Terpaksa Menikahi Dokter Bucin

Terpaksa Menikahi Dokter Bucin
Cemburu Gila


__ADS_3

Sore itu Starla yang sudah menunggu Rigel di kantornya,sementara sang suami masih melakukan visit pada pasien-pasiennya termasuk pasien si ruang ICU itu.


"Bagiamana apa keluarganya sudah mengunjunginya?"tanya Rigel pada suster jaga yang bernama Ziva.


"Sudah dok data pasien juga sudah di masukan ke bagian administrasi"jelas Ziva.


Rigel lalu menatap gelang pasien yang di gunakan setiap pasien di rumah sakit ini.


"Prima Putra"jadi ini nama dia.


Rigel seperti pernah mendengar nama itu tapi dimana?dia lupa tapi beberapa detik kemudian dia tak memperdulikan hal itu,dia ingin segera pulang dan bermesraan dengan istri tercintanya.


Rigel berjalan ke kantornya dan disana istrinya masih setia menunggu kedatangannya.


Rigel langsung memeluk tubuh istrinya dan menciumi leher istrinya sebelum mereka keluar kantor.


"Aku rindu kamu sayang"bisiknya di telinga istrinya.


Lala tersipu malu hari ini sudah berapa kali dia mendengar suaminya itu mengatakan bahwa dirinya merindukannya,awalnya dia menganggap itu hanya gombalan saja tapi semakin sering dia mendengar hal itu dia jadi luluh juga dia senang mendengar suaminya ini merindukannya.


Rigel langsung menggandeng tangan istrinya keluar dari kantor dan menuju area parkir khusus,Rigel langsung mengendarai mobil tersebut dirinya ingin segera sampai ke rumah dan bisa lebih bebas bermesraan dengan istrinya.


Jalanan macet dapat dia lewati dengan kesabaran,hingga mobil yang mereka taiki ini sampai di gerbang rumah utama dan melaju sampai di depan pintu utama rumah Rigel,mereka pun turun dan Rigel langsung menggandeng tangan istrinya membawanya menaiki tangga dan langsung masuk kedalam kamar mereka.


Para pelayan yang melihat itu hanya menggelengkan kepala pelan saja.


Di dalam kamar Rigel langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang dan mencumbui lehernya hingga Starla menggeliat.


"Kak kita mandi dulu dan ganti pakain ya...kita baru pulang dari rumah sakit loh"Starla beralasan agar suaminya tidak seperti ini.


"Kita mandi bersama"bisik Rigel.


Starla langsung membelalakan matanya,dia berfikir suaminya ini pasti bukan hanya ingin mandi tapi bermain air juga disana.padahal tadi di kantornya mereka sempat melakukan aktifitas berkeringat itu tapi rasanya suaminya ini masih belum puas juga.


Rigel langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi menyalakan shower hingga membasahi baju istrinya dan juga Bajunya sendiri.dan Rigel pun mulai bermain air dengan istrinya disana.


Satu minggu kemudian.

__ADS_1


Kondisi Prima semakin hari semakin baik bahkan wajahnya sudah bisa di kenali,hanya saja dirinya belum sadar dari koma,hampir setiap hari Starla yang bertugas mengantarkan makanan cair ke ruang ICU dan siang ini pun dia mengantar keruang ICU dan menyapa Prima.


"Hai...Pri...bagaimana kondisi mu?apa kamu masih betah tidur?atau kau menunggu seorang putri cantik mencium bibir mu dahulu baru kau bangun hihi berarti kamu pangeran tidur dong ya?"Starla bergurau dan setiap Starla mengajak Prima berbicara Prima selalu bereaksi kadang tangannya yang bergerak kadang kakinya tapi matanya masih terpejam.


Starla keluar dari ruang ICU dan kembali kedapur,selama satu minggu ini Rigel tidak datang ke rumah sakit hingga para pasiennya di tangani oleh dokter lain,Rigel sibuk meeting dengan para pemegang saham rumah sakit dan ayahnya berencana membuka cabang rumah sakit yang lain dan mereka membahas siapa yang akan memimpin cabang rumah sakit yang baru nanti menngingat Rigel sudah terlalu sibuk dengan rumah sakit yang sekarang.


Hingga semua pemegang sahan sepakat kalau dokter Adhirama lah yang akan memimpin cabang yang baru.


Hari ini selesai meeting Rigel langsung datang kerumah sakitnya,sampai di kantornya dia memeriksa catatan tentang para para pasiennya,dan satu nama yang menarik perhatiannya yaitu Prima di catatan medisnya yang mengalami perkembangan sangat baik,hingga dia hari ini ingin melihat pasiennya itu ke ruang ICU.


Rigel masuk keruang ICU menemui kepala ICU yaitu suster Ester,mereka berbincang sebentar mengenai kondisi Prima yang semakin baik,Rigel lalu mendatangi brankar Prima,Rigel sempat terkejut ketika melihat wajah Prima yang sudah dapat di kenali.


