
Wajah Rigel terlihat tegang saat berada di ruangan endos copy,menatikan hasil rongen istrinya.
Saat dokter Syahla telah mengeluarkan hasil rongen Rigel langsung merangsek dan melihat paling depan hasil rongen tersebut.
"Sepertinya tidak ada luka dalam dok hanya luka luar saja,apa Lala terbentur sesuatu kemarin?"tanya dokter Syahla.
Rigel menatap ke arah istrinya seolah bertanya kamu terbentur?
Starla hanya terdiam saja dia bingung harus berkata apa karena suaminya tidak ingat kejadian kemarin.
"Ya mungkin kemarin saya terbentur apa tapi tidak di rasa dok"ucap Starla lembut.
"Tapi sudah tidak sakit kok"lanjut Starla.
"Tapi walau begitu harus di obati karena nanti takut tambah parah dan kamu malah tidak bisa bergerak"dr. Syahla memberikan saran.
"Iya dok nanti akan saya obati"ucap Starla masih lembut.
Rigel lalu pamit pada dr. Syahla dan membawa Starla ke ruangannya.
dr. Syahla sempat terkejut tadi saat Rigel masuk keruangan ini dan mengatakan bahwa Starla adalah istrinya.untungnya dr. Syahla sudah menikah dan mempunyai satu anak bila belum kemungkinan dr. Syahla juga termasuk fans dr. Rigel yang patah hati karena mengetahui dirnya telah menikah.
Rigel menggandeng tangan istrinya dan masuk keruangannya,saat Rigel membuka pintu ruangannya tiba-tiba bayangan kemarin terlintas lagi.
Dia ingat kemarin dia langsung menarik tangan istrinya masuk dan menghempaskan tangan istrinya hingga Starla membentur sisi meja.
Rigel langsung menoleh melihat istrinya yang masih berada di ambang pintu,Rigel lalu membawa istrinya masuk keruangannya dan mengajaknya duduk di sofa dan tiba-tiba dia memeluk kepala istrinya dan menangis sesegukan.
Starla bingung kenapa suaminya menangis histeris seperti ini.
"Kakak kenapa?"Starla bertanya dan mengelus punggung suaminya.
"Maafkan aku sayang maafkan aku,karena aku yang membuat mu terluka seperti ini maafkan aku"Rigel mengelus kepala istrinya.
"Sudah kak tidak apa-apa kakak tidak sengaja melakukannya"suara Starla masih lembut.
__ADS_1
"Pukul aku sayang pukul aku,aku pantas mendapatkannya bahkan itu saja belum cukup untuk memghukum aku sayang"Rigel histeris.
"Kak...Igel kak...hei...suami ku..."Starla mencoba menenangkan suaminya yang sudah histeris.
Rigel histeris hingga menangis dan bersimpuh di hadapan istrinya membuat Starla bingung membujuknya.
"Kak...jangan begini"Starla serba salah melihat tingkah suaminya.
Starla akhirnya menghela nafas dalam memiliki ide menenangkan suaminya dia mencobanya dan semoga berhasil.
Starla langsung menangkup wajah suaminya yang sudah basah dengan air mata dan mencium bibir suaminya ciuman yang dalam yang seumur-umur berani di lakukan Starla,setelah di rasa Rigel sudah tenang Starla melepaskan tautan bibir itu.
"Aku tidak apa-apa, kakak tidak sengaja melakukan itu jangan begini kak"Starla mengusap wajah suaminya dan mengecup bibir itu lagi.
"Aku mencintai mu kak"ucapnya akhirnya.
Rigel tertegun saat mendengar itu dari istrinya,air mukanya langsung berubah seolah dia tak percaya dengan apa yang dia dengar.
Starla tersenyum karena caranya berhasil menenangkan suaminya,pahadal dia sendiri pun masih belum mengerti dengan perasaannya ini cinta atau hanya rasa kagum saja.tapi setidaknya perkataan itu terlontar begitu saja dari mulutnya dan itu bisa membuat suaminya tenang.
"Bisa kau katakan lagi sayang?"Rigel bangun dari posisi bersimpuhnya dan berpindah duduk di samping istrinya.
"Sayang...bisa kau ulangi lagi kata-kata mu tadi?"Rigel merengek dan menggoyangkan bahu istrinya.
"Tidak ada siaran ulang kak"jawab Starla asal.
"Iiiihhh aku mau dengar sayang...ucapkan sekali lagi ya...ya...ya..."bujuknya.
