Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Menjadi Pelindung Mu


__ADS_3

Malam itu setelah acara berkumpul selesai,semuanya pulang ke tempat masing-masing,begitu pun dengan Icha malam ini dia masih di antar oleh Ben karena Ben tidak membiarkannya membawa motor lagi setelah kejadian itu di tambah kaki Icha memang masih belum kuat untuk menopang motor.


Dengan terpaksa dia selalu menerima bantuan Ben untuk menjemputnya bila selesai bekerja.


Di dalam mobil dua insan yang berbeda kepribadian dan selalu berdebat akhir-akhir ini di satukan oleh alam.


Mobil yang menembus angin malam itu terasa lama berjalan,entah di sengaja atau tidak oleh Ben tapi dia merasa waktu ini tidak cepat berlalu,seperti saat Icha menginap di rumahnya selama 2 minggu,dia ingin sekali gadis itu tetap berada di rumahnya mengisi kesehariannya meski kadang gadis itu sangat keras kepala mengomel tidak jelas tapi kepolosannya membuatnya selalu merindukan gadis tomboy itu.


Tubuh Icha terasa pegal karena duduk di dalam mobil cukup lama.


"Pak apa mobil anda rusak kenapa jalannya lama sekali?"tanya Icha ketus.


"Bisakah kau memanggil ku dengan sebutan kakak seperti Lala memanggil dr. Rigel?"pinta Ben


Icha langsung tertawa saat Ben mengatakan hal itu.


"Pak...Lala dan pak dokter itu sudah menikah jadi wajar mereka punya panggilan Sayang seperti itu, lah kita apaan?kita kan cuma atasan dan bawahan"ucap Icha di sela tawanya.


"Ah...kau benar tapi bisa kah di luar pekerjaan kau panggil aku Kakak bukan bapak?"pinta Ben lagi.


"Nggak bisa memangnya bapak ini pacar saya?"Icha ketus dia benar-benar tidak membuka hatinya sama sekali untuk Ben,bukan bukan hanya untuk Ben tapi untum semua pria di dunia ini.


Trauma di keluarganya jadi membuatnya tidak bisa percaya dengan mahluk yang namanya laki-laki.


"Apa kau tidak ada niatan untuk punya pacar?"tanya Ben ragu.


"Tidak aku tidak ada niatan untuk menjalin hubungan lebih dengan laki-laki,karena semua sama saja"ucap Icha ketus.


"Bukan kah sudah aku bilang tidak semua laki-laki itu sama Raisha"


"Sama semuanya sama contohnya bapak dan kakak ku mereka tukang kawin,mereka selalu memperminakan perasaan wanita memanfaatkan kepolosan gadis-gadis mereka fikir wanita bisa hidup bahagia hanya dengan uang?!"Icha menggebu-gebu,hingga dadanya naik turun.


"Raisha maaf bukan maksud ku begitu,tapi seharusnya kamu tahu tidak semua laki-laki itu sama seperti bapak dan kakak mu"ucap Ben lembut.


"Jadi cobalah buka hati mu dan keluarlah dari rasa trauma mu"

__ADS_1


"Anda ini sebenarnya berniat apa sih?"Icha ketus.


"Aku berniat menjadi pelindung mu seumur hidup ku akan aku buktikan pada mu bahwa aku berbeda dengan bapak mu atau pun kakak mu"Ben begitu serius dan tegas mengatakan ini.


"Apa anda sudah gila?! Dengan begini aku semakin yakin anda itu sama saja seperti bapak ku dan juga Bang Rafki,sebaiknya aku turun disini saja sebelum anda semakin tidak waras"Icha ingin membuka pintu mobil tapi Ben tidak membukanya.


"Buka nggak?!"bentak Icha.


"Tidak aku tidak akan membukanya sebelum kau percaya pada ku"


Icha kesal hingga memukul wajah Ben dengan tas ranselnya.


"Buka nggak sialan"nada Icha semakin tinggi.


"Tidak aku tidak akan membukanya sebelum kau percaya denga kata-kata ku"Ben pun tak kalah tingginya berteriak.


