
Untuk beberapa saat, mereka terdiam
“Oh ya pak Azka, pak Azka tahu tidak, kalau ternyata Diandra itu jadi beneran suka sama bapak.” Ucap Silvia pada akhirnya
“Benarkah?” tanya Azka
“Benar pak. Tadi dia sendiri yang bilang begitu ke saya.” Sahut Silvia
“Itulah pak, kenapa dia sampai segitu marah dan kecewanya sama bapak setelah dia dengar masalah tadi.” Ucap Silvia
“Oh jadi begitu. Tapi yang dia dengarkan semuanya salah paham.” Ucap Azka
“Iya pak, saya tahu dari sisi bapak, itu semua adalah salah paham. Tapi pernah tidak bapak berpikir dari sisi Diandra?! Kalau bapak bisa berpikir dari sisi Diandra, mungkin bapak sekarang tahu bagaimana perasaan Diandra saat ini.” Ucap Silvia
“Maafkan aku, l Sil. Karena aku tipe orang yang kurang peka terhadap hal yang seperti ini.” Ucap Azka menyesal
“Jangan minta maaf sama saya, pak. Bapak harusnya minta maaf sama Diandranya langsung.” Ucap Diandra
“Tapi rasanya, dia tidak akan mau ketemu denganku deh, Sil.” Ucap Azka putus asa
“Ya sudah, untuk sementara ini, lebih baik memang kalian tidak usah ketemu dulu. Klo kalian atau bapak paksakan untuk ketemu, nanti yang ada malah menambah masalah baru lagi.” Ucap Silvia
“Benar juga yang kamu bilang, Sil. Tapi tolong jaga dia ya, Sil. Aku tidak ingin dia kenapa-napa.” Ucap Azka
“Baik, pak. Bapak tenang saja. Pasti semua bakalan baik-baik saja. Dan saya juga akan selalu menjaga Silvia.” Ucap Silvia
“Terimakasih, Sil.” Ucap Azka dan Silvia pun mengangguk
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Azka pun pergi.
Sesampainya di rumah, dia hanya bisa merenungi kenyataan.
“Kenapa semuanya jadi seperti ini?! Di saat aku berniat untuk bisa dekat denganmu, kamunya yang menjauh. Dan di saat kamu mulai mau mendekat padaku, malah akunya yang buat masalah jadi kacau. An, sebenarnya kita ini kenapa sih? Sepertinya sulit sekali kita bisa berdamai seperti pasangan lainnya?!” gumam Azka putus asa
Dan di saat yang bersamaan di tempat lain, Diandra sedang merasakan sedih dan juga pedih.
“Az, kamu jadi orang kenapa selalu buat hatiku sakit seperti ini? Memang apa salahku, Az?” guman Diandra di dalam kamar
Dan di saat yang bersamaan, Alvaro datang.
“An, tolong buka pintunya. Mas ingin bicara sama kamu.” Ucap Alvaro
“Ada apa mas?” tanya Diandra saat membuka pintu kamarnya
“Lebih baik kita bicara di dalam saja.” Sahut Alvaro, lalu merekapun masuk
“An, Silvia sudah cerita semuanya ke mas. Sepertinya kamu sudah salah paham sama Azka.” Ucap Alvaro
“Salah paham gimana sih mas?” tanya Diandra
“Azka itu tidak seperti yang kamu kira. Dia walau terlihat seperti itu, tapi pada kenyataannya dia baik. Hanya saja kurang peka.” Jelas Alvaro
“Oleh sebab itu, kalian selalu berselisih paham.” Ucap Alvaro
“Tetap saja mas, dia itu tidak punya hati.” Ucap Diandra kesal
__ADS_1
“An, kamu tahu tidak dan kamu percaya tidak kalau dia itu sebenarnya sudah jatuh cinta sama kamu?!” ucap Alvaro yang sebenarnya sudah tahu dari awal.
“Tidak percaya. Masalahnya dia mau memanfaatkan aku saja supaya bisa batalkan perjodohan ini.” Ucap Diandra
“Kamu salah, An. Dia tidak seperti itu. Kamu sudah salah paham sama dia.” Ucap Alvaro
“Tidak mungkin mas. Aku tidak mungkin salah paham ke Azka. Masalahnya aku dengar sendiri.” Ucap Diandra
“Yakin?! Terus siapa yang bilang seperti itu? Apakah Azka atau temannya” tanya Alvaro yang sudah di ceritakan oleh Silvia
“Ya... Yang bilang itu sih temannya.” Ucap Diandra
“Tuh kan. Berartikan bukan Azkanya yang memang seperti itu. Kamu sudah salah paham, An.” Ucap Alvaro dan Diandra pun terdiam
.
.
.
.
.
Bersambung...
Kira-kira apakah Diandra mau memaafkan Azka?
__ADS_1
Ditunggu ya...
Jangan lupa like dan Coment ya...🙏