
Malam ini Starla terpaksa tidur sekamar dengan Rigel,terjadi perdebatan di antara keduanya sebelum tidur,Starla menginginkan tidur di sofa sedangkan Rigel menyuruhnya tidur di kasur Rigel mengalah agar dirinya saja yang tidur di sofa,tapi Starla tidak membiarkan itu terjadi karena ini kamar Rigel dan dia hanya menumpang disini masa iya yang menumpang tidur di kasur sedangkan yang punya kamar tidur di sofa kan tidak sopan begitu fikiran Starla.
Namum Rigel juga tidak tega membiarkan Starla tidur di sofa karena itu tidak nyaman,hingga keduanya sepakat tidur di kasur yang sama di halangi oleh guling di tengah-tengah,dan sebenarnya ada rencana di fikiran Starla dia akan tidur di sofa saat Rigel sudah terlelap tidur.
Tapi...menjelang tengah malam Starla terbangun saat merasakan sesuatu yang berat menindih badannya.
Astaga benarkan begini kan dia menganggap aku guling hiks...dasar dokter licik menyebalkan.
Starla kesal dia ingin memindahkan tangan besar itu tapi jangankan memindahkannya bergerak saja dia sulit karena Rigel memeluknya erat benar-benar seperti memeluk guling hingga badan dan kakinya di kunci oleh Rigel.
Dia ini sadar nggak sih yang dipeluk dia ini manusia bukan guling...aaarrrrgggghhh MENYEBALKAN.....
Starla hanya bisa berteriak dalam hatinya.
Dia menyerah dan akhirnya telelap juga di pelukan suaminya.
Rigel tersenyum ketika melihat istrinya terlelap di pelukannya,dia sendiri pun merasanya sangat nyaman memeluk guling hidupnya ini baru kali ini dia merasakan kenyamanan seperti ini,kenyamanan bersama seorang istri yang belum mencintainya dia sendiri pun bingung dengan perasaannya apa dia cinta atau hanya suka dengan gadis yang menjadi istrinya ini.
Pagi hari Starla sudah bangun lebih dahulu karena hari ini dirinya mulai bekerja dan dia mendapatkan Shift pagi dan berangkat sebelum mentari bersinar hanya saja saat ini dirinya bingung karena jalan raya cukup jauh dari daerah perumahan Rigel,hingga dia akhirnya memutuskan untuk berjalan ke jalan besar memburu waktu absen agar tidak terlambat.
Rigel meregangkan tubuhnya dia meraba di sebelahnya istrinya tidak ada di sisinya,Rigel langsung duduk dan turun dari ranjangnya mencari istrinya di kamarnya dia melihat kamar mandi kosong,melihat ruang pakaiannya pun kosong.
"kemana dia?"Rigel penasaran.
Dia akhirnya menelpon istrinya dan langsung di angkat oleh Starla.
"Ya...kak...ada apa?"jawab Starla.
"kamu dimana?!"tanyanya cemas.
"Di jalan hari ini aku sudah mulai bekerja,aku mendapat shift pagi,maaf aku tidak pamit pada kakak aku tidak ingin mengganggu tidur kakak,oia aku sudah siapkan baju kakak dan sarapan kakak di meja makan"
Rigel menoleh ke arah pojok ranjangnya dia mendapati setelan kemeja dan celananya ada disana bahkan sampai pakaian dalamnya pun sudah tersedia di sana,Rigel tersenyum melihat itu.
__ADS_1
Jadi ini maksud ibu.
Batinnya.
Rigel jadi teringat perkataan ibunya tempo hari,yang mengatakan bila kau menikah setidaknya ada yang melayani mu meyiapkan pakaian mu,makan mu dan lain-lain.
"Kak...kak Igel apa kakak tidur lagi?"Starla bebicara di telpon membuat Rigel terbangun dari lamunannya.
" Eh nggak aku sudah bangun kok dan bersiap ingin mandi,oia terima kasih ya kau menyiapkan semuanya untuk ku"
"Hemm sama-sama kak"jawab Starla.
sambungan telpon pun ber akhir namun Rigel masih saja tersenyum-senyum sendiri melihat baju yang di sediakan istrinya ini.kemeja abu-abu berlengan pendek dan celana bahan hitam.
