
"Jangan bilang Elu udah mulai jatuh cinta sama dia la?"
Perkataan Icha terngang-ngiang di telinga Starla,hingga dia menggelengkan kepalanya kencang-kencang saat berada di dapur pasien kelas tiga.
"Nggak nggak mungkin Icha pasti salah nggak mungkin aku jatuh cinta sama dia"gumamnya sambil mengelap piring yang habis dia cuci.
Sreeekkkkk....
Suara pintu terdengar di geser Starla melihat ke arah pintu dia terkejut karena kedatangan suaminya.
"Sayang...kamu tidak marah kan?jangan salah faham itu bukan kemauan ku"Rigel langsung memeluk tubuh istrinya tiba-tiba.
"Kak Igel jangan begini kak nanti bisa ada orang yang melihat nanti kakak malu"bisik Starla.
"Untuk apa aku malu kau kan memang istri ku"masih memeluk.
"Iya....iya aku istri mu tapi seluruh rumah sakit ini akan gempar bila tahu aku istri mu"Starla sewot.
"Kenapa biarkan saja"Rigel cuek saja dan terus memeluk istrinya.
"Baiklah tapi bisa kakak lepas pelukan mu dulu biarkan aku mengerjakan pekerjaan ku dahulu"pinta Starla lembut.
"Baiklah mucah...."Rigel melepas pelukannya tapi dia mengecup pipi istrinya dulu.
Rigel ikut membantu Starla menata piring-piring dan di susun ke dalam box besi.
"Apa kau tidak merasa berat mendorong box besi ini setiap hari sayang?"tanya Rigel.
"Tidak kak aku sudah biasa melakukan kerja berat"
"Aku akan bantu kau mendorongnya sampai ke dapur utama"Rigel sudah mulai mendorong box besi itu.
Meski Starla sudah melarangnya tapi Rigel bersih keras ingin membantu istrinya hingga dia sendiri pun tak bisa mencegahnya,lagi pula jam kerja Rigel juga sudah selesai sejak tadi dan kini dia free.
Saat Rigel mendorong box besi itu menuju dapur utama semua mata karyawan,dan perawat disana langsung tertunduk pada Rigel tapi tidak pada Starla semua melotot memandang ke arahnya.
Begini nih...pasti mereka pada salah faham.
Batin Starla.
Seluruh rumah sakit memang belum tahu kalau Rigel sudah menikah yang mereka tahu dokter tampan itu masih bujangan,hingga sebenarnya para perawat dan karyawan yang selalu mencuri-curi perhatiannya sangat iri dengan Starla saat ini.
Rigel tak memperdulikan para perawat dan karyawan yang melihat ke arahnya melihat heran kenapa dirinya mau mendorong box besi itu box yang hanya biasa di bawa oleh karyawan rendahan macam Starla dan kawan-kawannya.
Rigel dan Starla sudah tiba di pintu dapur utama dan saat Starla dan Rigel menapakan kaki mereka sudah jelas bagaimana pandangan dan fikiran semua orang yang ada di dapur saat melihat Rigel mendorong box besi yang seharusnya di dorong Starla,terutama Tanti dia dengan terang-terangan tidak suka dengan apa yang dia lihat hingga dia langsung menarik tangan Starla masuk keruangannya.
"Apa-apaan kamu?!kamu tahu tidak dr. Rigel itu siapa?!"bentak Tanti.
"Tahu bu"jawab Starla singkat.
"Bila tahu kenapa kamu berani-beraninya membiarkan dia mendorong gerobak itu Lala...aku bisa kena masalah kalau begini?!"Tanti gereget.
__ADS_1
Sementara Starla hanya bisa menghela nafas saja,dia sendiri bingung harus menjelaskannya bagaimana kepada atasannya ini.
Cekrek...
Rigel masuk ke ruangan Tanti tanpa mengetuk pintu.
"Eh...dokter maafkan kelakuan Lala dia masih anak baru jadi masih belum...."perkataan Tanti Terputus saat melihat Rigel langsung memeluk dan mencium pipi istrinya.
Rahang Tanti seolah copot dari tempatnya dia menganga saat melihat hal itu di depan matanya.
Sementara Starla hanya diam terpaku karena Rigel melakukan itu dengan cepat dan tiba-tiba.
"Jangan memarahinya Tanti karena itu kemauan ku,aku hanya ingin membantu istri ku bekerja"
Tuing.....
Bumi serasa berputar-putar itulah yang di rasakan Tanti saat ini,dia seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Istri jadi Lala?"suara Tanti melemah.
