
Satu bulan semenjak kepulangan ayah (Pak Chandra) dan bunda (Ai). Kini keadaan sudah kembali seperti semula. Hasil tes DNA pun menunjukkan ayah dan bunda positif orangtua dari Alvaro dan Diandra
***
Pagi itu...
“Bun, mas Alvaro mana?” tanyaku saat menemui bunda di dapur
“Mas mu tadi sudah berangkat pagi-pagi sekali.” Sahut bunda Ai
“Sudah berangkat? Kok tidak tunggu aku sih?” Protes Diandra
“Mana bunda tahu. Ya sudah sana sarapan dulu. Setelah itu berangkat.” Ucap bunda Ai
“Lalu om Lutfi dan tante suci mana?” tanya Diandra karena memang sudah satu minggu ini pak Lutfi dan istrinya menginap di rumah
“Oh mereka ya?! Mereka baru saja pergi menjemput anak-anak mereka yang baru lulus SMP dan SMU.” Sahut bunda Ai
“Anak?” tanya Diandra memastikan
“Iya. Anak-anaknya om dan tante itu cantik-cantik lho, An.” Ucap bunda Ai
“O...” sahut Diandra singkat
“Ya sudah, bun. Aku berangkat sekarang saja, bun. Takut terlambat. Masalahnya ini pelajarannya si Azka.” Pamit Diandra
__ADS_1
“Ya sudah sana. Hati-hati di jalan.” Pesan bunda Ai
***
Sesampainya di kampus...
“Diandra... Kamu datang terlambat lagi ya..?! Ini untuk yang ke tiga kalinya kamu terlambat di pelajaran saya.” Teriak Azka
“Maaf, pak. Tadi jalanan macet. Jadinya saya terlambat lagi deh.” Ucap Diandra beralasan
“Ih malas banget sih denger ocehan kamu tahu tidak sih?!” gerutu Diandra dalam hati
“Ya sudah, sebagai hukuman, kamu, saya minta untuk datang ke ruang dosen nanti saat pulang kuliah.” Perintah Azka
“Kalau saya tidak mau gimana?!” tantangku
“Huh.. Bilang saja ingin ketemu dan minta tolong buat gantiin ngajar. Bertele-tele banget sih.” Gerutu Diandra dalam hati
“Gimana?” tanyanya
“Terserah bapak sajalah. No coment.” Sahut Diandra kesal dan Azka pun cekikikan.
Akhirnya, mata kuliah pun di mulai dan aku hanya menyandarkan kepalaku di atas meja. Dengan sikapku yang seperti ini, Azka pun tiba-tiba..
‘Pletak..’ kepala Diandra pun di lempar pulpen olehnya..
__ADS_1
“Aw... Sakit tahu, pak..😢” ucap Diandra sambil memegangi kepala yang tadi terkena lemparan pulpennya Azka.
“Suruh siapa kamu bermalas-malasan di kelas saya?!” ucap Azka yang mulai terpancing emosinya
“Huh.. Ya sudah, aku keluar kalau gitu. Bye..” ucap Diandra santai sambil berjalan pergi meninggalkan kelas
“Hei, Diandra kamu mau kemana?” teriak Azka
“Pulang.” Sahut Diandra sambil berteriak dan setelah itu Diandra pun pergi sambil tidak memperdulikan tanggapan Azka lagi
Sesampainya di rumah, ternyata pak Lutfi dan istrinya beserta ke dua anaknya pun sudah berada di rumah.
“An, tumben kamu cepat sekali pulangnya?” tanya bunda Ai yang heran
“Malas bun sama mata kuliahnya Azka.” Sahut Diandra sambil menyalami bunda Ai
“Ish kamu ini. O ya, bunda hampir saja lupa, ini kenalkan, anaknya om Lutfi dan tante Suci. Kakaknya bernama Lucy dan adiknya bernama Kayla Azahra.” Ucap bunda Ai memperkenalkan
“Hai..” sapaku
“Salam kenal, kak.” Ucap Kayla Azahra ramah sementara kakaknya acuh. Diandra pun menanggapinya dengan tersenyum
“Ih, kok kelihatannya angkuh banget ya jadi orang. Kasihan yang jadi adiknya.” Gumam Diandra dalam hati.
“Ya sudah ya bun, aku ke kamar dulu. Nanti kalau Azka datang suruh balik kalau tidak bawa coklat.” Ucap Diandra sambil pergi meninggalkan mereka begitu saja
__ADS_1
“Ya ampun nih anak. Sukanya kok ngerjain Azka terus.” Ucap bunda Ai sambil menggeleng-gelengkan kepala tanda tak habis fikir dengan anaknya itu.
Lanjut..👇