Terpaksa Menikahi Gadis Pilihan Mama

Terpaksa Menikahi Gadis Pilihan Mama
Bab 22


__ADS_3

Kelopak mata Ayra mulai bergerak-gerak menandakan jika gadis itu akan terbangun dari tidurnya.


Dan benar saja, cara masterannya Gadis itu langsung membuka matanya. Namun betapa terkejutnya dirinya sangat menyadari saat ini dirinya sedang berada dalam pelukan seseorang.


Ayra mencoba menatap siapa seseorang yang telah memeluknya itu.


Matanya terbelalak sempurna saat menyadari siapa yang telah memeluknya.


"Kak Er...," gumamnya pelan. A


Ayra mengingat-ingat kapan dirinya pindah ke atas kasur yang sama dengan suaminya. Namun pikirannya buntu kala dirinya tak mengingat apapun.


"Apa aku tidur sambil berjalan?" gumamnya lagi.


Ayra memutuskan untuk segera turun dari atas kasur sebelum Er terbangun dan melihatnya. Ayra tidak ingin Er menjadi marah padanya karena hal ini.


Pelan, Ayra menyingkirkan lengan Er yang membelenggu tubuhnya.


Namun Er dapat merasakan pergerakan Ayra. Pria itu langsung membuka matanya.


Dengan gerakan cepat Er kembali menarik Ayra kedalam pelukannya. Membuat Ayra menjadi begitu terkejut dengan gerakan cepat suaminya.


"Aaah!"


"Kau mau kemana hum?" tanya Er yang kini memeluk tubuh istrinya. Posisinya saat ini Ayra membelakangi Er. Jadi suara Er terasa begitu menggelitik telinga Ayra.

__ADS_1


"K-kak. Apa yang Kau lakukan?"


"Memeluk mu," ucap Er dengan entengnya.


Jantung Ayra berdetak kencang merasakan kedekatan yang sangat teramat dekat ini. Gadis itu mengira mungkin suaminya salah mengira.


"Kak Er, bukalah matamu. Kau lihat Aku ini siapa? Aku tidak ingin Kau salah mengira."


Er mengerutkan keningnya. "Aku sadar. Kau istri ku." Er berkata dengan lugasnya.


Deg...


'Dia sadar Aku siapa? Kenapa Kak Er menjadi bersikap seperti ini? Apa dia salah minum obat?'


"Kak Er, tolong lepaskan. Tolong buka matamu dulu, mungkin saat ini Kau masih tertidur dan bermimpi." Ayra masih mencoba untuk melepaskan pelukan Er.


Sontak saja Ayra terdiam. Gadis itu terkejut sekaligus menuruti apa yang Er ucapkan. Ayra masih mencerna sikap Er yang semakin berubah padanya.


Seharusnya gadis itu senang dengan perubahan sikap Er. Namun saat ini dia malah menjadi was-was jika Er hanya sedang mengerjainya saja.


10 menit


20 menit


Er masih tak melepaskan pelukannya pada tubuh Ayra. Sementara Ayra masih menunggu kapan pria itu akan melepaskannya.

__ADS_1


"Kak Er, ini sudah hampir 30 menit. Sekarang lepaskan Aku," rengek Ayra.


"Kau diamlah. Apa Kau tahu? Saat ini Aku sedang meluapkan rasa rinduku ini. Jadi jangan bergerak ataupun merengek!"


"Maksud Kak Er apa sih?"


"Bukan apa-apa. Aku hanya ingin seharian ini menghabiskan waktu bersama mu," ucap Er.


Ayra merasa suaminya ini menjadi semakin ngelantur. Namun ia juga merasa senang karena ternyata Er tak salah mengiranya dengan Kinara.


Ayra ingin merasakan tiap detik kebersamaannya bersama pria yang sangat ia cintai. Sebelum nanti akhirnya ia tak dapat merasakannya lagi.


"Apa kita bisa melakukan ini setiap hari? Rasanya Aku tak ingin melepaskan pelukan hangat ini," gumam Ayra pelan. Ia berpikir jika Er kembali tertidur. Sedari tadi pria itu tak lagi bersuara.


"Ya, dengan senang hati Aku akan memelukmu seperti ini setiap hari. Bahkan mungkin lebih dari ini," ucap Er dan langsung membalik tubuh Ayra hingga menghadapnya.


Ayra begitu terkejut. Ternyata Er tidak tidur. Pria itu mendengar gumamannya tadi. Dan itu sungguh membuat Ayra merasa sangat malu saat ini. Pipinya menjadi bersemu merah. Dan itu tak luput dari perhatian Er.


Pria itu tersenyum dan menarik dagu sang istri pelan kemudian tanpa ba-bi-bu, Er mendaratkan kecupan pada bibir sang istri.


Ayra terbelalak sempurna. Hangat bibir Er masih terasa di bibir pink miliknya. Hingga sebuah l.um.atan membuat Ayra terbuai dan memejamkan matanya.


Er membawanya terbang dengan ciuman yang begitu menggodanya di pagi hari ini.


Dan Ayra begitu menyukainya. Rasanya dia menginginkan lagi dan lagi.

__ADS_1


Ayra mulai membalas setiap ciuman rayuan yang Er berikan padanya. Rasanya begitu manis. Ciuman ini terasa begitu memabukkan untuk keduanya. Hingga tak ada satupun dari mereka yang berniat untuk melepaskan pagutan tersebut.


***


__ADS_2