
Akhir pekan Rigel ingin menghabiskan waktu bersama Starla dia berencana ingin mengajak Starla ke taman hiburan di kota ini,sejak pagi istrinya sudah berkutat di dapur membuat bekal makan dan snack yang akan mereka bawa.
Rigel langsung memeluk tubuh istrinya di dapur tak perduli ada bik Tumi dan kedua pelayan disana.
"Sedang apa sayang?"ucap Rigel lembut memeluk dan mengecup kepala istrinya.
Starla sempat terkejut ketika suaminya tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Eh....kakak malu kak,lagi pula badan ku berkeringat"Starla malu karena Rigel mengumbar kemesraan di depan para pelayan.
Tapi bik Tumi dan yang lain malah tersenyum melihat kemesraan tuan muda mereka bersama istrinya.
"Biarkan mereka melihat, biar mereka tahu aku sangat mencintai mu"kata Rigel.
"Apaan sih gombal"Starla tersipu malu.
"Cie...tuan muda pagi-pagi aduh...bikin iri ajah nih hehehe" ucap pak Kus yang tiba-tiba muncul dari pintu dapur.
Tapi Rigel bukannya melepaskan pelukannya malah semakin erat memeluk istrinya bahkan dia tak malu mengecup-ngecup pipi dan leher istrinya di depan para pelayan,wajah Starla sudah merah seperti udang rebus karena kelakuan suaminya yang tidak tahu malu dan tidak tahu situasi,untung hanya di rumah coba di rumah sakit semakin pusing Starla bila menghadapi suaminya yang bertingkah seperti ini bila di depan para karyawan disana,bisa menjerit mereka karena iri kepadanya.
Saat Starla sedang menyajikan makanan ke dalam box bekal,tiba-tiba terdengar suara ibu Mel yang sengaja datang berkunjung di pagi ini,bukan hanya ibu tapi ayah Adhirama dan Reva juga ikut berkunjung pagi ini.
Ibu langsung menuju dapur ketika di beritahu pak Kus kalau tuan muda sedang bersama istrinya di dapur dan benar saja ibu melihat Rigel masih menempel kepada istrinya.
Ibu bersandar di dinding dekat pintu sambil melilat kedua tangannya di depan dadanya beliau tersenyum saat menyaksikan putra sulungnya sangat manja kepada istrinya.
"Ehmm"ibu berdehem.
Rigel menoleh ke arah ibunya dia tersenyum tapi tidak melepaskan pelukannya dari istrinya.berbeda dengan Starla yang malu karena di depan mertuanya suaminya masih saja menempel dengannya bagai anak kus-kus yang sudah nyaman di gendong ibunya.
"Kak...ada ibu malu"bisiknya.
"Tidak perlu malu sayang ibu justu senang melihat kita seperti ini benarkan bu?"
Ibu tersenyum dia senang karena ya seumur-umur ibu benar-benar melihat cinta di mata dan wajah anaknya ini.
"Sepertinya ibu tak perlu menunggu lama untuk segera menggendong cucu"ledek ibu.
Brush....
Wajah Starla bertambah merah dia malu benar-benar malu karena ibu mertuanya membahas masalah cucu kali ini,bagimana bisa punya cucu bikin ajah belum kefikiran,fikir Starla.
__ADS_1
Rigel melepas pelukannya saat ayahnya juga ikut nongol di pintu,melihat tingkah anak sulungnya yang sungguh manja kepada istrinya ayah Adhirama hanya menggeleng pelan saja sambil tersenyum dia jadi teringat dirinya sendiri dulu saat baru menjadi pengantin ya seperti ini,walau awal mulanya dirinya sempat mencurigai hubungan anak dan menantunya yang tidak terlihat mesra sama sekali saat pernikahan.
"Kalian mau kemana membawa kotak bekal seperti itu?"tanya ibu saat melihat Starla menata kotak bekal makan.
"Kami mau ke taman hiburan bu...kami kan tidak sempat bulan madu"jelas Rigel.
"Wah ketaman hiburan ya aku ikut dong kak..."Reva tiba-tiba nongol di pintu.
"Ah...iya boleh-boleh kak lebih ramai lebih seru kak"Starla terlihat antusias.
Rigel cemberut maksud hati ingin liburan berdua saja dengan istrinya malah adiknya igin ikut juga.
"Reva...jangan ganggu kakak mu sayang,berikan waktu mereka berlibur berdua saja,biar kamu cepat punya keponakan"ucap ayah membuat Rigel menggaruk-garuk tengkuk lehernya.
"Sayang mandilah dulu kita siap-siap"
"Tapi kan ada ibu dan ayah kak masa kita pergi juga"
"Sudah tidak apa-apa,ibu kemari hanya ingin mengantar ini saja sayang"ibu memberikan paper bag berisi kotak besar.
"Hadiah dari ibu untuk kamu pakai nanti malam ya sayang...Rigel pasti menyukainya bila kamu memakainya"ucap ibu lembut.
"Eh...iya bu terima kasih banyak ibu repot-repot memberikan Lala hadiah"Starla menerima hadiah tersebut.
Starla bingung,terlihat raut wajah bingungnya saat ibu Mel berbicara seperti itu,Starla lalu menoleh ke arah suaminya menampakan wajah kebingungannya.