"Iya dia istri ku"Rigel merangkul pinggang Starla.
Tanti serasa ingin pingsan mendengar pernyataan Rigel.
"Bu...bukannya anda masih sendiri dokter?"tanya Tanti.
"Tidak lagi aku sudah menikah dengannya hampir tiga minggu ini dan ada banyak saksinya disini,aku harap kau tidak semena-mena kepada bawahan mu Tanti,hargailah kerja keras mereka karena mendorong box besi itu cukup berat apa lagi berisi makanan"Rigel berbicara bijak tapi tegas.
"Kakak belum makan?"tanya Starla lembut.
"Belum aku ingin makan bersama mu aku tunggu ya"Rigel keluar dari ruangan Tanti dan meninggalkan Tanti yang masih Shock.
Saat Rigel keluar ruangan Tanti bersama Starla Rigel bertemu tiga kampret dan Icha.dia pun menyapa mereka dan mengajak mereka olah raga nanti malam setelah pulang bekerja.
"kita main bulu tangkis bersama lagi kalian ikut ya...aku akan ajak istri ku juga"Rigel merangkul pinggang Starla.
"Siap dok..."ucap mereka berempat kompak.
Malam pun tiba setelah selesai melakukan rutinitas hari ini Rigel yang sudah berjanji dengan tiga kampret dan Icha untuk olah raga bulutangkis pun bersiap-siap pergi bersama istrinya kelapangan yang sudah mereka sewa.
Saat Rigel sampai di lapangan ternyata mereka semua termasuk Ben juga sudah ada disana.
Mereka melakukan pemanasan dahulu sebelum memulai olah raga,setelah itu mereka pun mulai main Starla berpasangan dengan Rigel sedangkan Icha berpasangan dengan Ben meski mereka tidak pernah cocok entah kenapa Rigel memilih mereka untuk berpasangan.
Starla melakukan servis pertama dan mulai lah mereka menyerang satu sama lain dan inilah kelebihan Starla meski badannya kecil dia lincah berlari kesana kemari loncat kesana kemari hingga bisa menghasilkan angka,Rigel tersenyum saat melihat istrinya nampak menikmati permainan olah raga ini bahkan keringat yang membasahi wajah meluncur hingga bajunya membuatnya semakin seksi saja di mata Rigel.
Oh...astaga apa yang aku fikirkan sih tapi memang dia seksi dan menggoda bila melihat dia seperti itu.
fikiran Rigel sudah mulai berjalan-jalan kemana-mana ini saat melihat kondisi istrinya yang ingin sekali dia serang dia atas kasur meski itu tidak mungkin.
"Kak awas"teriak Starla saat shutel kok meluncur ke arahnya.
__ADS_1
Rigel yang sedang melamun hal yang mustahil akhirnya tidak bisa menghindar dan...
Tuk....
Shutle kok mendarat di wajahnya hingga Rigel tersungkur di lapangan.
Starla dan yang lainnya panik dan mendekat pada Rigel yang paling panik ya tentu istrinya sendiri.
"Kak...kakak tidak apa-apa?"Starla panik.
Rigel senang melihat istrinya menghawatirkannya dia hanya tersenyum meski rasa nyeri menyerang wajahnya.
"Sakit ya?"Starla mengelus pipi Rigel yang tadi tekena shutle kok.
"Tidak aku tidak apa-apa sayang jangan cemas"Rigel akhirnya berdiri dan merangkul istrinya dan mereka duduk di tepi lapangan
Dan semua yang ada disana hanya bengong dan dengan fikiran yang sama.
"dokter Rigel benar-benar mencintai Lala"ucap ketiga kampret terpukau melihat kebersamaan mereka berdua.
Tapi Icha malah mengambil raket dan membalikan raket itu dan menjadikannya mic dan mulailah Icha menyanyi meledek sepasang merpati yang di landa cinta itu.
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada
Kau boleh jauhi diriku
Namun kupercaya
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku
Sepenggal lirik lagu dari once mikel yang berjudul aku mau (ku janjikan aku ada).
Sungguh menyentil hati Rigel dan Starla hingga saat mendengar suara merdu Icha yang melantunkan lagu tersebut membuat mereka hanya tersenyum dan saling Pandang saja.
Sementara kedua merpati yang sedang di landa cinta saling berpandang seorang yang lain diam-diam memperhatikan Icha.
Suaranya merdu juga.
Batin Ben.
Bersambung.
__ADS_1