.
"Kau suka musik?"tiba-tiba Rigel bertanya.
"Suka"jawab Starla polos.
"Lagu apa yang kau suka?"tanya Rigel lagi tapi matanya masih terpejam.
"Lagu-lagu cinta"jawaban yang polos yang berhasil mengundang tawa di mulut Rigel hingga dia membuka matanya yang sedang terpejam itu.
"Apa lagu favorit mu?"Rigel tiba-tiba menoleh ke arah Starla dengan tangannya yang di lipat di depan dada.
"Hemmm aku suka lagu sampai akhir waktu nanti kak ciptaan seorang musisi yang terkenal itu"
Rigel nampak berfikir dia juga suka musik,entah kenapa dia tiba-tiba mengangkat gagang telpon yang ada di meja kecil samping sofa.dia menelpon bagian kantor kafe tersebut.
"Saya reqwest lagu sampai akhir waktu nanti dari band itu,calon istri saya suka lagu itu"ucap Rigel pada seseorang yang di telpon.
Starla menutup mulutnya yang spontan terbuka karena terkejut mendengar ucapan Rigel.
"Kakak apaan sih aku nggak minta lagu itu di nyanyikan kok"protes Starla.
"Sudah dengarkan saja kebetulan aku juga ingin mendengarkannya"ucap Rigel santai.
Dan pada lirik yang sangat menyentil hati Rigel sebuah lirik yang mengatakan seseorang yang tak main-main dengan perasaan dan akan dia tunjukan sebuah kesungguhan untuk memiliki diri seseorang.
Astaga liriknya sialan nyentil banget.
Batin Rigel.
"Kenapa kau suka dengan lagu ini?"tanya Rigel.
"Hehe liriknya itu loh kak,menyentuh banget seseorang yang serius dalam menjalani hubungan tak perduli adanya halangan dia akan terus membuktikan ketulusan hatinya dan tidak main-main"jelas Starla malu-malu.
__ADS_1
"Kau berharap ada pria yang seperti itu dalam hidup mu?" Rigel lalu menatap Starla lekat.
Starla hanya tersenyum saja,senyum malu-malu.
Astaga dia dia malu-malu berarti dia betul-betul menginginkan hal itu terjadi dalam hidupnya kan?
Batin Rigel.
"Hemm lagunya sudah selesai,kau masih ingin disini atau pulang?"tanya Rigel setelah putaran lagu selesai di nyanyikan oleh penyanyi yang berada di atas panggung tersebut.
"Aku ingin pulang saja kak"
"Oke kita pulang"Rigel beranjak dari sofa dan Starla pun mengikutinya.
"Kak...boleh aku bawa pulang buku ini,aku ingin melanjutkan membacanya di rumah"Starla meminta ijin.
"Ya silahkan bawa saja"
"Terima kasih"Starla tersenyum tulus,membuat Rigel salah tingkah sendiri hingga dia memalingkan wajahnya takut terlihat wajah meronanya oleh Starla.
Rigel seolah melihat cahaya di sekitar wajah Starla saat dia tersenyum seperti itu.
Rigel gemas sendiri saat melihat senyum dari gadis berkaca mata itu,rasanya ingin dia cubit saja pipi gadis yang satu ini.dia sendiri juga bingung dengan perasaannya pada Starla kenapa sangat mengganggu fikirannya.
Mereka pun berjalan menuju area parkir dan langsung masuk kedalam mobil,Rigel langsung mengantar Starla pulang ke rumahnya tanpa mampir kemana-mana lagi.satu pesan Rigel saat Starla sudah sampai di depan rumahnya untuk dirinya istirahat karena menjelang hari pernikahan,dan Starla hanya mengangguk saja.
Starla berbaring di kasurnya memeluk bantal berbentuk telur bulat itu di dadanya,memandangi langit-langit kamarnya,memikirkan pernikahannya yang beberapa jam lagi akan terlaksana.
Mimpi... seperti mimpi buruk baginya sejak awal pertemuan dengan Rigel hingga berakhir di pernikahan yang tak sama sekali dia inginkan.
Tiba-tiba dia teringat ucapan sahabatnya Icha.
"dr. Rigel itu ganteng dan sukses La apa elu nggak tertarik sama dia?"
Starla langsung menggelengkan kepalanya kuat saat mengingat ucapan sahabatnya.