"Maksud ibu kita akan menghadiahkan mereka cucu sayang,kita buat ya nanti"goda Rigel.
Apa astaga dokter ini benar-benar,bisa-bisanya dia berbicara seperti itu di depan banyak orang begini.
Rigel tersenyum nakal menggoda istrinya.
Setelah memberikan hadiah kepada Starla ibu,ayah dan Reva pun pamit pulang karena tujuan ibu memang hanya ingin memberikan hadiah itu untuk menantunya setelah kemarin dia pergi berbelanja dengan Reva kesebuah toko baju Reva yang merencanakan ibunya untuk memberikan hadiah itu kepada menantunya,agar dirinya cepat mendapatkan keponakan,itulah rencana ibu mertua dan adik ipar Starla.
Setelah mereka berdua selesai mandi dan berpakaian untuk pergi ke taman hiburan,Starla belum sempat membuka hadiah pemberian ibu mertuanya karena Rigel mengajaknya cepat-cepat pergi karena hari menjelang siang.
Starla sangat antusias sepanjang jalan wajahnya berbinar senang karena sudah lama tidak berkunjung ke taman hiburan,dan mobil yang di kendarai Rigel pun sampai.
Starla dan Rigel hanya menggunakan pakaian santai Starla hanya menggunakan kaos longgar berwarna kuning bergambar kartun dan celana levis ketat berwarna biru muda dan sepatu kets,dan Rigel pun menggunakan pakaian yang sama hanya kaos laki-laki berwarna putih dan celana levis biru muda dan sepatu kets mereka seperti pasangan muda mudi yang sedang kencan di akhir pekan.
Saat mereka sudah memasuki arena permainan di taman bermain Starla langsung menggandeng tangan Rigel membawa Rigel menuju tempat permainan yang memacu andrenalin.
__ADS_1
"Kak kita naik itu ya..."Lala tidak tampak canggung dia tidak segan menggelendot di tangan suaminya suasana yang menyenangkan membuat rasa malu-malu yang biasa selalu menderanya di lupakannya,bahkan Rigel sangat senang melihat kebahagiaan diwajah istrinya.
Dia terlihat sangat bahagia bahkan dia menggadeng tangan ku tanpa rasa malu dan canggung seperti biasanya.bila bisa ku atur waktu aku ingin waktu seperti ini tak pernah berakhir sayang agar aku selalu bisa melihat senyum ceria di wajah mu itu.
"Aaaaaa kak....menyenangkan sekali ya...kak Igel apa kakak lapar?kakak ingin makan?"tanya Starla pada Rigel.
"Ya kita makan dulu ya dan istirahat sebentar kamu semangat sekali apa tidak lelah?"tanya Rigel lembut.
Starla tersenyum senang.
Mereka pun memakan bekal makan siang mereka setelah itu mereka bermain kembali menaiki berbagai wahana yang ada di sana,hingga mentari mulai memudarkan cahayanya dan tenggelam berganti dengan rembulan mereka baru kembali pulang kerumah.
Rasa lelah yang di rasa tubuh Rigel tak berarti bila di bandingkan rasa senangnya melihat wajah bahagia istrinya.
Rembulan bercahaya penuh malam ini menyinari sebagian bumi ini,menyaksikan dua anak manusia yang sedang sibuk di sebuah kamar dengan kegiatan mereka masing-masing.
Starla jadi teringat hadiah dari ibu mertuanya dia lalu membuka hadiah tersebut yang tadi dia simpan di kamar ganti,Starla membuka kotak besar berukuran 30×30cm itu di lihatnya sebuah baju tidur berwarna putih.
"Astaga ibu apa aku harus mengenakan ini?"gumam Starla.
Baju tidur berwarna putih namun berbahan sangat tipis seperti kelambu yang bila di pakai benar-benar memperlihatkan lekuk tubuh dan pengaman yang berada di dalam tubuh Starla.
Ada catatan juga yang di tinggalkan ibu mertuanya.
Lala sayang semoga kau senang menerima hadiah dari ibu,karena Rigel menyukai warna putih maka ibu memilih warna putih,dan semoga kalian cepat memberikan kami cucu.
Setalah membaca pesan dari mertuanya Starla mencoba baju tersebut saat dia melihat pantulan dirinya di cermin dirinya malu sendiri tapi tak lama.
Srek...
Suara pintu di geser Rigel masuk keruang ganti dengan memakai handuk yang melingkar di pinggangnya,karena dirinya habis mandi.
Starla tekejut dia bukan terkejut melihat Rigel memakai handuk saja tapi dia terkejut malu karena kedapatan suaminya memakai pakaian seperti itu.
Rigel menelan slivanya saat melihat tampilan istrinya.
Starla berusaha menutupi tubuhnya dengan menggunakan tangannya tapi itu tidak cukup menutupi seluruh tubuhnya.
Rigel mendekat pada istrinya.
"Sepertinya siap tidak siap kita memang harus segera memproses pembuatan cucu untuk ayah dan ibu"bisiknya dan tanpa aba-aba lagi Rigel langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke kasur.
__ADS_1
Hadiah dari ibu mertua sebuah baju tidur putih berbahan tipis membuat hasrat Rigel tak dapat tertahan lagi,dan Starla pun mau tidak mau menuruti hak suaminya.
Bersambung.