
Setelah selesai menelepon, Diandra pun langsung mengajak Silvia ke kantin
“Tapi aku belum ketemu yayang beb. Yayang beb..!!” teriak Silvia
“Ish ni anak. Nanti yayang beb nya nyusul.” Sahut Diandra
“Beneran kamu, An?!” ucap Silvia yang tidak yakin
“Ya sudah kalau kamu tidak percaya. Kamu mau ketemu tidak?” tanya Diandra
“Iya.. Iya.. Mau. Aku mau ketemu.” Sahut Silvia
“Nah kalau mau ketemu ya kamu ikut aku dulu ke kantin. Baru bisa ketemu.” Jelas Diandra
“Oh begitu ya. Ya sudah deh. Kalau begitu buruan atuh.” Ucap Silvia yang kali ini ganti menarik tangan Diandra
“Buju buset nih anak. Antusias banget sama mas Alvaro. Cinta mati nih rasa-rasanya. Tapi tidak apa-apa sih kalau dia bisa jadi sama mas Alvaro. Aku juga suka sama dia.” Gumam Diandra dalam hati sambil memperhatikan sosok perempuan cantik yang sedang menggandeng tangannya
Sesampainya di kantin, mereka pun cari tempat yang strategis agar Alvaro mudah menemukan mereka.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya yang ditunggu pun datang
“Sudah lama ya?” tanya Alvaro
“Tidak. Barusan kok.” Sahut Diandra
“Pak.. Pak.. Pak Alvaro... Bruk.” Ucap Silvia yang kemudian jatuh lemas
"Kamu kenapa, Sil?” tanya Diandra
“Itu beneran pak Alvaro?” Tanya Silvia yang tidak percaya kalau Alvaro ada di hadapannya
“Iya. Dia memang pak Alvaro. Bukannya tadi kamu ingin ketemu pak Alvaro?!” goda Diandra
__ADS_1
“Iya sih. Aku ingin ketemu ma Pak Alvaro. Tapi.. Kenapa bisa di kantin seperti ini?” ucap Silvia lirih
“Ya bisalah. Kan aku yang suruh dia datang ke sini.” Jelas Diandra santai
“Apa?” ucap spontan Silvia sambil teriak
“Iya, ada apa ya sama kalian ini? Dari tadi, aku perhatiin kok bisik-bisik saja.” Ucap Alvaro bingung
“Tidak.. Tidak ada apa-apa kok, mas.” Sahutku
“Mas?” ucap Silvia tambah bingung
“Lha iya mas. Kan pak Alvaro ini kakak kembarku.” Jelas Diandra santai
“Apa? Kakak kembar?” ucap Silvia yang tidak habis pikir
“Iya. Memang kenapa?” tanya Diandra
“Jadi dari tadi, aku tuh curhat sama adik kembarnya sendiri ya?!” ucap Silvia
“Oh my God... Aku malu banget tahu tidak sih?!” ucap Silvia
“Malunya telat.” Celetuk Diandra
“An, plis, jangan kasih tahu kakak kamu ya tentang perasaanku.” Pinta Silvia sambil ngerengek
“Hehehehe...” goda Diandra
“Diandra...!!” teriak Silvia yang membuat Alvaro makin bingung
“Kalian ini tuh sebenernya lagi ngapain sih? Jadi makan tidak?” tanya Alvaro
“Oh jadi donk. Sudah lapar nih.” Sahut Diandra
__ADS_1
“Ya sudah sana ambil makanannya.” Ucap Alvaro
“Mas tidak ambil makanan juga?” tanya Diandra
“Iya, setelah kamu dan teman kamu ini. Lagipula mas juga masih tunggu orang dulu.” Jelas Alvaro
“Oh ya sudah kalau begitu. Kita duluan ambil makanannya ya.” Ucap Diandra dan Alvaro pun tersenyum
“Haizz... Gantengnya kakak kamu, An.” Ucap Silvia kesem-sem lihat senyum Alvaro
“Huh dasar.” Celetuk Diandra
Tak selang berapa lama, mereka pun selesai mengambil makanan dan kembali ke tempat duduk mereka
“Mas, temannya masih lama?” tanya Diandra setelah sampai di tempat duduk mereka
“Tidak kok. Sebentar lagi. Nah tuh dia. Panjang umur.” Ucap Alvaro ketika melihat yang di tunggu datang
“Hai semuanya, sudah lama ya menunggunya?” tanya Azka tanpa merasa bersalah
“Kamu? Jadi dari tadi mas Alvaro tuh menunggu kamu?” ucap Diandra sewot
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan coment nya ya...🙏