Setelah dirinya selesai mandi dan berpakaian dirinya pun bersiap turun dan dia melihat di meja makan sudah tersedia sarapan untuknya sandwich isi ayam dan sayuran dan teh madu yang sengaja di simpan Starla di teko penghangat hingga saat Rigel ingin meminumnya masih keadaan hangat.
"Bik...apa bibi yang buat semua ini?"tanya Rigel dia ingin memastikan kebenaran.
"Bukan tuan muda itu semua buatan istri tuan tadi sebelum berangkat kerja ke rumah sakit"jelas bik Tumi.
Bi Tumi melihat tuan mudanya tersenyum ikut tersenyum juga pasalnya tuan mudanya ini jarang tersenyum wajahnya selalu datar tanpa ekspresi.
"Buatan istri beda ya tuan rasanya"ledek bik Tumi.
Rigel hanya mengangguk dan tersenyum saja,terlihat rona merah di wajahnya wajah malu-malu membuat bik Tumi gemas melihat ekspresi tuan mudanya yang seperti itu.
Laporan untuk nyonya besar sepertinya harus segera di laporkan pagi ini.
Begitulah fikiran bik Tumi.
Setelah Rigel pergi menuju rumah sakit,bik Tumi langsung memberikan laporan kepada nyonya besar nya,bahwa setelah menikah beberapa hari ini rumah ini tidak terasa sepi dan dingin lagi karena ada pasangan pengantin baru yang sedang hot-hotnya setelah kejadian kemarin yang bik Tumi dengar dan bik Tumi lihat di kamar Rigel bik Tumi mengambil kesimpulan seperti itu.
"Pernikahan tuan muda sangat bagus nyonya,kemarin saya dengar istri tuan muda berteriak memanggil nama tuan muda saat di kamarnya,dan saya pun mencuci seprei dengan noda darah yang cukup banyak dan saya juga melihat mereka tidur siang di sofa sambil berpelukan romantis banget nyonya,dan pagi ini istri tuan menyiapkan semua kebutuhan tuan muda mulai dari memilih pakaian sampai sarapannya pun dia yang siapkan nyonya,nampaknya mereka memang benar-benar saling mencintai" begitulah laporan bik Tumi pada ibunya Rigel.
__ADS_1
Nyonya Adhirama pun lega setelah mendengar laporan bik Tumi.
"Ternyata benar Rigel tidak salah mencintai gadis itu,meski dia sederhana namun dia sangat mencintai Rigel dia tahu cara menjadi istri yang baik,Starla terima kasih karena kau telah hadir dalam hidup anak ku yang selalu sepi dan kosong"gumam ibu mengingat wajah menantunya.
Sementara itu di dapur utama rumah sakit,ada yang wajahnya kurang bersemangat karena semalam tidur kurang leluasa bergerak.
"Woi...kenapa lesu banget?"tanya Icha mengagetkan Starla.
"Ck badan pada pegel"keluh Starla.
"Kenapa?"Icha bingung.
Starla menoleh ke kanan dan kiri sebelum dia bicara karena takut ada yang mendengar.
"Semalam dia tidur meluk gue udah kaya guling gue jadi nggak bisa gerak bebas"bisik Starla.
Icha langsung mentup mulutnya yang spontan mangap.
"Serius kok kalian tidur sekamar sih?"Icha jadi penasaran.
Dan akhirnya Starla pun menceritakan apa yang terjadi kemarin,mulai dari laba-laba yang ada di kamar mandi,ular kasur hingga menceritakan bahwa laba-laba itu peliharaan Rigel yang suka lepas dari kandangnya dan suka masuk ke kamar-kamar dan hanya kamar Rigel yang tidak pernah di masuki karena selalu di tutup oleh Rigel.
"Jadi karena itu elu akhirnya tidur sekamar?"tanya Icha bibirnya sudah kedat-kedut menahan tawa.
"Iya gue takut nanti tiba-tiba laba-laba peliharaannya masuk kamar gue terus gigit gue gimana"
"Ya paling elu jadi spider women hahaha"
"Ish...elu mah serius gue,lagian itu orang aneh kalo mau pelihara hewan itu yang lucu-lucu kek kaya kucing,marmut,kelinci ini mah laba-laba"Starla manyun.
Icha tertawa mendengar curhatan sahabatnya.
*Dia kalo nggak aneh nggak demen sama elu La nggak ngejadiin elu istrinya hahaha.
__ADS_1
Bersambung*.