Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Starla menghilang


__ADS_3

Starla berjalan cepat meninggalkan lantai para petinggi itu bahkan dia berjalan cepat keluar rumah sakit dia tak kembali ke dapur lagi.


Dia sudah tak dapat menahan air mata itu lagi.


Masa bodo aku mau di pecat,di ceraikan masa bodoh aku sudah tidak tahan di hina terus seperti ini hiks...


Starla berjalan tanpa membawa apa-apa bahkan ponselnya saja dia tinggalkan di lokernya bersama tas kerjanya.


Starla terus berjalan di bahu jalan menyusuri jalanan yang ramai tersebut,sambil mengusap matanya yang basah.


Dia fikir dia siapa se enaknya saja menghina ku,memangnya aku mau apa di cintai oleh orang seperti dia hiks...hiks...dasar orang gila dokter gila hiks...hiks...


Starla terus memaki Rigel dalam hatinya.


Starla berjalan terus tanpa arah dan tujuan emosi membuatnya tidak karuan.


Sementara itu Rigel yang masih berdiri di depan meja kerjanya ruangan yang sudah berantakan karena ulahnya,akhirnya terduduk di kursinya dia menangis entah kenapa dia menangis.


Dia menangis karena kecewa pada istrinya,merasa di bohongi dan di khiyanati oleh orang yang paling dia cintai.


"Kenapa kau tega sayang....kenapa kau tega membohongi ku dan meninggalkan ku hiks apa salah ku pada mu hingga kau lebih memilih dia dari pada aku,padahal dia pernah menyakiti mu menduakan mu hiks...padahal aku setia pada mu meski kau hanya seorang gadis dapur"Rigel menangis air matanya bercucuran hingga menetes di atas meja kerjanya.


Rigel masih belum sadar kalau perkataannya itu menyakiti hati istrinya.


Sementara di dapur utama rumah sakit semua kelimpungan karena Starla tidak kunjung kembali ke dapur padahal kerjaannya masih menumpuk dan belum selesai.


Tanti mengira Starla masih berada di ruangan Rigel hingga dia mengatur anak buahnya untuk menggantikan pekerjaan Starla.


Tapi hingga sore tiba dan jam pulang karyawan shift satu sudah lewat dari jamnya Starla tak kunjung kembali juga,para staff dapur berfikir mungkin Starla langsung pulang bersama dokter Rigel.


Hingga malam menjelang Rigel masih terduduk di kursi kerjanya menaruh kepalanya di mejanya mencoret-coret kertas dengan gambar tidak jelas,sikapnya seperti anak kecil yang sedang merajuk saat ini,bahkan lampu di ruangan ini pun tidak dia nyalakan dia diam dalam kegelapan.


Patah hati itulah yang dia rasakan saat ini,baru pertama kali dia merasakan hal seperti ini baru pertama kali dirinya jatuh cinta dan itu dengan istrinya sendiri dan baru pertama kali juga dirinya merasakan patah hati dan itu juga dengan istrinya sendiri.


Pukul 12 malam Rigel baru keluar dari ruangannya dan berjalan menuju area parkir,dirinya langsung masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,dirinya masih belum bisa menguasai emosinya.

__ADS_1


Jalanan malam yang sepi membuatnya leluasa ngebut di malam ini hingga yang biasanya perjalanan menuju rumahnya membutuhkan waktu 30 menit kini dia bisa sampai hanya dalam waktu 10 menit kecepatan gila seperti apa yang di pakainya saat mengendarai mobil.


Rigel sudah tiba di pintu utama rumahnya dia memnbanting pintu mobil cukup keras saat menutupnya dan membuka pintu rumah pun kasar dan berari ke arah kamarnya,sampai di kamar dia melihat ke adaan kamar yang gelap bahkan gorden kamar dan jendela balkon masih terbuka dia menyalakan lampu kamar matanya berkeliling kesetiap sudut kamar dia tidak menemukan jejak istrinya disana.


"Apa dia tidak pulang kerumah?"


Rigel lalu berteriak memanggil para pelayan rumah tersebut.


"Pak Kus...bik Tumi..."Teriak Rigel sambil berlari menuruni tangga.


"Pak Kus apa tadi istri ku tidak pulang bersama mu?"Rigel terlihat khawatir.


