Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Salah Tingkah


__ADS_3

Siang itu setelah melakukan pemeriksaan Rigel dan Starla langsung melangkah ke ruang fisioterapi dan menemui bapak Markus,mereka berdua memberitahukan berita bahagia ini kepada bapak Markus,bahwa saat ini Starla telah mengandung dan usia kandungam sudah memasuki dua bulan.


Bapak yang mendengar hal itu mengusap wajahnya dan bersyukur begitu pun mas Arif yang menjadi perawat bapak selama ini,dan sang fisioterapis pun bersyukur karena Starla telah mengandung penerus rumah sakit ini.


Berita bahagia ini pun langsung di kabarkan Rigel kepada ibunya.


"Apa yang benar....syukur lah...aaaaaa akhirnya aku sebentar lagi jadi nenek,biar ibu yang menberitahu ayah nanti kita adakan syukuran di panti asuhan kita harus berbagi kebahagiaan bersama sesama kan,aaaaaaa ibu bersyukur sekali kau hebat anak ku"oceh ibu tapi Rigel jadi keki sendiri saat ibunya mengatakan dirinya hebat.


Sebegitu unggulkah bibit yang aku tanam hingga selalu di katkan hebat? Bukankah istri ku pun hebat karena rahimnya subur?


Fikirnya.


"Igel...Igel...kenapa diam saja nak?"sambungan telpon belum terputus tapi Rigel melamun karena memikirkan perkataan ibunya.


"Eh...iya bu maaf aku tadi sedang melihat data pasien"Rigel berbohong menutupi rasa malunya.


"Ooo begitu ya sudah nanti ajak Lala ke rumah ya kits makan malam bersama"


"Eh...besok malam saja bu hari ini Lala dan Igel mau ke kafe dulu mau berkumpul bersama teman-teman Lala dulu Ben juga ikut,dan besok kami pasti kesana tidak apa-apa kan bu?"tanya Rigel.


"Ooo begitu baiklah jaga istri mu baik-baik dan jangan kesal bila dia minta ini dan itu karena begitulah wanita hamil suka kadang aneh-aneh permintaannya"ibu menasehati Rigel.


"Iya bu...terima kasih sudah mengingatkan ku sampai jumpa besok bu...dah...aku sayang ibu"


"Ibu juga sayang kamu nak..."


Sambungan telpon pun berakhir dan Rigel dan Starla pun bersiap mengantar bapak sampai ke area parkir Bapak akan di antar sopir dan mas Arif ke rumah,padahal dulu sewaktu baru menikah Starla dan rigel menawarkan untuk bapak tinggal di rumah Rigel tapi bapak tidak mau meninggalkan rumah yang penuh kenangan bersama alm. ibunya Starla jadilah Bapak tinggal bersama mas Arif di rumah,dan Starla setiap berapa hari sekali mengunjungi bapaknya di rumah sedangkan kakak-kakak Starla yang tinggal di luar kota mereka hanya bisa menengok bapak sebulan sekali karena jarak yang cukup jauh.


Starla pun memberitahukan Icha tentang kehamilannya,Icha yang sedang bekerja di kafe menjerit karena senang mendapatkan kabar bahagia dari sahabatnya ini,dia bahkan sampai berjingkrak-jingkrak hingga di plototi oleh Farel sang menager.


Saat ini kafe di manageri oleh Farel yang sebelumnya menjabat jadi supervisior,tapi karena Ghea mengundurkan diri karena patah hati dengan Rigel maka Farel di tunjuk langsung oleh Rigel untuk menjadi manager di kafe ini.


"Eh...pak maaf saya dapat berita bahagia pak...itu istrinya pak dokter sedang mengandung"ucap Icha keki pada Farel.

__ADS_1


"Kau serius? Istri pak dokter sedang mengandung?"tanya Farel seolah tak percaya.


"Iya pak dan rencananya nanti malam kita mau kumpul disini untuk bersyukur atas kehamilan Lala"


"Ooo begitu berarti kita harus mempersiapkan ruangan khusus untuk kalian berkumpul,Maki,Dona tolong kalian rapihkan pirvat room dr. Rigel karena nanti malam beliau akan kemari bersama teman-temannya"teriak Farel kepada dua pelayan disana.


Dan Maki dan Dona pun langsung menuju privat room milik Rigel.


Sementara itu Rigel pun memberitahukan sahabatnya Sony bahwa istrinya telah mengandung niat Rigel membagi kebahagiaan tapi berita itu menjadi berita paling buruk yang Yola dengar karena sahabatnya Manda pasti akan sangat bersedih bila mendengar hal ini,mengingat Mada masih sangat mencintai Rigel.


"Selamat kawan karena sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah,tapi maaf aku tidak bisa datang ke acara mu,kau pasti mengerti kan alasan ku?"ucap Sony di seberang sana.


