Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Tidak Boleh Kerja lagi


__ADS_3

Pagi ini Icha terbangun dari tidurnya setelah mendengar teriakan yang membuat gendang telinganya serasa ingin pecah.


"ICHA....."Starla langsung merangsek masuk kamar rawat VIP itu dan berteriak saat mendapat kabar dari Ben tadi pagi kepada suaminya.


"Astaga Lala..."sahutnya dengan nada malas karena dirinya baru saja bangun tidur.


"Icha....ya ampun bagaimana sumua ini bisa terjadi?"tanya Lala cemas.


"Biasa aku ceroboh,gara-gara habis betengkar sama si tua bangka gila kawin itu"ucap Icha kesal.


"Elu berantem lagi sama bapak lu?"tanya Lala lembut.


"Ck gue kesel kalo bisa milih mah ue nggak mau jadi anaknya"


"Icha elu nggak boleh ngomong gitu"Lala mengelus punggung sahabatnya pelan.


"Dia keterlaluan La...dia marah-marah gara-gara gue ngedamprat istri barunya"Icha sewot.


"Bapak elu kawin lagi?"tanya Lala ragu.


"Iya dan usia istrinya itu seumuran kita gila kan tuh aki-aki benar-bener nggak punya perasaan dia nggak pernah perduli sama perasaan mama gue La..."Icha kesal hingga memukul kasurnya.


Lala mencoba menenangkannya dengan mengelus punggung sahabatnya itu.


"Seharusnya bapak gue tuh nyontoh bapak elu ya Cha bertahun-tahun di tinggal meninggal sama ibu Lu dia nggak pernah ada niatan mau kawin lagi gue salut sama beliau"Icha mengusap air matanya yang hampir menetes di ujung matanya.


"Semoga suami lu juga sama kaya bapak lu ya La..."Icha tersenyum pada sahabatnya.


"Dan semoga elu juga bisa bertemu jodoh yang setia dan sayang sama elu"


"Nggak La...hemft gue masih belum siap buat nikah mengingat gimana bapak gue,gue jadi takut nikah La"ucapnya lirih.


"Icha..."Starla mengelus lagi punggung sahabatnuabitu.sudah sering dirinya mendengar perkataan ini terlontar dari mulut Icha setiap bertengkar dengan bapaknya.


"Oia pak dokter gimana bisa nemuin elu?kita ajah nggak tahu keberadaan elu kemarin?dia sampe kelimpungan loh La...dia beneran cinta sama elu La"jelas Icha.


Starla hanya tersenyum saja mendengar sahabatnya mengatakan suaminya begitu mencintainya.


"Wah....kayanya ada yang udah jatuh cinta juga nih hahaha"ledek Icha saat melihat rona merah di wajah sahabatnya.

__ADS_1


"Apaan sih emang nggak boleh apa gue cinta sama suami sendiri"Lala menepuk lengan kanan Icha dirinya malu karena di goda oleh sahabatnya.


"Berarti bener elu udah cinta sama dia?"tanya Icha penasaran.


Starla mengangguk malu-malu.


"Aaaaa Lala selamat ya La...gue senang benget"Icha langsung memeluk Starla.


Tapi teriakan Icha membuat Ben dan dr. Rigel yang sedang berbincang di depan pintu ruangan itu jadi terkejut hingga mereka masuk kedalam.


"Ada apa Raisha kenapa kau berteriak apa kaki mu sakit lagi?"tanya Ben khawatir.


Icha langsung melepaskan pelukannya dari Starla dia malah memasang wajah kesal pada Ben.


"Apaan sih tu orang aneh"Icha menelik kesal.


"Icha pak Ben...bermaksud baik kok sama elu,lagi pula pak Ben kan yang nolongin elu?"jelas Starla lembut.


"Iya sih....tapi nggak usah sok lebay dah....kaya gue istrinya ajah"ucap Icha ketus.


"Kamu ini kenapa sih sepertinya sangat membenci ku?"tanya Ben kesal.


"Ya fikir ajah sendiri"Icha sewot.


"Cha jangan benci orang samoe segitunya loh nanti bisa cinta berat"ledek Starla.


"Itu mah elu bukan gue"Icha malah semakin sewot.