"Dia..."gumam Rigel.


Rigel jadi teringat satu minggu yang lalu saat Prima masuk ke rumah sakit ini dan wajahnya tidak dapat di kenali dan indentintasnya pun tidak di ketahui.


"Ester dari mana kau tahu indentitas pemuda ini?"tanya Rigel dengan menatap Prima dingin.


"Dari Lala dok,dia mengenali pemuda ini dari tatoo yang ada di tangannya itu"jelas Ester.


Rigel melihat tatoo di tangan Prima tatoo bintang berinisial P❤L,Rigel mundur selangkah dari brankar Prima,tangannya mengepal keras mengingat istrinya yang saat itu menangis di depan ruang ICU.


Rigel langsung keluar dari ruang ICU itu tanpa berbicara sama sekali pada petugas yang ada disana.


Rigel melangkah cepat menuju ruangannya,sampai disana dia langsung menguhungi bagian dapur meminta Starla datang keruangannya.


Starla yang tidak curiga apa pun datang dengan langkah ringan menuju ruang kerja suaminya.


Starla mengetuk pintu dahulu sebelum masuk dan Rigel langsung membuka pintu ruangannya dan menarik tangan istrinya kasar,dan melemparkan tubuh Starla hingga pinggangnya membentur meja kerja Rigel,Starla melihat wajah suaminya sudah memerah wajah marahnya.


Starla sampai melupakan rasa sakitnya terbentur ujung meja saat melihat wajah suaminya yang sudah marah itu.


"Kenapa kau bohong?"ucap Rigel dingin dengan tatapan menakutkan bagi Starla.


"Bo...bohong apa kak?"Starla bingung dan ketakutan.


"Bohong saat kau menangisi mantan pacar mu yang berada di ICU"Rigel membentak Starla hingga membuat dirinya terperanjat kaget.

__ADS_1


dia sudah tahu rupanya.


"Maaf kak tapi bukan maksud ku membohongi kakak"Starla gemetar ketakutan.


"Kau masih mencintainya kan?"Rigel mencengkram pipi istrinya kencang hingga Starla meringis kesakitan.


Rigel langsung melepas cengkramannya melempar tangannya sendiri karena kesal.


"Kenapa kau membongi ku Lala apa yang setiap malam kita lakukan itu semua juga hanya kebohongan saja?apa hanya tubuh mu saja yang dapat ku miliki tapi tidak dengan hati mu hah katakan?!"Rigel membentak Starla lagi di akhir katanya.


Starla menggeleng,dia berusaha menahan tangisnya tapi tidak bisa air mata itu keluar juga meski dia tak menginginkannya,entah kenapa dirinya selalu lemah bila menghadapi kemarahan suaminya ini.


"Aku sudah tidak mencintainya kak"Ucap Starla lirih.


"Lalu kenapa kau menangisinya hah?!"bentak Rigel lagi.


"Karena kemanusiaan kak,rasa kemanusiaan Ku yang menangisinya bukan karena cinta"Starla mencoba menjelaskan selogis mungkin agar suaminya percaya.


"Hemft kau fikir aku akan percaya begitu dengan alasan mu yang kau buat-buat begitu hem dasar bodoh"Rigel mulai kasar dalam berkata-kata rasa cemburu di dadanya membuatnya tidak bisa menyaring kata-katanya.


Rigel tertawa hambar setelah itu dia berbicara lagi seperti orang gila.


"Tidak-tidak kau tidak bodoh tapi aku yang bodoh aku mencintai mu bodoh kan aku?aku mencintai gadis dapur seperti mu hahaha bodoh kan aku?mencintai wanita yang tidak mencintai ku"berbicara seperti orang gila.


Dada Starla terasa di hujam belati berulang kali oleh Rigel karena perkataannya sungguh menyakitkan hatinya.


Starla mencengkram sudut meja dia menahan rasa sedih dan marahnya karena di hina oleh suaminya sendiri,dia mengulum bibirnya sendiri menahan tangis dan sakit di hatinya.


Nggak La....kamu nggak boleh nangis lagi kamu harus kuat biar kamu nggak di remehin terus sama orang-orang seperti dia.


Rigel mendekat pada istrinya tapi Starla mendorong tubuh Rigel hingga laki-laki itu mundur,Starla berjalan ke arah pintu saat tangannya sudah meraih handle pintu Rigel berkata dengan dinginnya.


"Bila kau berani keluar jangan pernah kembali lagi"


Starla sempat melangkah ragu tapi dia tetap pada pendirian awalnya dia membuka pintu tersebut dan berjalan keluar ruangan Rigel.


Membuat Rigel semakin kesal,hingga dia membuang semua benda-benda yang berada di atas meja kerjanya.rasa cemburu membuatnya gila hingga dia tak sadar semua perkataannya menyaiti hati istrinya.

__ADS_1


...♡♡♡♡♡♡♡...


__ADS_2