"Hemm baiklah bila kau tidak bisa datang tak apa aku mengerti kok"Rigel faham betul maksud Sony lagi pula dia tidak mungkin mengadakan acara lalu tiba-tiba Manda datang dan akan membuat kekacauan nantinya bisa-bisa Manda di serang oleh sahabat-sahabat istrinya,bila Manda berani mengganggu Lala.


Siang itu Rigel yang sudah selesai jam kerjanya dan sudah oper pasien pun pulang bersama istrinya,untuk persiapan nanti malam.


"Apa kakak sudah memberitahukan pak Ben?"tanya Lala lembut.


"Iya Icha suka cerita kalau pak Ben selalu datang kesana walau hanya sekedar minum kopi dan makan cake hihi"


"Kenapa kau tertawa sayang?"Rigel bingung.


"Sepertinya pak Ben menyukai Icha"


"Bukan sepertinya lagi dia memang suka dengan teman mu itu,hanya saja keduanya masih gengsi"


"Keduanya?maksud kakak Icha juga suka dengan pak Ben begitu?"


"Sepertinya begitu hanya Icha masih belum siap sepertinya untuk menjalin hubungan dengan Ben"


"Setahu ku Icha memang sulit untuk membuka hati untuk seorang pria karena trauma di keluarganya,bapaknya tukang kawin oleh karena itu Icha sulit percaya dengan laki-laki"


"Kau serius bapaknya tukang kawin?"Tanya Rigel seolah tak percaya.

__ADS_1


"Iya Icha tuh kesel dan benci banget sama bapaknya kalau bapaknya pulang Icha pasti milih di kamar ajah atau nggak keluar rumah sebab kalau ketemu muka sama bapaknya pasti bertengkar,bapaknya keras Icha juga keras,Icha kadang nahan emosinya karena nggak tega lihat mamahnya selalu nangis bila lihat pertengkaran mereka berdua"Starla cerita panjang lebar mengenai keluarga sahabatnya itu.


"Memang berapa istrinya bapaknya Icha itu?"Rigel jadi penasaran.


"Terikhir aku dengar lima dan usia istri termudanya itu seusia aku"


"Apa?!astaga...itu memang ketelaluan"


"Iya...mangkanya Icha kemarin kesal dan keluar dari rumah hingga jatuh dari motor dan untungnya ketemu sama Pak Ben,kalau ketemu sama orang lain mungkin dia nggak akan di tolong kali hehe"


"Iya kau benar"


Tak terasa mobil pun sudah tiba di depan halaman rumah Rigel dan mereka berdua pun turun dan langsung masuk kedalam kamar untuk beristirahat karena mereka nanti malam akan kumpul bersama teman-teman lagi.


Malam pun tiba Starla dan Rigel sudah bersiap untuk pergi ke kafe,mereka di antar pak Kus kesana Rigel tak mau mengendari mobil dia ingin menjaga istrinya di belakang.


Perjalanan yang cukup dekat dari daerah perumahan Rigel hingga tak membutuhkan waktu lama hanya 15 menit perjalanan mobil mereka pun sudah tiba di depan area parkir,saat di area parkir mereka melihat motor ketiga kampret sudah berjajar di parkiran.


"Sepertinya mereka sudah datang kak"ucap Starla.


Malam ini Starla sangat cantik padahal dia hanya merias tipis wajahnya,dia mengenakan dress motif kotak-kotak putih dan coklat rambut coklat bergelombang itu di gerainya dan Rigel pun hanya mengenakan kemeja dan celana levis saja dengan sepatu kets tapi walau hanya berdandan sederhana ketampanannya tak hilang karena pada dasarnya di memang tampan.


Mereka berdua pun masuk kedalam kafe dan di sambut oleh beberapa pelayan dan mereka pun di antar ke ruangan khusus dr. Rigel dan disana sudah ada sahabat-sahabat Starla.


Saat mereka masuk mereka pun di sambut oleh ke empat sahabatnya itu Starla sangat senang melihat mereka semua berkumpul disana juga ada Ben yang sedang duduk dan langsung berdiri saat melihat dr. Rigel masuk dia juga mempersilahkan Rigel duduk di sofa sebelahnya,dan Rigel pun duduk disana.


Tak lama para pelayan datang bersama Farel yang membantu menyajikan makanan dan minuman Icha pun ikut membantu mereka saat Farel ingin menaruh gelas jus di meja tiba-tiba tangan Icha tak sengaja memegang tangan Farel Icha tersenyum dan meminta maaf pada Farel Ben yang melihat itu mengepalkan tangannya karena kesal Rigel tersenyum melihat ekspresi asistennya itu.


"Mangkanya cepat-cepat di lamar nanti keburu di ambil orang"bisik Rigel yang membuat Ben langsung menoleh ke arah Rigel.


Ben jadi salah tingkah sendiri saat mendengar bisikan bosnya.


...♡♡♡♡♡♡♡...

__ADS_1


__ADS_2