Starla masih memalingkan wajahnya dari Rigel dia masih malu karena pengakuan cinta itu,karena ini pertama kali untuk dirinya dulu saat berpacaran dengan Prima dia tak pernah mengucapkan kata-kata itu karena dia memang belum yakin mencintai pria tersebut meski namanya terlukis di tangan pria itu.
Karena Starla tidak mau mengatakan sepatah kata pun pada Rigel membuat laki-laki itu jadi berfikiran iseng pada istrinya,tangannya mulai nakal dan meraja lela di tubuh istrinya terutama bagian pegunungan.
"Kakak...geli"Starla menggeliat agar Rigel menghentikan aktifitas tangannya.
"Nggak mau habisnya kamu diam saja lebih baik aku beraktifitas dengan mereka"tangannya malah semakin parah bahkan sekarang dirinya mulai mencumbui wajah istrinya dan mulai meraup bibir tipis itu.
__ADS_1
Tangan Starla pun memeluk leher suaminya,dan hal ini membuat Rigel semakin senang hingga tangan itu sudah tidak bisa di kondisikan tangan itu masuk ke dalam baju dan bergentayangan di sana,semakin lama semakin panas hingga mereka terhanyut dalam suasana tersebut.
Cekrek...
Tiba-tiba Ben masuk keruangan Rigel tanpa ketuk pintu karena setahu Ben Rigel sedang tidak ada di tempatnya. Ben pun tak sengaja menyaksikan adegan panas itu,untung saja mereka hanya berciuman dan pegang-pagangan,tapi tetap saja itu tidak lajim di mata seorang Ben yang masih bujangan.
"Maaf dok saya fikir anda tidak di sini"Ben malu sendiri.
Rigel langsung meneurunkan baju istrinya yang sudah tersingkap ke atas,untung Starla menggunakan celana levis panjang jadi Rigel tidak meraba sampai ke area situ.
"Ada apa Ben?"nada Rigel biasa saja tapi wajah Starla sudah seperti tomat matang merah karena malu.
"Saya hanya menyerahkan laporan keuangan pada anda,ini saya taruh di sini ya dok"Ben sendiri pun ingin cepat pergi dari ruangan tersebut,dia lalu menaruh map di meja Rigel dan segera ngacir dari ruangan itu.
Tapi batinnya mencaci Starla.
Dasar perempuan penggoda.
Batinnya.
Ben masih belum tahu kalau kontrak pernikahan mereka sudah di batalkan karena mereka saling mencintai.
Ben berjalan di lorong rumah sakit,dan melihat gadis tomboy itu sedang mendorong box besi,gadis itu malah melengos saat melihat Ben.
Saat dirinya melintas di depan Ben langkahnya terhenti ketika Ben berbicara.
"Bisa kau beritahu teman mu itu untuk tidak menggoda bos ku"ucapnya ketus.
Icah mencengkram pegangan troli box itu karena menahan kesal.
"Wanita ****** seperti dia tidak pantas bersanding dengan dokter terhormat seperti dokter Rigel"ucapnya kasar,hingga memebuat darah Icha langsung naik ke ubun-ubun bahkan sepertinya kepalanya saat ini sudah mengeluarkan kepulan asap.
Icha menghentikan laju jalannya dia lalu menatap tajam ke arah Ben,dia kesal ada yang menghina sahabatnya.
Icha meninggalkan box besi itu di sisi lorong dan berjalan cepat ke arah Ben tanpa basa basi lagi tangannya langsung mencengram kerah baju Ben dan mendorong pria itu hingga terpojok di tembok.
__ADS_1
"Hei banci mulut mu itu yang seharusnya kau jaga,kau yang tak pantas menjadi asisten dokter Rigel,asal kau tahu dr.Rigel sangat mencintai sahabat ku begitu pun sebaliknya dan perlu kau tahu pernikahan kontrak mereka batal karena ini jadi mulai hari ini jaga ucapan mu karena bila dr. Rigel mendengarnya siap-siap kau di tendang dari sini"Icha langsung menghempaskan tangannya setelah berkata seperti itu,matanya masih menunjukan kemarahan pada Ben sebelum dia pergi dari tempat itu dan melanjutkan pekerjaannya.dia sangat membenci laki-laki itu sangat membencinya tak pernah dia membenci orang seperti ini.
...♡♡♡♡♡♡♡♡...