"Kenapa aku harus percaya dengan kata-kata mu hah?!"Icha berhenti memukul tapi masih tetap kesal.


"Karena aku mencintai mu"akhirnya terucap juga dari mulut Ben.


"Tuh...kan begini nih makin gila kan udah nebak gue,turunin gue"Icha tetap meminta keluar dan berusaha membuka pintu mobil.


"BOHONG ! Sekarang keluarkan aku dari mobil ini dan jangan pernah menjemput ku lagi aku benar-benar membenci mu"


Ben akhirnya membukakan pintu mobil tersebut dia sadar saat ini Icha sedang terbalut emosi hingga tak ada gunanya dia menahan gadis yang sedang meledak-ledak perasaannya saat ini.


Icha keluar dari dalam mobil dan membanting pintu mobil dengan kencang dia melangkah di bahu jalan dengan mulut yang terus mengoceh mengatai Ben dirinya benar-benar tidak percaya dengan Perkataan Ben.


Tak terasa Icha sudah sampai di rumah dia naik ojek tadi saat di jalan,Icha langsung masuk kedalam kamarnya entah kenapa saat di dalam kamar kata-kata Ben terus terngiang di telinganya.


Karena aku mencintai mu...aku ingin menjadi pelindung mu...akan ku buktikan kalau aku berbeda dari bapak dan kakak mu.


"Aaaargh menyebalkan dasar gila"Icha kesal hingga melemparkan bantalnya ke arah pintu.


Dia akhirnya menceritakan kejadian tadi pada Starla berharap temannya ini bisa memberikan solusi yang bisa membuat hatinya tenang.

__ADS_1


Tapi bukannya tenang Icha semakin di buat bingung karena Starla malah mendukung Ben dengannya.


La...kenapa elu malah ngedukung dia sih?


Ya karena Pak Ben memang benar-benar mencintai elu Cha...dia nggak bohong.


Bodo ah...gue curhat sama elu malah elu dukung dia sebenarnya teman elu itu siapa sih gue apa dia?! (Icha kesal).


Hingga dia tak mau mengirim pesan lagi pada Starla.


Tapi Starla malah iseng mengiriminya pesan suara dengan lagu dangdut.


Tidak semua laki...laki...


Bersalah pada mu...


Contohnya pak Ben mau mencintai mu


Tapi mengapa engkau masih ragu.


"Aaaaaa Lala.....sialan lu seneng dah elu ngeledekin gue"Icha berteriak di dalam kamarnya karena di ledek oleh Starla.


"Icha kamu kenapa teriak-teriak?"tanya mamahnya dari luar kamarnya.


"Nggak apa-apa mah lagi becanda sama Lala di telpon"jawab Icha.


"Oo kirain kenapa,ya udah kamu istirahat dan tidur ya...kamu pasti capek seharian kerja"ucap mamahnya sebelum pergi meninggalkan pintu kamar putrinya itu.


Malam masih panjang,di sisi lain seorang pemuda yang ingatannya sudah kembali setelah satu bulan memorinya sempat hilang kini semuanya sudah kembali seperti semula.


saat ini dirinya melamun sendirian di sebuah danau buatan menikmati hembusan angin menyapa wajah dan menggoyangkan rambutnya.


Dirinya menyesali semua perbuatannya kepada seorang wanita yang sangat di cintainya demi memuaskan nafsu matanya saja.


"Bodohnya aku melepas mu begitu saja La...bodohnya aku menukar berlian berharga seperti mu dengan emas biasa hihi bodohnya aku"Prima tertawa lirih mengakui semua kebodohannya.

__ADS_1


"Tapi saat ini semua telah terlambat karena kau sekarang telah bahagia dengan suami mu,yang aku lihat dia memang sangat menyangi mu,aku berjanji tak akan aku menyakiti hati wanita lain lagi bila aku bertemu lagi dengan wanita sebaik diri mu di masa depan nanti"begitulah janjinya pada dirinya sendiri.


...♡♡♡♡♡♡♡...


__ADS_2