
Di dalam mobil sekarang mereka berada Starla dan Rigel,Starla tak bisa menahan tawanya hingga pecahlah di dalam mobil.dia tertawa karena melihat wajah Prima dan Tina tadi yang sangat terkejut saat Rigel memperkenalkan dirinya sebagai calon suaminya.
Rigel hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Kenapa kau sesenang itu?apa hati mu tidak sakit pacar mu dan teman mu menghianati mu?"tanya Rigel polos.
"Hahaha sakit pak tapi..."Starla menghentikan tawanya.
"Terima kasih ya pak karena bapak mereka jadi tidak merendahkan ku"ucapnya tulus.
"Aku yakin bila tadi aku hanya berjalan sendirian mereka pasti merasa menang karena sudah berhasil membodohi ku selama ini,tapi aku beruntung karena ada pak dokter yang mau membela ku terima kasih banyak pak"perkataan tulus dari Lala membuat hati Rigel hangat belum pernah dia merasa seperti ini pada orang lain terlebih lawan Jenisnya.
Kau memang berbeda Starla.
"Karena aku sudah menolong mu...maka kau harus membantu ku juga"fikiran licik kembali merasuki Rigel.
"Apa pak apa yang bisa aku bantu?"tanya Starla polos.
"Tetap menjadi kekasih pura-pura ku"ucapnya santai.
Wajah Starla langsung berubah saat mendengar permintaan Rigel.
"Pak dokter bapak kan bisa pak dapat wanita yang sederajat dengan bapak bukan dengan ku seorang pekerja dapur tidak pantas pak betul apa yang di katakan ayah bapak kalau aku ini tidak pantas untuk bapak,aku ini orang susah pak"Starla mengiba agar Rigel mengubah keputusannya.
Tapi percuma itu tidak mengubah sama sekali keputusan Rigel.
"Tidak aku sudah terlanjur memperkenalkan mu pada keluarga ku Lala"
"Tapi pak...bapak kan belum kenal keluarga ku seperti apa?"
"Aku tahu bapak mu sakit-sakitan dan semua kakak mu di luar kota,kau anak bungsu dari lima bersaudara,ibu mu sudah tiada sejak kau berusia 3tahun,dan selama ini kakak-kakak mu lah yang membiayai sekolah dan hidup mu selain uang pensiunan bapak mu"ucap Rigel panjang lebar.
Membuat Starla bengong.
"Pak dokter tahu dari mana kehidupan saya?"Starla bingung.
"Aku bos di tempat mu bekerja,jadi mudah bagi ku mencari informasi tentang karyawan kecil seperti mu"nada Rigel tegas dan menekan.
Membuat Starla semakin takut.
"Sekarang biaskan diri mu memanggil ku kakak tapi bila di rumah sakit dan di depan banyak orang panggil aku seperti biasa"
Apaan sih orang ini se enaknya saja membuat keputusan secara sepihak begitu.
"Aku akan antar kamu sampai kerumah mu,sekalian aku ingin lihat kondisi bapak mu"Rigel langsung menjalankan mobilnya.
Starla bengong lagi karena Rigel benar-benar seenaknya saja,apa kata tetangga ku nanti bila melihat aku di antar dengan mobil mewah begini pasti heboh.tadi saja Prima dan Tina shock saat Rigel membawanya menaiki mobil mewah ini.
__ADS_1
"Pak...pak...saya mohon pak...jangan kerumah saya pak saya mohon...banget sama bapak"Starla memohon dengan sangat kepada Rigel.
Sehingga Rigel tidak tega untuk memaksanya padahal niat dia baik ingin memeriksa kondisi bapaknya Starla.
"Baiklah kalau itu mau mu jadi aku antar kamu sampai mana?" tanya Rigel pasrah.
"Sampai mini market yang tadi saja pak"ucap Starla lembut.
Rigel pun melaju mengandari mobilnya dan mengantar Starla sampai tempat tadi mereka bertemu.