"Tadi sore saya jemput ke rumah sakit kata teman-temannya nona masih berada di kantor tuan muda,saya fikir nona akan pulang bersama tuan muda"


Rigel lalu menatap Bik Tumi,seolah bertanya bibik lihat istri saya tidak.


"Nona belum pulang tuan saya fikir bersama tuan karena tuan muda sendiri pun baru pulang kan?"jelas bik Tumi.


Rigel lalu merogoh kantung celananya dan menelpon ke ponsel istrinya terhubung tapi yang mengangkat bukan istrinya tapi staff dapur yang bertugas malam hari.


Rigel lalu memutuskan saluran ponselnya dan menelpon Icha sahabat dekatnya.


Dan Icha pun menjelaskan hal yang sama dia fikir Starla masih di ruangan Rigel sampai waktunya pulang bahkan tadi pekerjaan Starla di gantikan oleh Jono dan Mono.


Rigel kesal hingga melempar ponselnya kelantai dan ponselnya pun rusak.


"Kemana anak itu"gumamnya kesal dia tidak bisa berfikir jernih hingga dia berlari menuju mobilnya dan berniat menemui bapak mertuanya Rigel berfikir kemana lagi Starla bila tidak pulang ke rumah bapaknya.


Mobil sampai di depan jalan rumah bapak Markus,tapi saat dia ingin mengetuk pintu tangannya tergantung mengepal tak jadi mengetuk pintu.


Aku tunggu sampai besok saja,di rumah sakit.


Rigel mengurungkan niatnya dan kembali ke rumahnya tanpa istrinya,dia masuk kedalam kamarnya dan duduk di sofa dia menatap ranjang tempat dia dan istrinya selalu memadu kasih.


Hingga pagi telah tiba Rigel masih tidak bisa tertidur dia langsung kerumah sakit setelah berganti pakaian,sampai di rumah sakit dia langsung berlari ke dapur utama mencari keberadaan istrinya semua sahabatnya di interogasi tidak ada yang mengetahui keberadaan Starla.

__ADS_1


"Cha kamu benar-benar tidak bohong tidak tahu istri ku dimana?"tanya Rigel cemas.


"Tidak dok sejak dia di panggil ke ruangan anda dia tidak muncul-muncul lagi di hadapan kita"jelas Icha.


"Apa dia di rumah bapaknya?"fikir Rigel.


"Kayanya nggak dok tadi saya sempat mampir karena semalam dokter mencari dia jadi saya fikir dia di sana tapi nggak ada bapak masih sama mas Arif dan nggak ada Lala"jelas Icha.


Penjelasan Icha membuat Rigel jadi semakin frustasi karena istrinya tiba-tiba menghilang tanpa jejak.


"Tas sama ponselnya ajah masih ada di lokernya dok kita jadi bingung mau nyarinya kemana"jelas Tanti yang ikut di interogasi juga.


"Maaf dok apa kemarin kalian bertengkar?"tanya Icha ragu.


"Hem...iya sedikit karena dia berbohong pada ku dan aku marah padanya"jelas Rigel dia sebenarnya malu menceritakan ini tapi mau di katakan apa lagi kini semuanya tahu istrinya menghilang.


"Berbohong bohong apaan ya dok karena setahu saya Lala itu jarang berbohong"Ucap Icha


Rigel melirik pada Tanti pertanda untuk meninggalkannya hanya bersama Icha dan ketiga kampret.


Setelah Tanti pergi Rigel menceritakan semuanya kejadiannya,yang dia alami kemarin di ruang kantornya.


"Astaga Dokter....Lala itu sudah tidak mencintai Prima lagi dok sejak dia menjadi istri anda,bahkan dia itu sangat mencintai anda meski dia tidak mengatakannya"jelas Icha.


"Kau serius dia mencintai ku?"tanya Rigel seolah tak percaya.


Mereka berempat mengangguk berbarengan.


"Meski dia tidak pernah bilang ke kita tapi kita tahu dia sudah mencintai anda dok karena asal anda tahu saja meski dia pacaran dengan Prima tapi Lala tak pernah terlihat seceria ketika bersama dengan anda"Bayu dan Mono menimpali.


"Kalian serius dia...."Rigel tak bisa melanjutkan kata-katanya.


"Lalu istri ku berada di mana sekarang sedangkan kalian saja teman dekatnya tidak mengetahui keberadaannya"Rigel pusing sendiri.


...♡♡♡♡♡♡♡♡ ...

__ADS_1


__ADS_2