Their Love Story

Their Love Story
menyadari perasaan sendiri


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Diandra langsung mencari-cari kakaknya. Karena tadi memang pulangnya tidak bareng


“Bun, mas Alvaro mana?” tanya Diandra


“Tumben kamu mencari kakakmu?” tanya bunda


“Ayolah bun, mas Alvaro mana?” tanya Diandra


“Kakakmu belum pulang, An.” Sahut Bunda


“Memang mas Alvaro kemana bun?” tanya Diandra


“Mana bunda tahu, An.” Sahut bunda


“Ya bunda, kenapa tidak bilang dari tadi kalau bunda tidak tahu.” Protes Diandra


“Lagian kamu sendiri untuk apa tanya bunda?! Kenapa tidak kamu telepon langsung saja kakakmu itu?” ucap bunda


“Oh iya ya, bun. Kenapa aku tidak kepikiran ya, bun?!” ucap Diandra dan bunda pun hanya geleng-geleng sambil tersenyum melihat tingkah anaknya itu


Tak menunggu lama, Diandra pun langsung menelepon Alvaro


“Mas, mas sedang ada dimana?” tanya Diandra


“Mas lagi di jalan. Ini sudah mau sampai di rumah. Ada apa, An?” tanya Alvaro


“Ya sudah buruan. Aku ada perlu penting sama mas.” Ucap Diandra


“Ya sudah, sebentar lagi ini sampai.” Sahut Alvaro


Tak selang berapa menit kemudian, Alvaro pun sampai di rumah.

__ADS_1


“Mas, akhirnya mas sampai juga. Ayo mas sini deh.” Ucap Diandra menarik tangan Alvaro


“Ini ada apa sih, An? Kok mas kamu tarik-tarik begini?” tanya Alvaro bingung


“Mas, hari ini mas ngelihat ada yang aneh tidak sama Azka?” tanya Diandra


“Ya ampun, An, kamu tarik mas cuma mau tanya masalah Azka?” tanya Alvaro yang hampir saja mau ketawa tapi dia tahan


“Iya, mas. Masalahnya aku heran sama dia.” Ucap Diandra


“Heran kenapa?” tanya Alvaro bingung


“Heran karena hari ini dia tidak kasih tugas apa-apa ke aku.” Jelas Diandra


“Ya ampun, An. Kamu ini aneh deh. Tidak dikasih tugas kok panik begini. Bukannya harusnya senang ya?!” ucap Alvaro heran sama adiknya ini


“Masalahnya aku sudah terbiasa sama tugas-tugas itu. Dan sekarang tidak ada tugas, rasanya seperti ada yang kurang.” Jelas Diandra


“Maksud mas apa?” tanya Diandra


“Maksud mas, apa karena tugasnya atau karena Azkanya?” ucap Alvaro


“Ya karena tugasnya lah. Masa’ karena orangnya?!” ucap Diandra


“Oh begitu. Ya sudah, kalau karena tugasnya, mungkin bisa jadi dia sudah tidak mau mempersulit kamu lagi kali. Dan kalau karena orangnya, mas tidak tahu. Masalahnya dia tidak pernah cerita apa-apa tuh sama mas.” Jelas Alvaro


“Apa sekarang mas sudah boleh ke kamarnya mas?! Mas sudah cape’ nih. Ingin istirahat.” Ucap Alvaro lagi


“Ya sudah sana. Dasar mas jelek kaya’ bebek bau ketek kerjanya mewek... Bwek..” celetuk Diandra


Alvaro yang mendengar itu cuma bisa geleng-geleng saja.

__ADS_1


***********************************


Di dalam kamar, Diandra memikirkan omongan kakaknya.


“Apa iya aku jadi suka sama Azka?” tanya Diandra pada diri sendiri di depan cermin


“Bukannya selama ini, aku tuh sebal sekali dengan tuh orang ya?!” ucapnya lagi


“Hadeuh... Kenapa jadi begini sih?! Kenapa sekarang rasanya ada yang kurang. Apa karena tidak ada tugas atau karena tidak di ganggu sama Azka?!” tanya Diandra masih pada dirinya sendiri


“Sekarang aku kok merasa gelisah begini sih? Rasanya aku ingin sekali bertemu dengan Azka dan menanyakan semua itu?” ucap Diandra


“Hadeuh..” ucap Diandra sambil mengacak-ngacak rambutnya


Dan malam hari saat Diandra tertidur, Diandra memimpikan Azka hingga terbangun.


“Ada apa sama aku ini?! Kenapa aku bisa memimpikan dia sih?! Apa jangan-jangan aku beneran sudah jatuh cinta dengan Azka?! Aah... Sudahlah, lebih baik aku tidur lagi.” Ucap Diandra yang kemudian meneruskan tidurnya


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa like dan Comentnya ya..🙏

__ADS_1


__ADS_2