Starla turun dari mobil dan berterima kasih pada Rigel sebelum dirinya berjalan menuju rumahnya yang masih berjarak 200meter dari mini market tersebut.
Dan entah apa yang ada di di fikiran Rigel dia memarkir mobilnya di depan mini market tersebut dan mengikuti Starla diam-diam sampai di depan rumahnya.
Jadi disini rumahnya.
Dan entah rasa penasaran apa yang melanda dirinya,dia mendekati rumah tersebut dan mengintip dari jendela rumah tersebut,mendengarkan pembicaraan Starla dengan bapaknya dan seorang pria.
"Mas Arif terima kasih ya...maaf Lala pulangnya agak telat tadi macet di jalan soalnya"jelas Starla.
"Iya nggak apa-apa gimana acaranya tadi lancar?"tanya Arif.
"Lancar"
"Ya sudah mas pulang dulu ya"ucap Arif sebelum meninggalkan rumah Starla.
Rigel mengintip lagi dari balik jendela saat Arif sudah menjauh dari rumah Starla.
"Bapak masih mau nonton tv apa sudah mau tidur?"tanya Starla.
"Masih mau nonton tv La"ucap Bapak.
"Ya sudah Lala mandi dulu ya pak"Starla masuk kedalam ruangan yang lebih dalam.
Rumah tua yang sudah sangat tua itu,sangat memprihatinkan bagi Rigel.lingkungan rumah yang padat penduduk sangat jauh dari kemewahan seperti yang selalu di nikmati oleh Rigel selama ini.
Pantas dia tidak mau aku kesini sepertinya dia malu dengan keadaannya yang sangat miskin.
Rigel masih mengintip di balik jendela dia melihat kondisi bapaknya Starla yang sudah lumpuh bahkan kedua jari-jari tangannya pun sudah menekuk dan terlihat sekali tidak normal.
Sepertinya bapaknya stroke,ck anak itu kenapa tertutup sekali ya...
Ya wajarlah Rigel...baru juga beberapa hari kenal sama Lala masa dia udah cerita masalah pribadinya sama kamu haduh...nanti kamu bisa berfikir sama seperti ayah kamu,Starla hanya memanfaatkan mu saja.
Lagian kamu itu kenapa sih Gel...kenapa rasanya ingin sekali mengetahui kehidupan gadis dapur ini.
Rigel pun meninggalkan rumah Starla dan kembali ke depan mini market untuk mengambil mobilnya.
__ADS_1
Rigel pun mengendari mobilnya menuju rumah mewahnya yang berada cukup jauh dari daerah pemukiman rumah Starla.
Sesampainya di rumah seperti biasa Rigel melakukan ritual mandi dan berganti pakaian sendiri setelah itu duduk di ranjangnya dan membaca buku,tapi buku tebal yang biasanya dia selesaikan membacanya dalam waktu tiga sampai empat hari kini masih belum selesai dia baca karena akhir-akhir ini dirinya selalu di ganggu bayangan gadis dapur itu setiap dirinya sedang sendirian begini.
Huft...kenapa dia sangat mengganggu fikiran ku akhir-akhir ini sih...cinta...nggak mungkin kan aku jatuh cinta beneran sama dia.
Sangking gelisahnya Rigel mengutak-atik ponselnya membuka jaringan internet dan dia lalu mengetik sebuah kata.
Ciri-ciri orang jatuh cinta.
Dia menulis itu sangking tidak pernahnya dia jatuh cinta pada seseorang.
Langsung lah keluar deretan artikel dari berbagai web.
Dan dari berbagai artikel tersebut menyebutkan ciri-ciri yang Rigel alami saat ini yaitu :
Selalu memikirkan dia.
Mengajak jalan.
Selalu ingin melindungi si dia.
Mencari tahu tentang si dia dan lain sebagainya.
"Akh...aku rasa artikel ini semuanya salah"Rigel menampik semua artikel yang dia baca.
Bersambung.
__ADS_1