Terpaksa Menikahi Gadis Pilihan Mama

Terpaksa Menikahi Gadis Pilihan Mama
Bab 39


__ADS_3

"Apa makan malam sudah siap?"


Ayra tersenyum. Setidaknya Er menyukai masakannya. "Sebentar lagi Kak. Kak Er tunggu di meja makan sebentar ya," ucap Ayra lembut.


Er menuruti perintah sang istri dan duduk di kursinya. Ia menatap Ayra yang tengah sibuk menyiapkan makan malam untuk dirinya.


Namun tiba-tiba dia mendengar suara bel pintu berbunyi. Er hendak berdiri menuju pintu depan. Namun ternyata sang tamu sudah menyelonong masuk dan berhamburan memeluk Karel di sana.


Er terkejut. Begitu juga dengan Ayra. Tubuhnya mematung melihat Kinara memeluk erat tubuh suaminya.


"Bukankah tadi kau mengatakan jika sedang tidak enak badan? Kenapa malah kemari?" ucap Er begitu lembut.


Ayra tersenyum getir. Namun dia juga salut dengan Er yang mampu bersikap selembut itu ketika dirinya mengetahui pengkhianatan yang di lakukan Kinara.


"Sayang, Aku boleh kan istirahat sebentar di sini? Rasanya kepalaku sangat pusing," ucap Nara.


"Karel!!!"


Suara seseorang dari ambang pintu ruang makan membuat kami terkejut dan menoleh ke arah suara.


Ayra dan Er terkejut saat melihat Mama Via sudah berdiri tak jauh dari meja makan dengan emosi yang memuncak.

__ADS_1


Mama Via berjalan cepat ke arah Er dan melepaskan dengan paksa pelukan Nara terhadap putranya.


"Kau!!! Bukankah Aku sudah memperingatkan mu untuk menjauhi putraku! Apa Kau sudah tidak mengerti bahasa manusia?!" Mama Via terlihat begitu memuncak.


"Tante! Kenapa sih Tante tidak pernah suka jika Aku dekat dengan Karel? Salah Aku itu apa Tan?" Nara menitihkan air matanya kala mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari Mama Via.


"Kau tanya tentang kesalahan mu?! Kesalahan mu adalah karena Kau adalah putri dari Alesha. Ibumu itu sangat licik. Bahkan dia...dia...." Mama Via tak bisa berkata lagi. Rasanya dia begitu sakit kala mengingat masalalunya.


"Dan satu lagi. Jangan Kau kira Aku tidak tahu tentang semua kebusukan mu itu. Kau sama liciknya dengan mamamu. Jadi jangan berpikir jika Kau bisa menghancurkan rumah tangga putraku! Sekarang pergi dari rumah putraku!" usir Mama Via.


Baik Ayra dan Er begitu terkejut melihat Mama Via semarah itu. Sementara Kinara pun terlihat begitu marah dan juga sakit hati, namun dia hanya diam dan menahannya.


"Kau dan seluruh keluarga mu ternyata memang selalu saja menjadi pengganggu rumah tangga orang lain."


"Mama ku bukan wanita seperti itu, Tante," ucap Nara begitu lirih.


"Sungguh? Bahkan Kau saja tidak tahu siapa ayahmu kan? Karena terlalu banyak pria yang sudah Mama mu goda." Mama Via mencibir.


"CUKUP TANTE! Tante boleh berkata apapun terhadap ku tapi jangan menghina Mama Saya!" Nara berkata lantang dengan linangan air mata di pipinya.


Er langsung menarik Kinara dari sana menuju pintu depan. "Sudah cukup Nara. Sebaiknya kita bicarakan lagi besok. Tolong maafkan Mama ku ya?" Er berkata begitu lembut.

__ADS_1


***


"Jadi selama ini Kau terus membiarkan suami mu dan wanita ular tadi bermesraan di depan mu, Ayra? Mama sangat kecewa padamu. Seharusnya Kau bersikap tegas pada wanita yang akan merusak rumah tanggamu!"


Ayra hanya tertunduk.


"Sudah Ma, Kau menakuti Ayra."


"Harus bagaimana lagi Mama berkata padamu Er. Perempuan ular itu tidak pantas denganmu."


"Ma, menurut Er Mama sudah sangat keterlaluan. Mama sudah menghina Tante Alesha seperti itu."


"Keterlaluan Kau bilang, Er?! Kau tidak tahu saja dulu betapa liciknya Alesha. Bahkan neneknya sudah merebut Kakek kalian dan membuat hidup Mama dan almarhum nenek kalian menderita. Dan Alesha, Mamanya. Dia sudah membuat Mama dan Papa hampir berpisah."


***


Kinara duduk termenung di taman. Jika orang-orang mengatakan cinta adalah hal yang indah, maka bagi Kinara, cinta itu adalah bullshit. Dia sudah tak percaya lagi dengan adanya cinta.


Menurutnya cinta sudah mati sejak beberapa tahun yang lalu. Jika ingin hidup, dia akan melakukan segala cara.


Tak perduli seberapa sakit dan bahaya yang dia lakukan. Rasa sakit sudah menjadi teman dalam hidupnya.

__ADS_1


>>>>>>> Bersambung...


__ADS_2