
Lalu benar saja, kira-kira 2 jam kemudian Azka pun datang.
‘tok.. tok.. tok..’ suara pintu diketuk dari luar dan akhirnya yang membukakan pintu pun Lucy
“Wow.. Tampan sekali.” Gumam Lucy dalam hati
“Siapa Lucy?” tanya bunda Alya sambil berjalan menuju pintu
“Eh kamu, Az. Cari Diandra ya?” tanya bunda Ai dan Azka pun mengangguk
“Sebenarnya sih dia ada di kamarnya sekarang. Tidak tahu lagi ngapain. Tapi sebelum itu, dia titip pesan sama tante kalau kamu tidak bawa coklat, kamu disuruh pulang.” Jelas bunda Ai
“Hehehe... Tenang saja tante, aku sudah bawakan dia yang lebih spesial dari coklat.” Ucap Azka
“Haizz... Ganteng banget sih.” Gumam Lucy yang masih dengan mupengnya
“Ya sudah kalau begitu, Az, kamu langsung saja ke kamarnya sana.” Ucap bunda Ai yang hanya bisa geleng-geleng dengan tingkah laku anak dan mantunya itu
Tanpa menunggu lama, Azka pun langsung bergegas ke kamar Diandra.
‘tok.. tok.. tok..’ Azka pun mengetuk pintu kamar Diandra
“Siapa?” tanya Diandra dari dalam kamar tapi Azka sengaja tidak menyahut. Karena penasaran, akhirnya Diandra pun membuka pintu kamarnya
Setelah tahu siapa yang datang, Diandra pun langsung menutup pintu kamarnya lagi. Tapi sayangnya, tangan Azka udah keburu menahan pintu agar tidak bisa tertutup. Namun tiba-tiba...
__ADS_1
“Aw..” Tangan Azka pun terjepit pintu
“Kamu tidak apa-apa, Az?” tanya Diandra khawatir dan langsung memegang tangan laki-laki di hadapannya itu. Sementara itu, di sisi lain rupanya ada Lucy yang selalu memperhatikan gerak gerik Azka
“Hmm.. kamu kenapa sih lihat aku kaya gitu bener?” tanya Azka
“Habis kamu sih tadi nimpuk kepalaku pakai pulpen. Sakit tahu.” Protes Diandra manja
“Aduh kasian. Sakit ya?!” goda Azka sambil ngelus kepala Diandra
“Kalau kasihan, mana coklatnya?” ucap Diandra sambil membuka telapak tangan
“Tidak bawa.” Sahut Azka santai
“Ya kalau tidak ada, sudah kamu pergi beli dulu saja sana!!” ucap Diandra
“Hmm... Apa?” tanya Diandra
“Ya sudah masuk dulu saja kali. Masa’ di luar begini?!” ucap Azka yang memang dari tadi belum di suruh masuk oleh Diandra
“Eh iya. Ya sudah ayo masuk.” Ucap Diandra
Setelah mereka masuk, Lucy yang dari tadi memperhatikan mereka berdua akhirnya merasa iri dengan kemesraan yang di tunjukkan oleh sepasang kekasih ini.
“Kak Diandra ngapain sih sampai segitunya sama kak Azka?! Kaya cewe tidak benar saja.” Gerutu Lucy dan kebetulan Kayla lewat lalu mendengarnya
__ADS_1
“Kak Lucy, kakak jangan seperti itu. Tidak baik lho.” Ucap Kayla mengingatkan kakaknya
“Bukan urusan kamu. Tidak usah ikut campur.” Ucap Lucy ketus
“Ya sudah kak, terserah kakak. Tapi yang pasti, aku sudah mengingatkan kakak.” Sahut Kayla sebelum akhirnya pergi meninggalkan kakaknya
“Huh..” sahut Lucy kesal
***
Sore harinya, Alvaro datang bersama ayahnya, pak Chandra. Mereka baru saja pergi membeli barang-barang untuk acara lamaran Alvaro nanti.
“Gimana, yah? Sudah dapat semua barang-barangnya?” tanya bunda Ai
“Sudah donk, sayang.” Ucap pak Chandra mesra
“Kalian ini ya.. Masih saja mesra kaya dulu.” Ucap pak Lutfi yang tiba-tiba saja muncul bersama kedua putrinya.
“Eh.. Lut. Kamu sudah balik.” Ucap pak Chandra
“O ya, Al. Kenalkan nih anak-anak om Lutfi.” Ucap pak Chandra
“Yang paling besar baru saja lulus SMU. Namanya Lucy, dan yang ini adiknya. Namanya Kayla Azahra. Dia baru saja lulus SMP.” Jelas pak Chandra sambil menunjuk ke arah anak-anak pak Lutfi satu persatu.
“Hai kak Alvaro. Salam kenal ya Kak.” Ucap Kayla sopan dan ramah dan Alvaro pun tersenyum
__ADS_1
“Wah.. Di sini banyak banget ya cowo gantengnya?!” gumam Lucy dalam hati sambil senyam senyum tidak jelas.
Bersambung ya...😄