Siapa sih Cha yang nggak demen sama dia tapi gue ya sadar diri lah Cha siapa gue dan siapa dia gue cuma gadis dapur dan dia sang penguasa rumah sakit,ibarat kata gue ini selir bukan permaisuri yang sebenarnya,sebab seorang permaisuri itu bukan dari golongan bawah kan?pasti dari golongan bangsawan ck...huft....
Dua hari kemudian hari yang sangat tidak di tunggu oleh Starla telah tiba,hari pernikahannya dengan dr.Rigel.
Sejak semalam Starla sudah menginap di sebuah vila di luar kota,di sinilah tempat peresmian pernikahan mereka berdua.
__ADS_1
Sedangkan di dapur rumah sakit ibu Tanti sebagai kapala dapur hari ini sangat pusing mengatur jadwal para pramu saji karena ketiga kampret,dan Icha beserta Starla tidak masuk berbarengan dan dia tidak bisa marah atau pun protes karena Rigel langsung yang meminta ijin mereka semua untuk tidak bekerja hari ini dan esoknya.Rigel tidak memberitahu pada Tanti tentang pernikahannya dia masih merahasiakannya dari pihak rumah sakit cukup sahabat Starla dan Ben saja yang mengetahui pernikahan ini.
"Oh...astaga ada apa dengan dr.Rigel dan mereka berlima sih...kenapa harus mengadakan liburan dadakan begini jadawal kerja karyawan dapur jadi berantakan haaaaaa"sangking pusingnya ibu Tanti sampai teriak di dalam kantornya.
Sementara itu disebuah kamar,Starla sedang di dandani oleh make up artis,Icha yang sudah selesai di dandani oleh asisten make up artis tersebut memperhatikan dan menunggu sahabatnya ini dengan sabar,dia ingin sekali melihat sahabatnya menjadi seorang pengantin.
Rambut Starla di sanggul dengan sanggul modern dengan hiasan tiara di kepalanya,hari ini Starla mengenakan soft lens minus bening karena dia tak bisa melihat jelas tanpa kaca matanya.
Tim make up artis pun membantu Starla mengenakan gaun pengantin berwarna putih itu,gaun pengantin yang bagian bahunya terbuka dan benar-benar membentuk tubuh bagian atasnya dada yang sintal dan bentuk lekuk tubuh Starla nampak sangat sempurna dalam balutan gaun tersebut,gaun yang menjuntai dan mengembang bak gaun putri bangsawan ala eropa mengimbangi bagian atas tersebut.
Setelah selesai mengenakan gaun tersebut dan selesai juga make up artis memolesnya,Icha terperanga melihat perubahan sahabatnya bak boneka barbie.
"Gila La...pantes ajah dr. Rigel sampai mimisan waktu itu elu ck gila cantik banget dan wow...yahud...banget bodi elu"puji Icha dia juga mengacungkan kedua jempulnya ke atas.
Starla malu saat Icha mengatakan itu.
"Apaan sih Cha...dia mimisan waktu itu karena sistem imunnya lagi menurun bukan karena ngelihat gue"Starla sewot.
"Hahaha"Icha tertawa keras.
Ya elu ajah yang terlalu polos La...gue nggak bisa ngebayangin gimana tersiksanya dia pas sekamar sama elu hihihi.
Batin Icha.
"Elu juga cantik Cha...cocok banget pake gaun itu"ucap Lala memuji sahabatnya yang biasa nampak tomboy namun hari ini dia di dandani dan memakai gaun pesta berwarna putih selutut berlengan panjang dan gaun tersebut sangat pas di kenakan oleh Icha sehingga hari ini bukan hanya Starla sebagai pengantin yang terlihat pangling tapi sahabatnya juga.
Setelah persiapan semua selesai,mempelai wanita bersama pendampingnya keluar dari ruangan rias dan menuju meja tempat mereka akan melaksanakan janji pernikahan .
Rigel sudah berdiri dan menunggu mempelainya,Icha mendampingi Starla berjalan menuju meja pernikahan,dengan langkah yang hati-hati Starla melangkah,Rigel terpana melihat gadis yang akan menjadi istrinya beberpa menit lagi.
Benarkan yang berjalan mengenakan gaun pengantin itu dia?benarkan ini gadis yang akan menjadi istri ku sesaat lagi?astaga dia sungguh berbeda,cantik.
Dug dug dug dug dug....
Astaga kenapa ini kenapa jantung ku bergedub tidak beraturan begini.
Rigel memegangi dadanya karena detak jantungnya tidak beraturan dan tanpa dia sadari...
"Rigel astaga...hidung mu mimisan lagi?!"teriak ibunya.
Bersambung.
__ADS_1