
Rigel melangkah mundur saat mengetahui Prima hanya mengingat istrinya,dan Rigel pun keluar ruangan dirinya shock berat dan takut bila istrinya mengetahui hal ini Starla malah akan memikirkan Prima dan berpaling kebembali pada Prima.
Rigel melangkah tergesa ke ruang rawat Icha yang letaknya tak jauh dari kamar Prima,wajahnya nampak cemas saat masuk ke ruang rawat Icha,Rigel langsung mendekat pada istrinya dan memegang tangan istrinya,tanpa memperdulikan Icha Rigel menggandeng istrinya keluar kamar tersebut.
"Cha....cepet sembuh ya...."ucap Starla sambil mengikuti langkah suaminya yang terburu-buru.
Starla sendiri pun bingung dengan tingkah suaminya ini kenapa tiba-tiba mengajaknya keluar dari kamar Icha dengan tergesa-gesa.
"Kak...ada apa kenapa sepertinya terburu-buru seperti ini"tanya Starla.
Tapi Rigel tak menjawabnya dia terus berjalan di lorong ruangan tersebut,hingga langkah mereka berhenti saat seseorang memanggil Starla.
"Lala..."suara seorang perempuan memanggil nama istrinya membuat Rigel menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah suara tersebut saat melihat siapa yang memanggil istrinya Rigel tak memperdulikannya dan terus membawa istrinya,tapi perempuan itu berlari dan mengejar mereka.
"Lala tunggu"perempuan itu mengehentikan langkah Rigel dan Starla saat dia memegang bahu Strarla.
"Tina..."gumam Starla.
Tina langsung menarik tangan Starla paksa hingga telepas dari pegangan Rigel,Tina menangis dan tiba-tiba memaki Starla.
"Apa sih lebihnya elu dari gue?"bentaknya.
"Gue udah rebut Prima dari elu tapi kenapa dia masih ajah inget sama elu,gue udah serahin segalanya sama dia tapi kenapa yang selalu di sebut sama mulutnya itu nama elu?!"Tina histeris.
Starla bingung.
"Apa sih maksud lu Tin?"
"Jangan pura-pura nggak tahu ya La,Prima sudah sadar dia amnesia tapi dia...dia...dia...masih..."Tina tak bisa meneruskan kata-katanya karena Rigel langsung memotong perkataannya.
"Cukup anda jangan berbuat onar di rumah sakit saya"ucap Rigel dingin.
Tina melihat ke arah Rigel dia memperhatikan wajah Rigel.
"Sayang ayo ikut aku"Rigel menarik tangan istrinya lagi.
"Pacar lu sekarang seorang dokter?"Tina seolah tak percaya.
"Dia istri ku"jawab Rigel dingin dan langsung berlalu dari hadapan Tina.
Meninggalkan Tina yang masih bengong di lorong ruangan tersebut.
"Jadi Lala sudah menikah?"gumamnya entah apa yang dia raskan dia harus senang atau sedih tapi ada rasa iri di lubuk hatinya karena melihat profesi suami Starla sekarang.
"Udah mending elu rawat tuh pacar elu,jangan ganggu temen gue lagi dia udah bahagia sama suaminya"celetuk Icha yang ada di ambang pintu dengan tongkatnya,dia tadi keluar saat ada yang memanggil Starla.
Tina mendekat pada Icha mereka memang saling kenal tapi tidak akrab.
"Tapi Prima masih mencintai Lala Cha,bahkan saat ini yang dia inget itu Lala itu masih pacarnya bukan gue"lirih Tina.
__ADS_1
Icha malas mendengarkan Tina baginya itu hukuman untuk seorang perebut seperti dia karena sudah sangat lancang merebut pacar teman sendiri.
"itu salah elu sendiri udah tahu Prima sayang banget sama Lala malah elu goda dan begonya lagi si Prima juga tergoda sama elu ckckck dasar cowo bego nuker mutiara sama batu karang akhirnya nyesel sendiri kan dia"oceh Icha panjang.
"Heh Icha setidak nya Prima lebih pantas sama gue dari pada sama Lala"Tina tak termia perkataan Icha.
"Heh...seharusnya elu ngaca elu itu nggak ada seujung kukunya Lala sama sekali lu lihat kan suaminya sekarang itu dokter dan dokter itu yang punya rumah sakit ini"Icha ketus.
