
Sedari pagi Starla berkutat di dapur,membuatkan makan siang untuk di antar ke rumah sakit.tadi pagi sebelum berangkat Rigel memintanya memasak dan membawakan ke rumah sakit nanti siang tapi dengan syarat harus segera ke ruangannya bila sudah tiba disana.
"Bila sudah sampai nanti jangan kemana-mana langsung ke ruangan ku,aku tidak mau kau bertemu berpapasan apa lagi sampai mengobrol dengan pemuda itu"itulah ultimatum yang di berikan Rigel.
"Seharusnya bila dia takut aku bertemu lagi dengan Prima dia tak usah minta di antarkan makan siang segala dasar aneh"gumam Starla saat sedang memasak.
Hari ini dia juga membuat makanan untuk Icha,dia membuat kue brownis coklat lumer kesukaan Icha.
Ting...
Suara oven menandakan kue yang sedang di panggang sudah siap.
Starla mengeluarkan kue itu dari oven dan membiarkannya agar dingin barulah dia akan memberikan toping di atasnya.dia tak hanya membuat satu loyang kue tapi juga dua satu buat Icha dan yang satu lagi untuk suami tersayangnya.
"Hemmm wanginya enak sekali" ucap bik Tumi saat menghirup aroma di dapur.
Starla hanya tersenyum saat mendengar perkataan bik Tumi.
"Pantas tuan muda sangat menyukai masakan nona dari aromanya saja sudah bikin lapar"ucap bik Tumi Memuji.
Tapi yang di puji hanya senyam-senyum saja.
Hari menjelang siang Starla sudah bersiap-siap untuk pergi kerumah sakit,sebelum itu dia sudah menata dan mengemas semua makanan yang dia masak ke dalam kotak makan.
"Hemmm semoga kak Igel suka menu hari ini"ucapnya saat menata kotak makan yang bersusun tiga tersebut.
"Tuan muda pasti suka non kan nona yang masak"ucap Bik Tumi dan pak Kus.
Pak Kus juga sudah bersiap mengantarkan Starla ke rumah sakit.Starla pamit pada bik Tumi dan naik mobil Pak Kus pun bersiap menyalakan mobil dan mengendarainya dengan kecepatan sedang.
Di sepanjang jalan Starla tersenyum sendiri berharap masakan buatannya hari ini di habiskan oleh suaminya.
Sementara di rumah sakit.
Rigel memeriksa beberapa pasiennya termasuk Prima.
Saat masuk ke ruangan Prima sebenarnya langkahnya sangat berat memasuki ruangan tersebut tapi biar bagaimana pun Prima adalah pasiennya yang harus dia tangani.
"Mas Prima...bagaimana keadaan anda?"tanya Rigel datar.
"Sedikit membaik dok tapi masih belum bisa mengingat apa pun"ucapnya ramah bahkan Prima tersenyum kepada Rigel.
"Hemm kalau begitu jangan di paksakan pelan-pelan saja"ucap Rigel santai.
Setelah Rigel selesai memeriksanya,Rigel pamit pada Prima,dia pun memberitahukan bahwa Prima sudah bisa pulang dan hanya perlu cek up ulang beberapa kali saja.mengingat luka di tangan Prima tidak terlalu parah memang yang sangat parah itu di bagian kepalanya hingga dia bisa amnesia.
Saat Rigel keluar Jono datang ke ruangan Prima untuk membagikan makan siang kepada pasiennya.Jono sempat berpapasan dengan Rigel saat di pintu.
"Mas Prima...makan siangnya"sapa Jono ramah Jono pun menaruh nampan berisi makanan di nakas saat dirinya pamit keluar Prima mengajukan pertanyaan padanya.
"Mas...kenal Lala nggak?"tanya Prima pada Jono.
"Eh..."Jono keki sendiri karena langsung mendapatkan tatapan tajam dari Rigel yang berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
"Nggak mas saya nggak kenal"ucap Jono.
"Masa sih?setahu saya dia kerja di rumah sakit ini"Prima bingung.
Hei...kau itu hilang ingatan kenapa memori tentang istri ku tak ikut hilang di otak mu itu he'uh...menyebalkan.
Rigel langsung berjalan kesal meninggalkan ruangan itu.
"Em...saya anak baru mas jadi belum kenal banyak orang disini"Jono beralasan lagi.
O...ya ampun dr. Rigel nampak marah sekali tadi,terlihat dia sangat cemburu pada Prima.
Batin Jono.
Jono langsung meninggalkan ruangan Prima dan membagikan makanan ke ruangan lainnya,termasuk ruangan Icha.
"Cha..."tegur Jono saat memasuki ruangannya.