Tiba-tiba Rigel mendekat dan langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang dan mengecup pucuk kepala istrinya,Icha melihat itu terkejut,sementara Ben buang muka Icha melihat itu dan itulah yang membuat Icha benci kepada laki-laki itu.


"Jangan suka bilang benci nanti bisa cinta mati loh ya kan sayang?"ucap Rigel yang sekarang menaruh dagunya di pundak istrinya.


Tiba-tiba ada perawat yang datang ke ruangan Icha dan memanggil dr.Rigel karena ada pasiennya yang harus di tangani,Rigel pun segera pergi tapi dia tak lupa mengecup pipi istrinya dulu sebelum beranjak dari ruangan tersebut Ich dan Ben menjadi saksinya.


"Oia La elu masuk siang?"tanya Icha pada Starla.


"Gue nggak boleh kerja lagi sama ka Igel Cha"nada Starla lemas.


"Kenapa?"Icha bingung.

__ADS_1


"Dia takut gue ketemu Prima di sini dan dia juga takut gue di demenin cowo lain,nggak masuk di akal kan Cha alesannya,ketakutan gue di demenin sama cowo lain kaya gue wanita paling cantik ajah"Starla curhat.


Ben keluar ruangan itu saat melihat mereka mengobrol dia tidak mau jadi obat nyamuk di antara kedua sahabat itu.


Icha tertawa terbahak-bahak saat mendengar penjelasan sahabatnya mengenai suaminya.


"Ih elu mah malah ketawa,elu nggak tahu sih gue juga di larang keluar rumah kalo nggak sama dia parah kan berlebihan banget"Starla manyun.


"Dia bukan berlebihan tapi dia sayang sama elu dia nggak mau elu kenapa-kenapa apa lagi sampai ada laki-laki lain yang suka sama elu,mungkin selama ini elu nya ajah yang nggak pernah sadar kalo elu itu menarik contohnya ajah cuma elu yang berhasil mencuri hati dokter pujaan satu rumah sakit ini wahahha"Icha menasehati sekaligus mengoda sahabatnya ini.


Membuat Starla semakin malu.


Rigel berjalan ke sebuah ruang VIP yang berbeda dua kamar dari kamar Icha,itu kamar Prima,Prima sudah sadar saat kemarin dan sudah bisa di pidahkan ke ruang rawat.


Rigel medapatkan laporan dari suster yang menjaga ICU saat Prima sadar kalau keadaannya begitu memprihatinkan karena Prima tidak ingat siapa dirinya yang berarti Prima amnesia.


Rigel menatap Prima yang sedang melamun dan melihat ke arah seluruh keluarganya,seolah berusaha mengenali siapa mereka.


Rigel mendekat ke arah bangsal Prima.


"Mas...saya periksa dulu ya?"ucap Rigel lembut dan Prima pun hanya mengangguk saja.


"Apa anda benar-benar tidak ingat apa pun juga?atau mengingat sedikit kejadian terakhir yang anda alami hingga anda bisa kecelakaan?"tanya Rigel pelan.


Prima hanya mengeleng.


"Saya benar-benar tidak ingat dok tapi saya seperti melihat bayangan seseorang di benak fikiran saya"jelas Prima.


"Hemm begitu...jangan di paksaan perlahan saja"


Tiba-tiba ada yang membuka pintu ruangan tersebut ternyata itu Andinda adik Prima tapi dia tidak sendiri di menggandeng tangan seseorang itu Tina,Prima melihat ke arah Tina tampak bingung.


Tina mendekat pada Prima dia menangis dan meminta maaf,tapi tak ada reaksi dari Prima.


"Siapa kamu?"tanya Prima bingung.


"Aku Tina pacar mu"jelas Tina dengan percaya dirinya.


"Pacar ku?"Prima terlihat berfikir"Seingat ku pacar ku namanya Lala bukan Tina"ucap Prima membuat seluruh orang yang ada di ruangan itu terkejut apa lagi Rigel dia terkejut dengan pasiennya ini.

__ADS_1


Tak ada yang dia ingat tapi dia ingat dengan istrinya,itu membuat Rigel benar-benar memantapkan Starla untuk tidak bekerja lagi di rumah sakit ini.


...♡♡♡♡♡♡♡ ...


__ADS_2