Tina benar-benar terkejut saat mendengar perkataan Rigel tentang status suaminya Starla.
Fikiran jahat langsung merasukinya.
Sementara Rigel yang sudah membawa Starla ke ruangannya langsung mengajaknya duduk di sofa.
Rigel tahu istrinya ingin berbicara sejak tadi.
"Bicaralah"ucap Rigel pelan.
Starla menggenggam tangan suaminya.
"Kak...lihat aku"ucap Starla lembut.
Rigel lalu menatapnya.
Starla menangkup wajah suaminya.
"Percaya pada ku,hanya kakak yang aku cintai"Starla pun memberikan kecupan di bibir suaminya.
"Aku mencintai mu suami ku"ucapnya lembut.
"Aku juga mencintai mu istri ku"Rigel masih memeluk tubuh istrinya.
"Kau mengertikan alasan ku tidak memperbolehkan mu bekerja lagi?"bisiknya.
Starla hanya mengangguk faham,yang dia tahu dia tidak boleh bekerja karena tidak boleh bertemu Prima,Starla masih belum sadar kalau Prima sudah sadar dari koma dan amnesia dan yang di ingatnya hanyalah dirinya.
"Aku tidak mau dia merebut mu dari ku"bisiknya.
"Tidak akan kak...dia tidak akan merebut ku dari mu"
"Apa kau mencintainya dulu seperti kau mencintai ku?"tanyanya ragu.
"Tidak kak,rasa cinta ku pada mu lebih besar dari pada rasa cinta ku padanya"
"Benarkah kau tidak bohong kan?"Rigel meraup wajah istrinya.
Meski semua teman-teman Starla telah mengatakan itu pada Rigel namum Rigel masih belum yakin bila belum mendengarnya langsung dari Istrinya ini.
"Lalu kalau aku tidak bekerja gimana kak?"tanya Starla polos.
__ADS_1
"Kau di rumah saja fokus dengan program kehamilan"Rigel asal bicara.
"Hah..."Starla terlihat bingung.
"Aku sudah menanamnya disini jadi kamu fokus untuk merawatnya nanti ya?"Rigel meraba perut Starla yang masih rata.
Starla melihat ke arah tangan Rigel yang memegang perutnya.
"Ingat-ingat kapan terakhir kau datang bulan ya...biar mudah menghitungnya,apa sudah ada tanda-tandanya?"tanya Rigel lembut.
"Kak...kita baru melakukan itu 2 minggu terakhir ini masa iya langsung hamil?"tanya Starla polos.
"Bisa saja sayang bila kita berdua sama-sama subur"jelasnya.
"Kau siapkan menjadi ibu dari anak-anak ku?"
Starla menoleh ke arah suaminya dia tersenyum lalu mengangguk.
Rigel gemas melihatnya hingga memeluknya erat.
"Kita bikin disini yuk"bisiknya nakal.
"Ish...apaan sih nggak ah nanti ada yang dengar dan masuk kaya tempo hari"Starla menolak.
Rigel cemberut.
"Jangan ngambek dong kak...nanti saja di rumah ya...kakak puas-puasin"bujuk Starla.
" Baiklah tapi biarkan aku bermain dengan mereka ya..."Rigel meraba-raba bagian atas dan Starla hanya bisa pasrah membiarkan suaminya bermain sejenak sebelum dia melakukan tugasnya kepada pasiennya.
Di sebuah ruang rawat.
Seorang pemuda yang terlihat linglung menatap ke arah ibunya.
"Ada apa Pri?"tanya ibunya lembut.
"Bu...apa Lala tahu aku sakit dan di rawat disini?"tanyanya.
"Iya dia tahu dia kan juga bekerja disini"ucap ibu lembut.
"Lala kerja di rumah sakit ini?"tanyanya mencoba mengingat sesuatu.
"Iya mungkin kamu lupa,tapi kamu tidak lupa kalau kamu sangat mencintai Lala ya?"
"Iya bu...aku hampir melupakan semuanya tapi nama dan wajah Lala tak hilang dari ingatan ku"
Ya ampun kak...sayangnya kak Lala sudah mempunyai suami sekarang.
batin Adinda.
__ADS_1
...♡♡♡♡♡♡♡♡...