
"Sayang, kenapa Kamu sarapan di rumah sama dia sih?!" Kinara langsung berjalan menghampiri Er dan duduk di sebelahnya.
Ayra menghembuskan nafas panjang, kemudian kembali duduk di tempatnya tadi dan melanjutkan sarapannya. Dia mencoba mengabaikan dua sejoli yang terlihat begitu mesra tersebut.
"Biasanya Aku dan Ayra memang jarang sarapan bersama, sayang. Apa Kau mau sandwich juga? Masih ada satu jika Kau mau." tawar Er dengan nada lembut.
Sementara Ayra menunduk tak ingin melihat ekspresi yang di tunjukkan Kinara.
"Aku tidak akan pernah memakan masakan dia!" ucap Nara ketus.
Saat ini Nara memberikan pandangan kesal ke arah Ayra. Namun Ayra tak perduli.
"Apa Kau masih marah dengan hal kemarin? Bukankah Aku sudah meminta maaf?" Suara Er terdengar begitu lembut.
Jantung Ayra seperti sedang di re.mas mendengar kemesraan antara mereka. Sadar jika dirinya tidak akan kuat berlama-lama di antara mereka, Ayra buru-buru menghabiskan sarapannya dan segera berangkat bekerja.
"Kak Er, Aku sudah selesai. Aku berangkat duluan," ucap Ayra. Dia berjalan menuju kamar mengambil tas kerjanya.
Namun baru beberapa langkah, Ayra mendengar suara Er.
"Jam berapa pulangnya nanti?"
Ayra mau tak mau menoleh ke arah Er memastikan jika Er bertanya padanya.
__ADS_1
"Seperti jam pulang kantor pada umumnya. Jika ada lembur kerja, nanti akan ku beritahu," ucap Ayra.
Er menatap Ayra lalu tersenyum. Sementara Nara menatap tak suka kearah Ayra.
Ayra segera keluar dari apartemen tersebut.
Ternyata tak jauh dari tempatnya, Arkan sudah menunggu gadis itu dengan senyum cerahnya.
"Tumben sekali pagi-pagi sudah keluar," ucap Arkan.
Arkan memang selalu menunggu Ayra keluar dari apartemen tersebut setiap paginya. Kali ini dirinya baru keluar dari apartemennya, tak lama Ayra juga sudah keluar. Biasanya dia akan menunggu beberapa saat.
Mereka pun berangkat bersama menuju kantor.
***
Tinggal beberapa jam lagi sebelum jam pulang kantor. Ayra mengecek ponselnya yang sejak tadi ia taruh di dalam tasnya. Mungkin saja ada pesan masuk penting untuknya.
Ayra tersenyum kala melihat Er mengirimkan pesan padanya.
'Bagaimana pekerjaan mu hari ini?' isi pesan tersebut.
'Lumayan menyenangkan hari ini.' Ayra membalasnya dengan cepat. Kini ia sedang menunggu balasan pesan dari Er. Rasanya seperti lama sekali menunggunya. Dia seperti seorang remaja yang baru saja berbalas pesan dengan pacarnya.
__ADS_1
'Apa mau pulang bersama?' balasnya lagi.
"Apa Kau tidak menjemput Nara?'
Entah mengapa Ayra malah mengetikkan kata tersebut dan mengirimkannya kepada suaminya.
Dia menggigit bibir bawahnya gugup. Kira-kira balasan apa yang akan Er kirimkan padanya.
***
Sementara di kantor Karel.
Karel masih memikirkan kejadian beberapa hari lalu.
Ketika dirinya meeting di luar bersama kliennya, tanpa sengaja dirinya di buat tercengang dengan pemandangan yang di lihatnya.
Seseorang yang dia kenal bahkan dia cintai terlihat begitu mesranya makan siang bersama dengan seorang pria sambil berpegangan tangan. Dan pria itu adalah lawan bisnisnya selama ini.
Er sengaja duduk tak jauh dari mereka untuk mendengarkan percakapan mereka. Er di buat terkejut saat kekasihnya mengatakan akan menggulingkan perusahaan Er dan juga akan merebut harta Er untuk pria tersebut.
Sungguh Er sangat marah. Namun dia lebih memilih pergi dari sana. Dia akan mencoba bersikap seperti biasa di depan Kinara. Dia ingin tahu rencana apa yang telah kekasihnya itu susun untuk menghancurkannya.
Berpura-pura baik di saat tahu sebuah kebenaran yang menyakitkan, tidaklah mudah. Bohong jika Er baik-baik saja setelah mengetahui Nara berkhianat.
__ADS_1
Beberapa hari ini dia tak pernah tidur nyenyak.
>>>>>>>>>>>> Bersambung...