
“Hehehe... “ Silvia hanya cekikikan saja
“Hadeuh...” ucap Alvaro sambil tepok jidat
Tak selang berapa lama, bu Mina pun masuk
“Ya ampun non Silvia, non tidak apa-apa kan?” tanya bi Ina begitu melihat keadaan dapur yang seperti kapal pecah dan wajah serta baju Silvia yang berantakan
“Tidak apa-apa kok, bi.” Sahut Silvia cengengesan
“Ya sudah kalau tidak apa-apa. Sudah biarkan saja nanti dapurnya bibi yang rapikan. Non bebersih saja dulu.” Ucap bi Mina
“Iya, bi. Maaf.” Ucap Silvia yang langsung pergi membersihkan badan
Setelah semuanya beres, dapur sudah rapih dan Silvia pun sudah bersih, kami pun ke meja makan
“Ini hasil masakan kamu, Silvia?” tanya bi Mina
“Iya, bi. Maaf kalau penampilannya kurang bagus.” Ucap Silvia
“Memang ini bisa di makan, Sil?” tanya Alvaro jujur
“Hus, tidak boleh begitu. Hargai non Silvia masak.” Ucap bi Mina menasihati Alvaro
“Iya maafkan aku, Sil.” Ucap Alvaro
“Iya tidak apa-apa.” Sahut Silvia
Beberapa saat kemudian mereka pun menyicipi masakan Silvia
“Gimana mas? Gimana bi?” tanya Silvia yang deg-degan
__ADS_1
“Hmm... Lumayan kok non. Enak. Ya kan tuan?” ucap Bi Mina
“Biarpun kelihatannya tadi acak-acakan, tapi rasanya enak juga.” Gumam Alvaro dalam hati
“Mas? Gimana? Kok diam saja. Tidak enak ya?” tanya Silvia
“Eh.. Tidak kok. Ini enak. Walaupun aku tadi sempat ragu, tapi ini memang rasanya enak.” Sahut Alvaro
“Oh syukurlah kalau kalian bilang enak. Aku tadi sempat takut kalau ini tidak bisa dimakan.” Ucap Silvia
“Tidak kok. Ini enak.” Ucap Alvaro
Dan disaat yang bersamaan, Diandra benar-benar seperti di siksa oleh Azka. Dia diberi soal terus menerus sampai Diandra mengerti.
“Az, kamu memang niat mau bunuh aku, ya?!” celetuk Diandra
“Buat apa juga aku niat mau bunuh kamu.” Ucap Azka
“Ya kali kamu mau balas dendam.” Sahut Diandra
“Iya, begitu ada kesempatan.” Ucap Diandra
Setelah beberapa saat, Azka pun melihat ke arah jam. Dan rupanya sudah sore.
“Ya sudah kalau begitu. Ini 10 soal terakhir. Dan kamu harus serahkan ke aku besok. Kalau tidak, hukumanmu akan aku buat lebih susah dari sekarang.” Ucap Azka yang kali ini tegas
“Iya.. Iya..” sahut Diandra pasrah
“Ya sudah, kalau begitu, aku pulang dulu. Sampai ketemu lagi besok. Jangan lupa tugasnya diserahkan.” Ucap Azka sambil beranjak keluar kamar Diandra
“Huh dasar. Sudah sana kamu pergi.” Ucap Diandra lirih
__ADS_1
Setelah sampai diluar, Azka bertemu dengan bunda Ai dan Ayah (Pak Chandra)
“Kamu sudah mau pulang Azka?” tanya pak Chandra
“Iya, om.” Sahut Azka singkat
“Terus mana Diandranya?” tanya bunda
“Oh, mungkin dia sedang membereskan buku-bukunya.” Ucap Azka
“Oh begitu. Kamu tidak ingin makan dulu di sini?” tanya bunda
“Makasih, tante. Aku langsung pulang saja. Takut sudah ditunggu di rumah sama bundaku.” Ucap Azka
“Oh ya sudah. Salam ya buat orang tuamu.” Ucap pak Chandra
“Iya, om.” Sahut Azka singkat dan langsung pergi
Sementara di dalam kamar, Diandra tidak habis pikir, kenapa Azka sebegitu ketatnya ngehukum dia. Hanya karena ujian yang tidak bisa.
“Hadeuh... Bisa gila lama-lama aku kalau begini terus caranya.” Gerutu Diandra sambil memgacak-ngacak rambutnya yang dari awal memang sudah acak-acakan
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan coment ya...🙏