Jono pun akhirnya cerita saat dia mengantarkan makan ke ruangan Prima dan disana ada dr. Rigel,Jono bercerita kalau dr. Rigel sangat cemburu pada Prima.
"Ya...itu artinya pak dokter cinta berat sama kawan kita hihi"Icha cekikikan.
"Setuju banget dah gue sama elu,eh udah ya gue masih harus nganter ke ruangan lain nih"Jono pamit pada Icha dan Icha hanya mengacungkan jari jempolnya saja.
Mobil yang di kendari pak Kus pun sudah tiba di area parkir Starla pun turun dari dalam mobil,dan berjalan langsung ke ruangan Icha dahulu untuk mengantarkan brownis kepada sahabatnya itu.
Saat Starla sudah sampai di ruangan Icha dia pun memberikan kotak makan berisi brownis lumer kesukaan sahabatnya itu,dengan wajah berbinar Icha menerima kotak makan itu.
Tak lama ponsel Starla berdering terlihat nama di ponselnya.
My dr.Love.
"Eh kak Igel telpon Cha,sebentar ya..."Starla pun mengangkat telpon dari suaminya.
"Ya...kak"sahut Starla.
"Kamu sudah sampai mana?"
"Sudah sampai kak tapi aku antar kue dulu ke ruangan Icha"
"Apa?! bukankah sudah aku beri tahu kamu jangan mampir kemana pun dan langsung datang ke ruangan ku"semprot Rigel.
Starla sampai menjauhkan ponselnya dari telinganya karena suara Rigel terlalu keras.
"I..iya...maaf aku langsung ke ruangan kakak ya sekarang"Starla merasa bersalah pada suaminya.
"Tunggu biar aku jemput kamu di sana"ucap Rigel langsung mengakhiri telpon secara sepihak.
"Kenapa?"tanya Icha melihat raut wajah sahabatnya yang berubah.
"Kak Igel marah karena gue nggak langsung datang ke ruangannya Cha"nada suara Starla lemas.
Icha hanya menggelangkan kepala saja,tak lama Rigel masuk keruangan Icha dan langsung menggandeng tangan Istrinya dan membawa istrinya meninggalkan ruangan tersebut tanpa berbicara dengan Icha,dan Icha hanya tersenyum saja melihat ke bucinan sang suami kepada istrinya.
__ADS_1
Tapi saat Rigel dan Starla melangkah keluar ruangan Icha tiba-tiba ada yang menegur Starla.
"Lala..."
Starla menoleh ke arah asal suara tersebut,dan orang yang memanggilnya langsung menghampirinya dengan senyum selebar mungkin.
"Lala...akhirnya aku ketemu kamu lagi"ucapnya penuh kebahagiaan.
Rigel langsung menggenggam erat jemari istrinya.
Prima melihat tangan Starla dan Rigel saling bergandengan membuat dirinya bertanya.
"La...dia siapa?"tanya Prima.
"Di...dia..."ucapan Starla langsung di putus oleh Rigel.
"Saya suaminya"ucap Rigel dengan tegas.
Dunia seolah berputar saat Prima mendengar pernyataan Rigel.
"Nggak mungkin kan La...sejak kapan?orang ini bohong kan La?"Suara Prima bergetar.
"Dia tidak bohong Pri...dia ini memang suami ku"jelas Starla dengan berat hati.
"Bohong kau bohong kan La...kenapa kau tega menghianati ku La"Prima histeris.
"Dia tidak menghianati mu justru kau yang menghianatinya"ucap Rigel ketus.
"Tidak aku tidak pernah berpaling darinya di hati ku hanya ada dia kau yang telah merebutnya dari ku akh....aaaaaa"kepala Prima tiba-tiba sakit hingga dia memegangi kepalanya yang masih berbalut perban itu.
Starla panik.
"Pri...kamu kenapa?kak dia kenapa?"Starla panik.
Rigel begitu kesal dengan Prima hingga dia memanggil perawat jaga di ruangan tersebut.
"Suster...sus...tolong pasien ini"teriak Rigel.
Para perawat ruangan tersebut pun langsung berlari ke arah Prima dan membantunya memasuki ruangannya.
"Tunggu aku di ruangan ku,aku harus memeriknya dulu"
Starla pun menuruti suaminya dia langsung meninggalkan lorong tersebut menuju lift dan menuju ke ruangan Rigel.
Menyusahkan saja.
Batin Rigel kesal karena Prima.
Rigel memeriksa kondisi Prima yang kembali ngedrop karena shock hingga dia harus mejalani rawat inap lagi beberapa hari di rumah sakit ini.
Prima menangis histeris di ruangan tersebut dia sangat terpukul mengetahui Starla telah menikah dengan dr. yang memeriksanya ini.
...♡♡♡♡♡♡...
__ADS_1