Terpaksa Menikahi Gadis Pilihan Mama

Terpaksa Menikahi Gadis Pilihan Mama
Patah sebelum tumbuh


__ADS_3

Di apartemen Kinara.


Kinara masih begitu kesal dan marah kepada Karel. Wanita itu kembali mendiami sang kekasih. Namun dia sudah merencanakan sesuatu untuk menjerat Karel.


Sementara Er kembali merasakan frustasi. Pasalnya Kinara langsung mengusirnya keluar apartemennya. Kini pria itu terlihat tak konsentrasi dalam bekerja.


Karel menyugar rambutnya merasa frustasi. Lalu ia membuka laci meja kerjanya. Er hendak mengambil hadiah yang akan ia berikan kepada Kinara sebelumnya.


Namun tanpa sengaja terlihat ada sebuah foto yang terselip di sebuah buku agenda miliknya nampak keluar. Er mengerutkan keningnya. Tangannya mengulur untuk mengambil foto tersebut.


Ada dua lembar foto di sana. Namun ia heran kenapa ada foto Ayra di sana dan juga foto seorang gadis kecil di sana. Ada getaran aneh ketika ia memperhatikan foto gadis kecil tersebut.


"Siapa gadis kecil ini?" gumamnya. Er menyimpan kembali dua foto tersebut ketika ponselnya bergetar. Satu notifikasi pesan dari temannya. Er segera membereskan berkas di depannya dan memasukkan ponselnya kedalam saku jasnya. Er beranjak dari tempatnya untuk menemui temannya di sebuah club malam.


***


Ayra merasa bosan di apartemen Arkan. Sepertinya hari ini Arkan tidak kembali ke apartemennya.


Jelas saja karena Arkan saat ini sedang berada di luar kota. Papanya menginginkan putranya untuk menginap di rumah utama karena sudah lama Arkan tak kembali ke rumah. Arkan juga sudah mengirimkan pesan kepada Ayra. Namun sayangnya gadis itu sudah terlanjur memasak untuk Arkan.


Alhasil Ayra menaruh masakkanya di dalam pendingin. Ia memutuskan untuk pulang karena ia telah menyelesaikan pekerjaannya.


Namun ketika sampai di apartemen Er, suaminya itu juga belum kembali dari kantor. Padahal Sudah menunjukkan jam pulang kerja.

__ADS_1


Ayra sudah bisa menebak dimana suaminya saat ini. Ia tahu jika Er sering pergi ke apartemen Nara. Ayra pernah sekali tanpa sengaja membuka pesan yang ada di ponsel Er. Waktu itu Er sedang berada di bathroom dan ponsel suaminya terus saja bergetar karena sebuah pesan masuk.


Ternyata itu dari Nara. Banyak sekali puluhan pesan romantis yang Nara dan suaminya di sana. Hingga membuat Ayra menahan perih di hatinya.


Kini gadis itu hanya bisa pasrah dengan sikap Er.


Setelah membersihkan dirinya, Ayra memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di sofa. Rasa lelah menyelimutinya, hingga membuatnya tanpa sadar tertidur.


Ayra terkejut ketika mendengar pintu apartemen terbuka dengan kerasnya. Dia mengusap matanya dan melihat ke arah pintu. Ternyata ada Er di sana. Pria itu terlihat menatapnya tajam. Kakinya melangkah menuju Ayra.


Tanpa aba-aba Er langsung menarik pergelangan tangan Ayra dan mendorongnya menatap ke tembok. Er menghimpit tubuh Ayra dan menatapnya dengan pandangan yang sayu.


Ayra mencium bau alkohol yang menguar dari mulut Er. Ayra sudah menebak jika Er pasti sedang mabuk.


"Kenapa Kau menundukkan kepala mu, Sayang?" Er menaikkan dagu Ayra dan mencium bibirnya. Ciuman yang begitu lembut dan memabukkan. Bahkan Ayra pun menjadi terbuai akan ciuman bibir Er.


Ayra memejamkan matanya dan menikmati setiap pagutan bibir suaminya. Mungkinkah Er mengingat siapa dirinya? Jantung Ayra berdetak kencang hanya memikirkannya saja.


Er menggendong tubuh Ayra memasuki kamar tanpa melepaskan tautan bibirnya.


Di letakkannya tubuh Ayra dengan perlahan ke atas tempat tidurnya.


Perlahan tapi pasti, Er semakin memperdalam ciumannya. Bahkan tangan Er sudah bergerilya ke seluruh lekukan tubuh Ayra.

__ADS_1


Kini Ayra berada dalam kendali Er. Ayra melepaskan suaranya dengan mendayu-dayu menikmati setiap sentuhan suaminya. Hatinya begitu bahagia karena ia mengira Er sudah mengingat tentang dirinya.


Ayra menerima setiap sentuhan yang Er berikan. Bahkan kini tubuh keduanya sudah polos tanpa sehelai benangpun. Nafas keduanya saling menuntut menginginkan hal yang lebih.


"Aku mencintaimu, sangat mencintaimu." ucap Er seraya memposisikan miliknya untuk memasuki milik Ayra. Bibirnya mengecup kening, hidung, pipi dan bibir Ayra.


Hingga rasa nyeri yang luar biasa Ayra rasakan kala Er mulai memasuki milik Ayra yang begitu sempit dan membuat Er menjadi menggila. Rasanya ia tidak ingin berhenti untuk menghujam milik sang istri.


Ayra memasrahkan tubuhnya untuk di jelajahi suaminya. Ia berharap kedepannya hidupnya akan bahagia bersama pria yang ia cintai sejak dulu.


Tangannya mencengkram kuat bahu Er menahan sakit di bawah sana, hingga kuku jarinya melukai bahu suaminya. Namun tak di rasakan oleh Er. Karena ia terlalu menikmati milik Ayra.


Suara keduanya saling bersahutan memenuhi isi kamar tersebut. Semakin lama Er memompa tubuhnya dengan cepat. Bahkan kini Ayra pun begitu menikmati permainan yang Er berikan.


Tubuh Ayra bergetar hebat ketika ia mulai merasakan sesuatu di bawah sana. Begitu pula dengan Er. Pria itu mengerang.


"Sayang, Aku mencintaimu ... Nara...." Tubuh Er ambruk di atas tubuh Ayra.


Deg...


Ayra terkejut mendengar nama yang suaminya ucapkan. Hatinya hancur seketika. Ternyata pemikirannya salah. Er menganggap dirinya adalah Nara. Sungguh miris sekali hidup gadis itu.


Air matanya menetes. Rasa sakit itu kini bertambah berkali-kali lipat untuk Ayra. Rasanya ia begitu menyesal memberikan miliknya yang berharga untuk Er. Ternyata Er mengira jika dirinya adalah Nara. Dan itu sungguh sangatlah menggores perasaannya. Harapan yang mulai tumbuh kini patah seketika.

__ADS_1


***


__ADS_2