Terpaksa Menikahi Gadis Pilihan Mama

Terpaksa Menikahi Gadis Pilihan Mama
Bab 25


__ADS_3

Karel memarkirkan mobilnya di samping rumah yang nampak begitu asri tersebut.


Sementara Ayra membuka pintu mobil dengan tidak sabarnya. Tanpa sadar Er tersenyum. Ia berpikir jika pasti Ayra begitu merindukan adiknya.


"Manda!" Ayra berseru memanggil nama adiknya.


Seorang anak yang beranjak dewasa, keluar dari dalam rumah ketika mendengar teriakkan Ayra. Anak itu langsung menghambur memeluk erat Ayra.


"Kak Ayra sudah pulang ya?" Seorang anak kecil keluar dengan langkah tertatih dari dalam rumah.


Karel langsung berlari menangkapnya ketika anak kecil itu hampir terjatuh. Anak kecil itu tampak terengah-engah.


"Kakak ini suaminya Kak Ayra ya?" Anak kecil itu tersenyum menatap Er. Seolah terhipnotis, Er pun menyambut senyuman anak kecil tersebut.


"Denis, sudah berapa kali kakak katakan jika kamu jangan lari-larian, nanti bisa jatuh. Kamu ini masih bandel ya!" Denis bersembunyi di belakang tubuh Er.


"Kak Ayra juga masih galak," ucap Denis terlihat begitu lucu.


"Ya, kakak mu Ayra memang galak." Karel menimpali. Dia tersenyum mengejek menatap Ayra.


"Sekarang ada yang bela jadi tambah berani ya sama kakak? Nanti kakak jalan-jalan sama kak Manda gak di ajak loh."


"Tidak apa-apa. Denis jalan-jalan sama kak Karel saja." Er terkekeh gemas melihat perdebatan Denis dan istrinya. Pria itu bangkit dan menggendong Denis.

__ADS_1


"Ayo masuk kak." ajak Manda mempersilahkan.


Mereka semua pun masuk bersama dengan Denis dan juga Ayra yang saling bercanda.


Rumah Ayra sangat asri dan begitu bersih.


Sepertinya adik-adik Ayra adalah anak yang rajin dilihat dari betapa rapi dan bersihnya rumah ini.


Di dinding berwarna hijau, terdapat deretan foto dinding Aira ketika masih kecil terlihat begitu lucu. Membuat suasana di rumah itu terasa begitu hangat.


"Denis, sayang. Turun ya? Kasihan Kak Karel kecapean karena terus menggendongmu. Sekarang kau kan sudah besar," Manda berusaha memberitahu Denis.


Karel melihat Denis nyaman berada dalam gendongannya.


"Manda, Kenapa tidak ada gula?" Ayra datang dari arah dapur.


Manda pun menyengir. "Maaf kak, tadi aku lupa beli."


Manda pun segera bergegas keluar rumah. Sepertinya hendak mau beli gula yang telah habis.


"Apa yang sedang Kau lakukan, Ay?" tanya Er melihat Ayra baru dari dapur.


"Membuatkanmu dan anak-anak jus mangga." Denis nampak tersenyum girang mendengarnya.

__ADS_1


"Mangganya yang banyak ya Kak?" pinta Denis karena anak itu sangat menyukai jus mangga, begitu juga dengan Er.


Er menatap gemes ke arah Denis. Bocah itu masih berumur 6 tahun. Tapi dia masih terlihat begitu manja dan menggemaskan. Lihat saja bagaimana eratnya dia memeluk Karel.


"Kakak suka jus mangga juga kan?" tanya Ayra. Er tersenyum mengangguk menatap istrinya.


"Ya, Aku juga mau mangganya yang banyak seperti anak manja ini "


"Dennis tidak manja kok Kak." Anak kecil tersebut menatap Er. Bibirnya mengerucut sehingga terlihat begitu menggemaskan menurut Karel.


"Tidak manja kok dari tadi nempel terus sama kak Karel." Manda yang baru pulang dari membeli gula langsung menimpali ucapan adiknya tersebut.


Karel terkekeh melihat tingkah Denis yang begitu menggemaskan. Dia senang keluarga tersebut begitu sangat menerimanya. Dia pun tersenyum menanggapi kedua bocah tersebut.


"Kak Karel." panggil Denis.


"Ya."


"Tolong Kakak jaga Kak Ayra ya?" pintanya. Denis memandang Karel dengan tatapan yang begitu sendu.


Er mengerutkan keningnya. Kemudian ia mengangguk menyetujuinya.


***

__ADS_1


__ADS_2